By   March 10, 2013

Oleh Mir’atul Izzatillah

“Maaf, tapi perasaan itu sudah tidak ada lagi. Aku menyayangimu tidak lebih dari teman dan kamu harus tahu itu. Persahabatan kita mungkin cukup sampai di sini!” Ujar Tsaaqib kepada Shiba. Shiba hanya bisa menangis mendengarnya. Padahal hari itu adalah hari pengumuman kelulusannya di MTS.

“Ya Tuhan, Engkau tahu apa yang ada dalam diriku. Engkau tahu apa yang terjadi dengan jiwaku. Engkau tahu jeritan hatiku. Engkau tahu kisah dalam memoriku” Ujar Shiba sambil mengusap air matanya.

Semburat ungu menghias di langit jingga. Hari sudah senja. Tak lama lagi gemerlap bintang singgah di lanskap langit. Selesai solat magrib Handphone Shiba berdering, ternyata ada pesan singkat dari Tsaaqib.

“Assalamu’alaikum, Shiba sebelumnya Aku minta maaf. Aku tidak bermaksud untuk melukai hatimu. Tapi persahabatan kita, rasanya cukup sampai di sini. Mungkin ada yang lebih baik dari Aku untuk mu. Sekali lagi Aku minta maaf Shiba. Sekalipun persahabatan kita cukup sampai di sini. Tapi Aku akan selalu merindukan mu sesuai dengan arti nama mu LU’LU’AH LAILAA SHIBA (Mutiara di malam gelap yang membawa kerinduan). Wassalam!”

Shiba hanya tediam membaca pesan singkat dari Tsaaqib. Malam ini seakan-akan kabut malam berselimut dalam hatinya.

***
Keesokan harinya Abi dan Ummy Shiba ingin membicarakan kemana Shiba akan melanjutkan sekolahnya.

“ Nak, kamu rencananya mau melanjutkan sekolah kemana?” Tanya Aby Shiba
“ Shiba masih bingung Aby..!” jawab Shiba
“ Bagaimana kalau kamu Aby daftarkan di MA MU’ALLIMAT NW PANCOR saja. Seperti kakak mu dulu. Aby rasa itu sekolah yang cocok untuk mu. Dan kamu juga cita-citanya menjadi Ustazah kan?” tawaran Aby untuk Shiba
“ Iya nak.. apa kata Aby mu itu benar!” Ummy Shiba juga menambahkan
“Atau kalau kamu tidak mau di MU’ALLIMAT bisa Aby daftarkan di MAH NW PANCOR (Madrasah Aliyah Hamzanwadi Nahdlatul Wathan Pancor) itu juga sekolah khusus untuk agama. Aby rasa itu juga cocok untuk mu.” Aby nya Shiba menambahkan
“ Shiba tidak tahu Aby..Ummy.. Tapi kalau Shiba sekolah di MAH, Shiba tidak bisa ikut pramuka lagi. Aby dan Ummy tahu kan kalau Shiba hobinya berkreasi dan senang banget sama pramuka. Dan kalau Shiba sekolah di MU’ALLIMAT bisa sih ,tapi Shiba pikir-pikir dulu ya Aby.. Ummy!”
“ Iya sudah, Aby dan Ummy tidak memaksakan kamu, kemana kamu sekolah. Tapi Aby dan Ummy berharap kamu sukses nantinya!” Ujar Aby nya Shiba
“Iya Aby,nanti setelah Shiba mendapat jawaban Shiba akan segera mengabarkan Aby!”
“ Iya nak..!” jawab Aby nya Shiba

***
Tanpa terasa matahari semakin tinggi, Hampir tepat di atas kepala. Langit yang menyajikan pemandangan biru muda nyaris tak dihinggapi awan. Adzan Dzuhur berkumandang, menyerukan panggilan untuk segera menghadap-Nya. Selesai solat Shiba duduk di ruang keluarga sambil menoton TV bersama keluarganya. Walaupun susananya panas banget.

“ Bagaimana nak, apakah sudah bisa Aby tahu jawaban mu?”
“ Iya Aby, Shiba memilih sekolah di MU’ALLIMAT saja. Disana jurusan agama juga ada pramuka, jadi mudah-mudahan saja itu sekolah yang cocok untuk Shiba.”
“ Iya sudah nak, Aby dan Ummy setuju-setuju saja dengan keputusan mu. Besok pagi kita ke MA MU’ALLIMAT. Kamu persiapkan diri kamu ya?”
“ Iya Aby!”

