Lombok Tengah [Sasak.Org] Bisa jadi, dengan mendapatkan kritik bertubi-tubi membuat PT Angkasa Pura membenahi Bandara kebanggaan Bangsa Sasak, Bandara Internasional Lombok (BIL). Walaupun penyebutan Internasional sudah banyak dihilangkan dengan lebih menonjolkan penyebutan Lombok Airport saja tanpa ada Internasionalnya.
Perbaikan kualitas bandara tampak dari lebih bersih dan rapinya Bandara Lombok, walaupun dis iang hari lantainya masih didominasi debu-debu nakal. Para pedagang sudah direlokasi di area khusus walau masih terlihat seorang ‘papuk-papuk’ ngotot berjualan di sekitar parkir bandara (23/2).
Lampu penerang di malam hari sudah terlihat merata, rumput-rumput sudah disabit dengan rapi. Tetapi berbagai kelompok penunggu kedatangan keluarga dari Malaysia masih menjadi warna tersendiri. Bisa jadi hal tersebut akan tetap menjadi branding Bandara yang terletak di daerah yang dulunya rawan konflik ini.
Berbagai kemajuan bandara Lombok perlu diberikan apresiasi atau sanjungan di tengah kehidupan yang menghujat dan memprotes menjadi budaya yang dominan saat ini di Lombok. [WKS/Zkp]
oth">


24 February, 2012 at 9:40 PM
Salaam,
memang bangunan yg dipaksakan itu tidak bisa langsung tokcer,sy kira pelan pelan akan menjadi lebih membaik n nyaman,tetapi masalah yg salah tetap diusut,kenapa sampai salah n tidak benar sehingga selepas pak sby meresmikan besoknya ambrol n bocor,ini harus di cek apa ada permainan yg tak elok didalam pelaksanaan pembangunannya ?
.
4 March, 2012 at 9:09 AM
Saya pribadi beranggapan peresmian BIL tidak yang dipaksakan karena sudah dijadwal. Kita tahu BIL sudah berapa kali dijanjikan untuk diresmikan tapi terkendala karena pembangunan fisik yang belum selesai. Tapi bulan oktober kemarin sudah mencapai 95 % dari sisi operasional. Bagi sebagian orang akan melihat ini sbg kesalahan dan dipaksakan, tanpa melihat history.
Permasalahan bocor dan ambrol, saya duga selain kualitas tidak baik, juga karena ada bangunan BIL yg sudah lama jadi tapi tidak digunakan sehingga saat dipakai orang byk menjadi rusak.
26 February, 2012 at 5:46 PM
Saya rasa ini semua menjadi tanggung jawab masarakat kita hususnya masarakat di sekitar bandara seandainyalah kita di larang berjualan di dalam bandara toh kita patuhi aja karna itu juga mencerminkan budaya yang kurang baik.keliatan masarakatnya yang susah di atur
3 March, 2012 at 5:17 PM
Kita semua, rakyat NTB, mesti partisipasi aktif untuk menjaga BIL supaya aman, bersih dan nyaman. Kenyataannya byk masyarakat sekitar sana, yg sayangnya kurang sadar akan kebersihan dan keteraturan.
Saya pernah menyaksikan beberapa orang disana yg memarahi petugas yg melarang mereka untuk berjualan atau menggelar tiker di teras bandara. Mereka bilang, “memangnya daerah ini punya nenek moyangmu apa?”. Sayang, maksud baik petugas utk tertib dibalas ejekan karena merasa diri memiliki daerah BIL. Padahal BIL adalah fasilitas umum milik publik, yg ada aturan mainnya. Kesadaran ini yg kurang.
30 April, 2012 at 4:01 PM
Bangga sekali dengan BIL. Proses berbenah diri untuk menjadi bandara dengan infrastruktur dan pelayanan yang lebih baik memang perlu diapresiasi. Pelan-pelan, masyarakat sekitar bandara akan mengerti juga bahwa fasilitas publik memiliki aturannya sendiri.
Go BIL, Go Lombok