Monthly Archives: January 2013

Apa kabar Propinsi Pulau Sumbawa?

Zulkipli, SE, MM

[Sasak.Org] Sudah lama tidak terdengar, di saat  Propinsi Kalimantan Utara (Kalut) berhasil diterima menjadi propinsi tambahan di Indonesian, rintisan Propinsi Pulau Sumbawa (PPS) malah lenyap,  bersamaan dengan tidak jelasnya penggunaan dana hibah pendirian PPS tersebut.

PPS, Pura Pura Saja

Pemekaran wilayah di Indonesia, mulai dari tingkat pemekaran desa sampai propinsi (kecuali pemekaran negara) didominasi oleh niat untuk mendapatkan dana alokasi, seperti ADD di Desa atau DAU/DAK di Kabupaten, Kota, atau propinsi.

Alasan lain adalah ‘syahwat’ politik dari para penggagasnya yang ingin mengelola dana, walaupun dengan jargon mempercepat pembangunan, meratakan kesejahteraan, dan bahasa-bahasa politik basa basi lainnya.

Rintisan PPS sampai detik ini tidak lebih dari kepura-puraan saja, ciri dari kepura-puraan adalah tidak serius, bukti ketidak seriusannya adalah tidak jelasnya langkah strategis propinsi induk maupun penggagasnya, pemprop seperti pura-pura serius, jika memang serius, paling tidak report akhir tahun 2012 akan memberi sinyal positif tentang terealisasinya harapan tersebut.

PPS, Perpecahan Pulau Sumbawa

Di Pulau Sumbawa, suku terbesarnya adalah suku sumbawa (aidaa) dan suku mbojo (eddee). Suku Sumbawa mendiami Kabupaten Sumbawa dan Kabupaten Sumbawa Barat sedangkan Suku Mbojo berada di Kota Bima, Kabupaten Bima, dan Kabupaten Dompu. Dua suku tersebut sepertinya akan menjadi pengganjal utama berdirinya PPS, jika kita bertanya kepada orang mbojo, dimanakah ibukota PPS nanti? Mereka jawab, di Bima. Bila pertanyaan yang sama kita ajukan ke orang sumbawa, jawabannya adalah di Sumbawa.

Pernahkah ada orang bima mau dikatakan orang sumbawa? Sama seperti orang sunda tidak mau dikatakan orang jawa walaupun nama propinsinya adalah Jawa Barat. Ini hal remeh temeh yang sepertinya sederhana tetapi menjadi beban psikologis berdirinya PPS.

Berdirinya Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) menjadi salah satu bukti kuatnya pengaruh primordialisme dalam pemekaran wilayah. Kecamatan Alas sebelumnya adalah kecamatan yang termasuk pendukung berdirinya KSB, tetapi karena ibukota KSB ditetapkan di Taliwang, akhirnya Alas memilih tetap di kabupaten Induk.

PPS, Perusahaan Pertambangan Sumbawa

Apa PAD Sumbawa? ‘Kata’nya pertambangan sumbawa luar biasa. Apa PAD Bima, entahlah. Jika tambang menjadi alasan pendirian PPS bisa jadi ini tidak akan bertahan lama, karena perusahaan tambang tidak mungkin dikelola sendiri oleh Pemda dan tidak mungkin juga mampu melakukan intervensi terlalu dalam ke perusahaan tambah, sama seperti PT NNT di Sumbawa Barat.

Semoga saja PPS cepat berdiri diikuti matinya Nusa Tenggara Barat menjadi Gumi Sasak Darussalam.

Amaq Nuna

Pembina Kelompok Tani Hijau Hitam

Lombok Tengah NTB