Siang semakin garang. Mengucurkan keringat di sekujur tubuh Shiba. Saat ini Shiba sudah bisa mencium aroma siang. Shiba baringkan tubuhnya di atas ranjang, lagi-lagi Shiba merasakan aroma siang yang begitu menyengat. Handphone Shiba berdering, pesan singkat dari Tsaaqib.

“ Selamat bobok siang kawan, semoga boboknya nyenyak!!”
“ kenapa sih dia kirim pesan singkat seperti ini? Membuat hati ku semakin sakit saja. Kalau memang kamu masih sayang, kenapa harus begini caranya” kata hati Shiba.

Shiba mengirimkan kata-kata untuk Tsaaqib. Kata-kata ini adalah isi hati Shiba untuk Tsaaqib.
“ Aku mengucap sebuah kata cinta putih sebagai janji akan menjaga setiap detik perasaan kita, tetapi waktu yang berjalan membuat titik gelap dalam jiwa yang membuat aku terjatuh dan tidak kembali lagi. Ada satu hal terindah yang takkan pernah hilang saat aku bersamamu, hal itu adalah saat pertama kamu memberikan sebuah senyum indahmu kepadaku. Andai aku bisa mengulang sebuah kata yang tidak pernah terucap saat aku ada disampingmu, kata itu adalah AKU MENYAYANGIMU. Suatu hari aku memimpikan sebuah cerita cinta indah akan memilikimu, memiliki seseorang yang sangat aku sayangi. Tapi ternyata kau bukanlah menjadi impian seorang kekasih terakhirku, hanya bisikan yang memintaku untuk mencintaimu. Seluruh yang ada dalam dirimu adalah sebuah karunia yang tak pernah aku dapatkan lagi sekarang, mengapa? mengapa indah cepat sekali berlalu? aku tidak menggantikan setiap hela nafas sembari tersenyum denganmu, aku tidak tenang. Hilang sudah seseorang yang telah menjadi pelipur lara. Menjadi penerang dalam gelap. Menjadi udara dalam nafasku dan menjadi harap dalam impiku.Sekarang hanya sebuah nama yang teringat dalam lubuk hatiku, nama yang dulu sering kuucap saat ku bahagia dan saat ku sedih. Andai ada seribu musim yang aku jalani saat inipun tidak akan bisa menggantikan suara hati indah yang mengalun dalam hati ini. Terimakasih kawan atas pelangi yang kau ukir dalam hatiku.Eratkanlah selalu silaturrahmi mu walaupun kita tidak sepeti dulu lagi, tapi kita tetap menjadi kawan.”

***
Keesokan harinya Shiba dan Aby nya pergi ke MA MU’ALLIMAT NW PANCOR untuk mendaftar sebagai salah satu santriwati di sana. Pendaftaran, MOS dan pencarian kos-kosan berjalan dengan lancar. Hari pertama masuk agak sedikit gerogi namanya juga santriwati baru. Kesehariannya berjalan dengan lancar. Pulang sekolah tidak sengaja Shiba melihat seseorang yang mungkin dia kenal. Ternyata benar orang yang di lihat itu adalah Tsaaqib, Muhammad Tsaaqib Maritza Firdaus

“ Ya Allah kenapa mungkin dia bisa berada di sini? Kenapa mesti aku bertemu lagi! Hmm.. dia kawan ku sekarang. Aku tidak boleh memikirkan hal-hal yang tidak sepantasnya aku pikirkan.” Kata hati Shiba

Ternyata Tsaaqib juga sekolah di sana tetangganya MU’ALLIMAT yakni MA MU’ALLIMIN NW PANCOR. Shiba semakin sedih, dia berharap tidak bertemu lagi dengan Tsaaqib. Kalau bertemu lagi dia tidak bisa membendung air matanya, karna mengingat mana masa-masa indah bersama Tsaaqibb dan ke dua sahabatnya, Haura dan Siraaj.

