Mantan Kepala BI NTB kunjungi Bun Mudrak

Muhammad Junaifin Lubis, mantan Kepala BI perwakilan NTB mengunjungi lokasi kampung binaan Komunitas Sasak dan Bank Indonesia. Ditemani istri, beliau berdiskusi mengenang perjalanan program binaan tersebut di Bun Mudrak. Program tersebut terlaksana di masa beliau menjadi Kepala BI Perwakilan NTB. More »

Mentan Apresiasi Bun Mudrak

Jumat, 12 Juli 2013, Menteri Pertanian Suswono mengunjungi Kampung Bun Mudrak Lombok Tengah untuk melihat langsung salah satu perkembangan peternakan sapi di lokasi binaan Komunitas Sasak dan Bank Indonesia. More »

Program Desa Mandiri Ekonomi KS-BI ‘Full Employment’

Program Desa Mandiri Ekonomi yang dilaksanakan di Bun Mudrak Desa Sukarara Kec. Jonggat Kab. Lombok Tengah telah mencapai posisi full employment, hal tersebut disampaikan langsung oleh Ketua Kantor Perwakilan Bank Indonesia Propinsi Nusa Tenggara Barat Bapak Bambang Himawan(15/2). More »

 

Pembangunan PLTGU di Mataram Terkendala RTRW

Ilustrasi Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU)

Ilustrasi

Mataram – General Manager PLN Unit Induk Proyek XI Jaringan Nusa Tenggara, Idian, menegaskan proyek pembangunan Pusat Listrik Tenaga Gas dan Uap di Bagik Kembar, Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat, terkendala rencana tata ruang wilayah.

“Seharusnya proses pengerjaan sudah berjalan September ini karena material sudah ada, tapi kami belum mendapat izin dari Pemerintah Kota Mataram, karena persoalan rencana tata ruang wilayah (RTRW),” kata Idian, ketika dihubungi dari Mataram, Kamis.

Ia mengatakan, pembangunan Pusat Listrik Tenaga Gas dan Uap (PLTGU) yang akan memproduksi energi listrik sebesar sejumlah pembangkit listrik sebesar 150 mega watt (MW) merupakan bagian dari proyek kelistrikan sebesar 500 MW di seluruh wilayah NTB hingga beberapa tahun ke depan.

Proyek pembangunan pembangkit listrik sebesar 500 MW juga merupakan bagian dari proyek kelistrikan nasional sebesar 35.000 MW yang sudah diluncurkan secara resmi oleh Presiden Joko Widodo.

Proyek di bidang kelistrikan tersebut merupakan salah satu program unggulan pemerintah dalam rangka mencapai salah satu sasaran Nawa Cita, yaitu mewujudkan kemandirian ekonomi dengan menggerakkan sektor-sektor strategis khususnya kedaulatan energi.

Idian mengatakan, pihaknya sudah melakukan persiapan lahan di sekitar pinggir pantai di Bagik Kembar, Kecamatan Sekarbela. Namun, proses pekerjaan lanjutan belum bisa terlaksana jika belum ada izin resmi dari Pemerintah Kota Mataram.

“Sebenarnya kami sudah membahas persoalan RTRW tersebut dengan Pemerintah Kota Mataram, namun soal perizinan secara tertulis terkait RTRW tersebut belum ada, baru sebatas lisan saja,” ucapnya.

Ia mengatakan, pihaknya berharap ada kelonggaran dari Pemerintah Kota Mataram, seperti revisi RTRW yang sudah ada.

Idian berharap hal itu bisa disetujui oleh DPRD dan Pemerintah Kota Mataram, mengingat energi listrik sangat dibutuhkan di Pulau Lombok, untuk mengatasi defisit energi listrik.

“Listrik ini sangat dibutuhkan. Tapi persoalan lahan menjadi kendala,” ujarnya.

Idian mengaku pihaknya sudah meminta rekomendasi dari Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, agar memberikan kelonggaran terkait RTRW yang menjadi kendala pembangunan PLTGU.

“Ya mungkin dengan adanya fatwa dari Menko Perekonomian, ada kelonggaran. Kalau tidak yaa proyek belum bisa dilaksanakan, sementara material sudah ada,” katanya.

/PCN

Antara