Potensi Emas Di Lombok Lebih Besar Dari Sumbawa

Mataram (Kompas) Preskom PT Newmont Nusa Tenggara (NNT) Yusuf Merukh mengatakan, potensi kandungan emas pada areal pertambangan di Pulau Lombok ternyata lebih besar dibandingkan Pulau Sumbawa. “Untuk lokasi tambang di Pulau Lombok potensi kandungan emas mencapai tiga hingga lima gram per ton, sedangkan di Pulau Sumbawa dua hingga 2,5 gram per ton,” katanya dalam pertemuan dengan Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) NTB di Mataram, Kamis.

Dengan besarnya kandungan emas tersebut, pihaknya menantang pengusaha muda di daerah ini untuk mampu menjadi pengusaha di bidang pertambangan. “Sebab usaha pertambangan sangat menjanjikan bagi kesejahteraan masyarakat di masa mendatang,” katanya.

Potensi tambang emas maupun tembaga di Lombok terbesar di Gunung Rinjani dan Sekotong yang dapat berproduksi 15 hingga 20 tahun.

Dalam pengelolaan tambang di Lombok akan diusahakan 80 persen pengusaha lokal, 10 persen nasional dan 10 persen lagi untuk publik.

Selama ini Newmont telah menemukan sekitar 150 lokasi pertambangan di Lombok dan Sumbawa seluas 1,2 juta hektar. Dari lokasi tersebut hanya lima yang diambil oleh Newmont dengan areal 119 ribu ha. Yakni, Sekotong dan Pencangan di Lombok, serta tiga lokasi lainnya di Batu Hijau, Ealang dan Kerinci di Sumbawa.

“Sisanya sebanyak 145 lokasi dengan areal dua juta ha tersebut telah diserahkan kepada Pemda NTB lengkap dengan data-datanya untuk diberikan kepada pengusaha lain,” katanya.

Untuk itu, Yusuf minta kepada Hipmi di daerah ini tidak membuang kesempatan tersebut, karena kalau terlambat bisa diambil orang lain.

Sementara itu, Ketua Hipmi NTB, Ir L Risvi menyatakan siap melibatkan sejumlah pengusaha dalam pengelolaan tambang di daerah ini.”Modal pertama yang harus dimiliki pengusaha dalam usaha pertambangan cukup besar sekitar Rp 5 milyar, sehingga paling tidak harus melibatkan perbankan,” katanya. (Ant/gor)

  • karbon aktif

    terima kasih bos untuk artikelnya,salam kenal.”KARBON AKTIF”