Sesampai di kos-kosannya, Shiba menangis, menangis kenapa dia tidak bisa melupakan Tsaaqib. Sedangkan Tsaaqib sudah bisa melupakan dia. ” Tuhan tidak adillllllllll.., kenapa Aku tidak bisa melupakanmu.. kenapa selalu kamu.. kamu.. dan kamu.. dalam pikiranku, ya Tuhan..hilangkanlah dia dari pikiranku, Aku tidak berniat untuk membenci mu, tapi untuk saat ini Aku belum bisa menerima apa yang sudah kamu lakukan kepadaku dan persahabatan kita! ”ujar Shiba

Pukul setengah dua, matahari benar-benar tak selembut tadi pagi. Beberapa teman Shiba merebahkan tubuhnya hanya beralaskan karpet saja. Shiba membuka laptop melihat foto-fotonya bersama Tsaaqib dan sahabat-sahabatnya.”Tsaaqib.. kemana kamu yang dulu, yang sangat menghargai seorang wanita, melindungi seorang wanita. Aku, Haura dan Siraaj rindu akan kamu yang dulu. Masa lalu yang tidak akan pernah kami lupakan, akan selalu terukir dan tertulis dalam buku harian kami dan akan selalu kami kenang” Ujar Shiba

Shiba berpikir kalau dia terus-terusan begini tidak ada gunanya. Toh juga sekalipun dia menangis sampai matanya bengkak tidak akan bisa mengembalikan Tsaaqib seperti dulu lagi. Shiba membuka facebook, baru saja dia buka, ada pesan yang datang.

“ ciannnk,,,”
“jg,,,,”
“ school dmna? N clz brpa? “
“ Di Mumat, bru msuk MA.sebliknya?”
“kan tetangga.”
“ MAMIN,,,,?”
“bner bgetttt…..!!! ge dmna?”
“di kos,,,!”
“Lok bleh tau, Shiba kost.a d mna?”
“Di kos-kosan,,,!”
“Eeee, tega.a jwb qt kxk gt,, haduuuh!”
“he,,,,,he,,,,kan bner,,,,adk tw ngkoznya di kos2an,msk di lpangan MAMIN!! ndk mngkn khan?”
“Haha, brrt lom d pahami prtxa.an qt …! Ta txak lg ea kost.a d mna?”
“yha dk tahu koq,k2 nyak dmana almt koz adk khan?? adk tw mksdnya,pi adk sngaja jwb kos2an!!”
“Di blkang apollo ea tmpt.a Shiba kost?”
“ndk kak!!”
“Lok gg. Truz dmna?”
“k2 pngen tawu jha tw pngen tawu bnget,,,,,,?”
“Gg jd dh qt nxak, loek emg Shiba mlas jwb.a walau hya dgn 2 ibu jari, ,,!”
“bknnya gtw,,,,pi emang perlu k2 thu dmna kozx adk?? pa kah da kpntingan?? he,,,,he,,,”
“Hehe, pntng bget, qt mau prg mkan2, boleh kan?”
“mmm,,,bleh,,,,pi bwak mkanan sndri….he,,,heeee.”
“Shiba sh yg sdia.n kan qt tamu, dan tamu itw adlh RAJA.”
“lo’ ndk da mkanan,,,,truz Shiba kch k2 pha??”
“Ksh hati Shiba jg gpp, hahai, gombal, cnda.cnda.,,!”
“gmna cra ngasihnya?? ayo……..”
“gg tau jg,,,! Hehe, setau kk sh, d bdah dlu bdn.a Shiba, tgal d ambl ja lok qt d ksh,
gampank kan?”
“eeee,,,,,,mti sih kt!! k2 nhe,,,,,,,”
“gg sh, loek emg Shiba bner2 ikhlas ksh qt..!”

***
Shiba sekarang merasa agak baikan dari sebelumnya. Karna dia sudah punya kenalan. Sebagai kawan baru baginya.Walaupun kawan yang lama belum bisa di lupakan. Bintang malam bertaburan, dewi malam pun keluar dari peraduannya. Shiba mengambil air wudhlu, tidak sengaja setelah selesai wudhlu Shiba melihat Tsaaqib lewat di depan kos-kosannya,Shiba hanya menunuduk dan tidak berani mengatakan apa pun. Apa lagi sampai menatap wajahnya Tsaaqib. Solat di iringi dengan menetesnya air mata begitu perih, Shibaa hanya berharap persahabatannya dengan Tsaaqib bisa kembali utuh. Tapi mungkin itu permintaan yang terlalu besar bagi Tsaaqib untuk mengulang semuanya. Shibaa berharap Tsaaqib tidak akan pernah lupa dengan dia,Haura,Siraaj dan persahabatan mereka. Seusai solat dan berdo’a Shiba membuka Hizib Nahdlatul Banat untuk menghapal,karna tugas dari ummy ke-NW-an di Madrasah. Beberapa lembar sudah di hapal.Tidak terasa azan isya pun terdengar,Shiba tidak membuang-buang waktu untuk solat. Seusai solat Shiba mengambil laptopnya dan membuka facebook. Ternyata ada pesan lagi.

