NTB Realisasikan Wisata Syariah

Gili Sunut, Foto oleh ‏@kelilinglombok

Gili Sunut, Foto oleh ‏@kelilinglombok

MATARAM — Pemerintah Provinsi (Pemprov) Nusa Tenggara Barat (NTB) terus berupaya merealisasikan konsep wisata syariah. Salah satu caranya adalah dengan mendorong hotel-hotel di sana menerapkan konsep wisata syariah.

“Prioritas hotel berbintang. Sekarang, dari 43 jadi 52 hotel yang didorong,” kata Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Nusa Tenggara Barat (NTB) Muhammad Nasir kepada Republika, Ahad (28/12).

Menurutnya, terdapat beberapa hotel lainnya yang sedang masuk tahap sertifikasi halal. Selain itu, pihaknya pun bersama Majelis Ulama Indonesia (MUI) NTB terus melakukan sosialisasi kepada hotel-hotel di NTB.

Saat ini, ia menuturkan, regulasi kementerian pariwisata dan ekonomi kreatif yang mengatur wisata syariah baru untuk hotel. Setiap kamar hotel harus memiliki arah kiblat, pemisahan makanan halal dan tidak halal, dan disiapkan tempat ibadah. “Syarat wisata syariah (hotel) tidak susah,” ungkapnya.

Meski begitu, Nasir menjelaskan, secara persentase hotel-hotel dan restoran yang menerapkan konsep wisata syariah di NTB masih di bawah satu persen. Menurutnya, terkait keresahan pelaku pariwisata mengenai penerapan wisata syariah di NTB. Nasir menegaskan, hal tersebut tidak akan terjadi. Pasalnya, banyak wisatawan asing juga yang ingin memilih makanan halal.

Penataan hiburan
Meski ditetapkan sebagai salah satu tujuan pariwisata syariah, keberadaan sejumlah tempat hiburan karaoke dan bar di area Pantai Senggigi, Kabupaten Lombok Barat, masih belum ditata secara berimbang. Menurut Nasir, keberadaan tempat hiburan tersebut tentu bertolak belakang dengan penetapan kementerian pariwisata dan ekonomi kreatif yang menjadikan NTB sebagai destinasi wisata syariah.

Menurutnya, keberadaan tempat hiburan karoke dan bar di wilayah tersebut banyak mengundang masalah. Salah satu keluhan datang dari hotel-hotel yang berada di sekitar tempat tersebut. “Ada juga keluhan hotel berbintang kurang nyaman karena suara (karaoke),” ujarnya.

Pihaknya pun sudah melarang aktivitas beberapa tempat karaoke dan bar di jalur tersebut. Namun, Nasir mengatakan, pihaknya tidak serta merta bisa mencabut izin usaha tempat hiburan tersebut. Ini karena kewenangan memberikan izin berada di pemerintah kabupaten Lombok Barat. “Izin karoke atau bar ada di kabupaten (Lombok Barat),” ungkapnya.n c75 ed: muhammad hafil

http://www.republika.co.id/berita/koran/nusantara-koran/14/12/29/nhby0e5-ntb-realisasikan-wisata-syariah

  • semoga pariwisata NTB terus maju

    • bodhi jallil

      saya rasa sih lebih mundur ya

  • bodhi jallil

    gimana mau maju?? kl caranya mengancam turis pake aturan ini ono,…mundur ke jurang pasti iya 1000 persen
    makanya bali jogja jauh lebih maju dr lombok wisatanya. memalukan