By   December 9, 2009

 

[Sasak.Org] Pada zaman dahulu nenek moyang kita hidup berpindah-pindah dari satu tempat ke tempat lainnya untuk mengumpulkan bahan makanan dari hewan

dan tumbuhan. Masa seperti ini di sebut dengan masa meramu. Nenek moyang kita yang tinggal di daerah Belongas, Sekaroh dan sekitarnya mulai bercocok tanam sehingga pada saat ini daerah tersebut kurang subur itu sebabnya daerah Belongas, Sekaroh dan sekitarnya sekarang ini banyak di tumbuhi semak belukar.

Kehidupan nenek moyang kita pada saat itu sudah mulai menetap (bertempat tinggal) secara berkelompok. Dengan demikian, hidupnya sudah lebih teratur dan membentuk pemimpin-pemimpin di tempat tinggalnya. Pemukiman masyarakat zaman prasejarah dibagi menjadi 2 (dua) yaitu :

1.     Pemukiman di Daerah Pesisir Pantai.

Nenek moyang kita yang tinggal di pesisir pantai mengambil makanan dari pantai dan laut. Bukti tentang keberadaannya adanya alat yang ditemukan seperti jaring (kerakat), alat penangkap cumi-cumi, adanya sisa kerang

2.     Pemukiman di Daerah Pedalaman

Nenek moyang kita yang tinggal di daerah pedalaman (hutan) mengambil bahan  makanannya  dari  hutan  maupun  sungai-sungai yang ada di dalam hutan. Adapun jenis alat yang telah ditemukan dan kini disimpan di Museum NTB yaitu alat-alat berburu seperti tombak, iwus, jaring, kodong ipin untuk menangkap udang, kodong lindung  untuk menangkap belut dan sebagainya.

Dikutip dari

BAHAN AJAR
MUATAN LOKAL GUMI SASAK
TERINTEGRASI BUDI PEKERTI
[ Untuk Sekolah Dasar Kelas IV]
H. SUDIRMAN, S. Pd
BAHRIE, S.Pd
LALU RATMAJA, S.Pd
Editor: DRS. Gupron