“ge ngpaen,,,?”
“ ge ddk jha,,,!”
“oooww,kok tumben gg buat status kyak koran lagi?kan kbiasaan.a gt.”
“mmm,,,,ge nggk mut bkn status!!”
“hehe….!!!ea dah, ummm btw loem ngntuk ke???”
“lhom,,,!!”

Lama menunggu balasan dari Fawwaz,Shiba merasa kesal.” Huuh,,,koq lama banget sih di balasnya!!”ujar Shiba yang tidak sabar menunggu balasan dari Fawwaz.Tidak lama kemudian pesan dari Fawwaz datang juga.

“he,,he,,sorry,tlat blz,,!”
“yha tak pha lah,,,”
“gnteng jga pcr.a ea…!!”
“pcr,,,yg mna??”
“aduh kok nanyak.a kyak gt? emg banyak ea pcr.a?”
“eeee,,,,,,knpa adk nyak gtw,,,,krna adk ndk punya pcr,,,,,mkanya adk bingung,,,,,”
“kata.a tadi pcr eang mana, kan lok nanyak kyak gt pasti banyak pcr.a.”
“ndk msti khan??”
“ea lok dlm bhs itw mununjukkan makna banyak. pertanyaan.a itw.”
“mmm,,,,mklum bkn ank bhsa,,,,,pi tw kn tdk terfokus sma stu arti…”
“hahah emg bgtu, lok nag bhas,”
“ooo,,,,,,intinya khan,,,ndk adk punya pcr,,,,trz foto yg mna mksdnya??”
“gg tau tp, mkin adk.a ea yang skolah di mumin itw?”
“yg mna??”
“Tsaaqib,,,”
“mm,,,,tu kawan.”
“kwn re mna?”
“ re Mts!”
“owww, ea….lp.”
“mmm,,,,,knpa mang k’??”
“gg da, cma nyak ja ri td,,, btw dah slat lom?”
“ooo,,,,,,dh!!”
“mmm, lok mkan?”
“alhmdlllh dh!!”
“pa lauk.a?”
“tlor mha mie!!”
“ummm kita kesana mkan bleh gg…? mumpung enak lauk.a.”
“ooo,,,,mf dah hbis lauknya,,,,,he,,he,,”
“hahaha, cpet.a blg gt,, qt cma cnda td deq.”
“he,,,he,,,cnda jg koq kak.,,,,,”
“jd di ksh qt ksna ma adq?”
“k2 ngpaen kecni?? mang k2 thu tmptnya dmna??”
“kan qt mo perg makan di kos adq ………….di kost tercinta. Shibah ndri d mna tmpt.a kost?”
“bkn Shibah,,,,pi Shiba!! di kos2an!!”
“heehe gpp slh sdikit, kok lg di jwb pertanyaan qt kyak gt? bleh gg qt mnta no hp.a Shiba?”
“ndk da hp!!”
“owww ea dah lok gg punya, tp q gg yakin.”
“what ever!!”
“hehehe, ea dh.”
“gih,,,,,”
“o ea, lok emg bnr gg punya hp qt lwat fb za.”
“gih,,,,”
“emg d mna kos.a yg bnr?”
“di dpen TK Siti Khadijah pancor!”
“d mna? kok q gg tau?”
“cri sndri,,,,,he,,,he,,,,”
“ea daaahh waluapun aku hrus brsusah payah.”
“he,,,,he,,,,”
“hmmm, ne Shiba ketawa ato Shiba sexum…?”
“snyum.,,,,,”
“owh, bgus dh n perbanyak lah senyum, karna sexum itw sdekah..!

Tidak terasa waktu terus berlalu, jam sudah menunjukkan pukul 09.30. Waktunya untuk istrahat. Shiba pun mengambil air wudhu sebelum tidur. Dan merebahkan tubuhnya di atas springbed yang empuk .Tidak lupa membaca do’a agar terjaga dari hal-hal yang tidak di inginkan.
***

Raja pagi sudah muncul. Waktunya Shiba bergegas untuk pergi sekolah. Kebetulan hari ini dia jaga di depan gerbang sekolah. Biasa anggota OSIS.” Hmmm.. pagi ini cerah banget deh. Mudah-mudahan saja hari ini sesuai dengan kegiatan apa yang Aku lakukan sekarang. Amien..” ujar Shiba

Proses belajar mengajar berjalan dengan lancar, tugas pun sudah selesai.” Alhamdulillah akhirnya pulang juga.. mmm..,” ucap rasa syukur Shiba. Pulang sekolah Shiba solat, makan dan istirahat sambil buka laptop untuk mencari tugas ke-NW-an di internet tentang sejarah berdirinya NWDI dan NBDI serta pendirinya.

“TGKH MUHAMMAD ZAINUDDIN ABDUL MAJID beliaulah yang menderikan NWDI dan NBDI. Sejak masa kecilnya beliau terkenal sangat jujur dan cerdas, ciri-ciri kesalehan sudah nampak dari pembawaan dan sikap kesehariannya, lebih-lebih beliau sangat berbakti kepada kedua orang tuanya. Oleh karena itu, sebagai anak bungsu dari enam bersaudara, tidaklah mengerankan jika kedua orang tuannya menumpahkan kecintaan dan kasih sayang kepadanya yang selanjutnya sebagai modal utama beliau dalam mengarungi perjalanan menuntut ilmu.Keluasan ilmu yang didukung oleh pengalamannya yang banyak telah menyebabkannya mendapatkan kemudahan dalam merangkai kata-kata dan kalimat dalam rangka menulis karya ilmiyah yang ingin ditulisnya, baik dalam bahasa Arab atau pun dalam bahasa Indonesia. Nahdlatul Wathan berasal dari dua kata Arab, yaitu : “Nahdlah” dan “al wathan”. Nahdlah berarti kebangkitan pergerakan, pembangunan. Al Wathan berarti tanah air atau negara. Jadi Nahdlatul Wathan adalah kebangkitan tanah air, pembangunan negara atau membangun negara.Hmmm,,,masih kurang lengkap nih,,,mesti cari referensi yang lain lagi deh,,,mmm,,,,,”
Sambilan mencari referensi lain, Syifa membuka facebook ternyata ada pesan lagi.

“As.wr.wb.”
“ Ws.wr.wb.k2 bsa maen gtar??”
“insa allah bisa, emg knp?”
“ndk dha,coz a diftonya k2 ge pgang gtr,,,,lgu pha jha g bsa k2 maenin pke gtr??”
“bayak,,! N Kok nayak kxk gt, emg qt mau d sruh ngamen ea lok banyak lgu.a..? Aduhhh.”
“ee,,,k2 nhe,,,laen2 jha,,,kali jha khan mu nyanyiin bwt adk stw,,,lgu jha,,,gtw,,,,”
“owh, bisa…! tp kan g mna adk Shiba mau dgr suara qt…?”
“lwt hati khan bsa,,,,,he,,,he,,,cube,,,,”
“eis,,! bisa jg lebay ya…”
“cma sekali,,,,he,,,he,,,”
“hehe..! Ea dhhh,,,”
“gih,,,,,ayo dah k2 nyanyi,,,,”
“g mna mau nyanyi, kan gtar.A lg d pnjem, n kan prcuma jg lok qt nyanyi adk gg bsa dgr.”
“mang ndk bs anyanyi lo’ ndk pke gtar?? kan bsa lwt hati dngernya!!”
“owh, bisa sh bisa,v gg enak d dgar kan lok gg pke music. suka xaxi lewt ht jg?”
“gih,,,,,kak,,,,”
“mmm, g mna rasa.a?”
“kdng skit kdng jg,,,,,bhgia,,,,,tergntung suasana hti,,,,”
“tp yg pling sring skit ea..!”
“ndk jg,,,,seimbng,,”

Lama saling kirimi pesan lewat facebook. sekarang saling telphonan dan kirimi pesan lewat handphone. Dengan berjalannya waktu setiap malam Fawwaz menelpon Shiba. Mengajarkannya main gitar, membangunkannya solat tahajjud. Tidak lupa juga Wahid selalu menanyakan Shiba sudah makan apa belum. Wahid begitu perhatian sama Shiba. Apa lagi yang paling romantis, di saat Shiba menyanyikan lagu Noah, semua tentang kita sambil main gitar. Shiba menjadi tambah kagum terhadapnya. Bagi Shiba, Muhammad Mumtaaz Fawwaz Raafi’ adalah lelaki yang sangat menghormati dan mengerti wanita. Bahkan lebih dari Tsaaqib kawannya dulu. Tapi sampai saat ini Shiba belum bisa untuk melupkanTsaaqib.
***

Suatu ketika perasaan yang aneh timbul dalam diri Shiba. Perasaan apakah itu? Shiba merasakan Susana yang berbeda ketika telphonan ataupun saling kirimi pesan bersama Fawwaz. Dia merasa sangat nyaman dan nyambung, bahkan sesekali dia tersenyum setiap datang balasan pesan dari Fawwaz.

“adek,,,ol ayok,,,!” kata Fawwaz manja mengirim pesan singkat ke handphone nya Shiba
Shiba hanya tersenyum membaca pesan dari Fawwaz,” Sebentar ya kak,adek menghapal syair dulu,soalnya besok pelajaran adik menghapal.” Selesai menghapal Shiba langsung buka laptop dan membuka facebook.percakapan antara mereka pun di mulai.
“yha nhe adk old,,,,”
“hehehe,, g va?”
“ge,,,brpkir pha yg hrus adk lakukan,,,,,,bingung,,,,,smbil dnger lgunya,,,,ST 12 cinta tak direstui,,,,,”
“hahaha… emg cnta.a cp yang gg d restui?”
“nhe cintanya ST 12,,,,,”
“oooww krain Shiba.”
“adk jha msih mncri,,,,,”
“oooowww,, emg btuh?”
“smw orng btuh cnta,trmsuk adk,,,,,,k2 jg khan,,,,?”
“ea jg sh tp kan ada wktu.a qt mmbthkan itw smua.”
“cnt tw bermcm2,dha yg dibtuhkn tuk bsoknya,skrng bhkn bsa jg dtik nhe,,,,”
“ea sdah. qt sma2 mmbtuhkn itw.”

***
Setelah lama saling kenal dan mengerti satu sama lain Shiba dan Fawwaz hubungannya semakin erat saja. Shiba merasakan sudah ada pucuk-pucuk cinta yang akan berbuah di antara mereka. Suatu ketika Shiba mendapat kiriman pesan dari Fawwaz

“ Ya Allah kenapa begini, apakah Aku ada salah sehingga cobaan-Mu begitu berat terhadap hamba-Mu. tidak ada yang perduli terhadap Hamba Ya Allah.”

Shiba bingung dengan pesan singkat yang di kirim Fawwaz. Shiba mencoba menanyakan apa sebabnya Fawwaz mengirimkan pesan dengan kata-kata seperti ini ke dia.

“ k2 knpa,,,pa kh dha perkta2n adk yg slh ma k2??”
“ kk dah jtuh re mtor deq,,,ahhh,,,Ya Allah,,,skit,,,,,,!!”
“ Astagfirullahalazim,,,,,knpa bsa bgtw,,mang k2 dah ngpain? Koq smpai bsa jtuh re mtor!”

Fawwaz menceritakan semuanya kepada Shiba. Setelah mendengar cerita tersebut Shiba marah sekaligus khawatir banget dengan keadaan Fawwaz. Dia marah karna Fawwaz tidak hati-hati naik motornya dan tidak memakai pengaman dan dia khawatir kalau Fawwaz kenapa-napa nantinya. Lebih dari seminggu Fawwaz sakit tidak bisa jalan, tidur tidak pernah nyenyak, makan pun tidak pernah enak. Dan yang paling Fawwaz sesali, selama seminggu dia tidak bisa masuk sekolah. Dan selama itu pun Shiba selalu ada di samping Fawwaz. Sekalipun jauh di mata tetapi dekat di hati mereka.

Dengan adanya Shiba, Fawwaz bisa tertawa, makan dengan enak, tidur pun bisa nyenyak. Dari sanalah Fawwaz merasa berhutang budi sama Shiba. Fawwaz sakit-sakit begini sempat saja mengarang puisi untuk Shiba. Kebetulan Fawwaz mengambil jurusan Bahasa di MA Mu’allimin NW Pancor. Itu sebabnya kata-kata nya puitis. Shiba merasa bahwa Fawwaz adalah benar-benar pengganti kawannya yang dulu. Sedikit bait puisinya berbunyi seperti ini.

Berharap menemukannya di bingkai orang lain..!

Terkadang aku ingin selalu bersamanyaa, terkadang ku ingin selalu menyentuhnya dan seterusnya hingga lelah menuntunku terlelap,

Ada kalanya aku tidak bisa memejamkan mata, denyut nadiku, degub jantungku, seiring nafasku, memburu akan selalu ku kenang ia, tapi kini dia telah pergi melpaskan genggamannya.

Selamat jalan bungaku, hanya engkau yang bisa dan tak tergantikan. Hari ini dan seterusnya aku akan melewatinya sendiri, meskipun bungaku telah pergi, dan aku yakin suatu saat nanti ia akan pasti melupakanku, namaku, suaraku, seiring waktu yang tidak berpihak pasti akan hanyut dari ingatannya tentang ia telah bersamaku, tapi khayalanku terlalu tinggi untuk menemukannya di bingkai orang lain dan saat itulah sugguh hari bahgiaku telah tiba…

Membaca puisi tersebut, Shiba terharu dan semakin kagum terhadap sosok Muhammad Mumtaaz Fawwaz Raafi’ ini. Setelah sembuh dari sakitnya Fawwaz sangat bersyukur masih diberi kesehatan oleh Allah. ” Semua ini juga berkat do’a adik,terimakasih ya dik.” Ucap Fawwaz untuk Shiba. Shiba hanya membalas denga senyuman manis.
***

Pernah suatu ketika ada masalah yang membuat Shiba tersinggung. Sehingga membuat hubungan Shiba dan Fawwaz menjadi renggang. Sampai beberapa bulan mereka tidak saling menghubungi. Nomor Fawwaz pun Shiba hapus dan berusaha melupakannya. Walaupun agak sedikit susah, tapi ternyata bisa juga. Sekarang Shiba hanya bisa berbaring di atas tempat tidur, setiap hari bermain dengan obat-obatan yang dia tidak tahu sama sekali itu obat apa. Penyakit itu menyerangnya setelah beberapa bulan tidak saling menghubungi dengan Fawwaz. Shiba sendiri tidak tahu penyakit apa yang di deritanya. Keluarga sengaja menyembunyikan itu dari Shiba, takutnya nanti pikiran Shiba akan terganggu. Itu sebabnya penyakitnya Shiba sangat di rahasiakan. Hari-harinya ditemani dengan sebuah laptop dan sebuah penyesalan. Menyesal kenapa harus ada pertemuan dan harus berpisah.

Keluarnya dari rumah sakit, Shiba mengucapkan syukur yang teramat besar.” Syukron katsyir Ya Allah.. engkau masih memberikan Aku kesempatan untuk sehat.. sekalipun sehat ku belum benar-benar sehat, tapi Aku yakin engkau sayang terhadap hamba-Mu ini.”

Shiba tidak mau berlama-lama di rumah, dia langsung meminta untuk pergi ke pancor. Karna dia merasa dirinya sudah sehat. Dan lama tidak masuk sekolah sudah berapa banyak pelajaran yang tertinggal .Tidak ada alasan bagi keluarga untuk menahannya tetap di rumah. Karna keluarga mengaku kepada Shiba bahwa sakitnya Shiba hanya sakit biasa saja. Padahal keluarga menyimpan segumpulan kekhawatiran terhadap kondisi Shiba yang sekarang. Tapi apa mau di kata, hanya untuk menjaga perasaan Shiba agar tidak kepikiran terus dengan penyakitnya.
***

Sesampai kota santri, Shiba melihat kamar yang sudah lama di tinggal tertutup oleh debu. Tidak lama setelah itu, ”Salamun,,salamun.. kamiskil khitam… alaikum.. uhaibabana ya kirom.. salamun.. salamun kamiskil khitam.. alaikum uhaibabana ya kirom.,!” handphone nya Shiba berdering, nomor rahasia.

“Assalamu’alaikum warihmatullahi wabarokatuhu!”
“Wa’alaikumussalam warohmatullohi wabarokatuhu!”
“Maaf,,siapa ya?”
“Siapa ayo?”
“ooo,,,,kak Fawwaz??”
“gih,,,ternyata suara kakak masih di kenal!”
“Ya lah,,,alhamduliilah masih adik ingat!”
“Mm,,,kenapa adik menghilang?”
“ Menghilang? Tidak pernah adik menghilang kak!”
“ Tadi kakak sengaja lihat nomor-nomor di hanphone kakak,dan kakak lihat nomor adik,ya kakak telpon,mumpung gratis!”
“ Mm,,,begitu,,,adik kira kakak sudh lupa sama adik!”
“Mungkin adik yang lupa sama kakak,kalau kakak lupa kenapa kakak telpon adik sekarang.”
“Gih dah,,,!”

Lama percakapan antara mereka berlangsung, Azan maghrib pun sudah terdengar, Shiba teringat alunan nada indah, di saat Tsaaqib mengumandangkan azan, waktu itu masih MTs dan solat berjama’ah di masjid.” Masyaallah.. kapan lagi suara itu akan terdengar..,!” Ucap Shiba
***

Suasana pagi begitu indah dan cerah. Syifa memulai harinya dengan berjalan menuju sekolah sambil membawa kitab Ta’limul Muta’allim. Syifa bersyukur tidak salah orang tua Syifa menyekolahkan Syifa di kota santri ini.Syifa menjulukinya sebagai kota pelipur lara bagi para santiwan/santriwati.

“ Trimakasih Ummy.. Aby..,berkat do’a Ummy dan Aby..Syifa bisa mejalani ini semua. Syifa sayang Ummy dan Aby. Syifa janji Syifa akan belajar dengan rajin agar bisa menjadi kebanggaan Ummy dan Aby. Syifa ingin menjadi ustazah yang sukses yang bisa membahagiakan kedua orang tua Syifa yakni Ummy dan Aby, tentunya bisa berguna bagi Agama, Nusa dan Bangsa.”Harap Syifa

“Dan teruntuk kak Fawwaz ,terimakasih kakak sudah menjadi penutup luka yang sangat dalam di hatinya adik, adik mengagumi kakak kerana agama yang ada pada diri kakak. Akan tetapi adik tidak mau menyentuh hati kakak sebelum kakak halal bagi adik. Hanya lantunan sebait do’a yang mampu adik panjatkan disujud sepertiga malam adik. Seperti apa yang sudah sering kita lakuakan bersama. Bukan cinta sembarang cinta tapi adik hanya ingin cinta yang halal dimata Allah. Untuk itu adek tidak berani menyentuh kehidupan sebelum kakak halal bagi adik.Satukanlah hati hamba dan hatinya untuk beribadah kepada-Mu. Buatlah hamba yang ada dihatinya setelah Engkau dan Rasul-Mu. Sampaikan kepadanya bahwa hamba merindukannya. Adik selama ini hanya diam, diam kerana tak ingin menodai hati kita, diam kerana tak ingin merusak iman dan taqwa kakak.diam kerana tak ingin menzinai hati kita. Dan diam kerana adik hanya ingin cinta yang halal dimata Allah .Jika memang kakak adalah pasangan tulang rusukku. Meski kita hanya bertemu sekejap, tapi akan di pertemukan lagi. Tiada yang tidak mungkin jika Allah sudah berkehandak. Untuk itu kita terus memohon, meminta, tawakkal dan ihktiar pada Allah. Jika memang kita berjodoh biar dengan cara-Nya yang indah. Aamiin ya Rabbal’alamin. Tterimakasih kakak sudah menghapus kabut malam di hatinya adik di tempat yang begitu banyak barokahnya di kota santri ini.”

***
Shiba merasa menjadi wanita yang yang begitu spesial di mata orang tuanya terutama di mata Fawwaz. sebagai kota peilpur lara bagi para santriwan/santriwati, Shiba menjulukinya seperti itu.Pantaslah YPH PPD NW PANCOR (Yayasan Pendidikan Hamzanwadi Pondok Pesantren Darunnahdlatain Nahdlatul Wathan Pancor) Kecamatan Selong Kabupaten Lombok Timur Provinsi Nusa Tenggara Barat. menjadi incaran bagi penuntut ilmu.santriwan/santriawati nya bukan hanya berasal dari pulau Lombok saja bahkan di luar Lombok juga ada,seperti Sumbawa, Bima, Dompu, Sulawesi, Bali,Flores ,Jawa, Sumatra. Bahkan banyak alumni-alumni kota santri ini mejadi guru,p egawai bahkan jadi tuan guru yang tersebar di pulau Lombok sampai keluar daerah.

“ Kota santri.. kota yang penuh barokah.. Disilah Aku mendapatkan begitu banyak pengetahuan dan wawasan. Disi lah Aku di ajarkan begitu banyak hal. Kota santri akan selalu terukir dan tertulis dalam buku harianku.Kota santri sebagai pelipur lara dan sekaligus penghapus kabut malam yang menutupi hati ku.” Ucap Shiba

TAMAT

Leave a Reply