By   September 28, 2009

Bukti Arkeolog: Gerabah di Gunung Piring

[Sasak.Org] Hasil penemuan arkeologis di Gunung Piring,  desa Truwai Kecamatan Pujut, Lombok Selatan oleh proyek penggalian dan penelitian purbakala Jakarta tahun 1976 adalah periuk utuh, kereweng, kerangka manusia, sisa kulit kerang, arang, fragmen logam dan binatang.

Dari hasil  tersebut , disimpulkan  bahwa   kira-kira  pada akhir zaman  perunggu,   enam  abad  yang  lalu   pulau  Lombok bagian Selatan telah  dihuni  oleh  sekelompok  manusia  yang   sama  kebudayaannya dengan penduduk ; (1) penduduk di Vietnam Selatan di Gua Tabon dan Gua Sasak, (2) penduduk di pulau Pallawan-Filipina, (3) penduduk di Gilimanuk Bali, (4) penduduk di Malielo-Sumba. Menurut Drs. M. Sukarto dan Prof Solheim, guru besar di Universitas Hawai, kebudayaan mereka di Gunung Piring itu termasuk ke dalam Shan Huyn Kalanny Tradition.

Bagian Selatan telah  dihuni  oleh  sekelompok  manusia  yang   sama  kebudayaannya dengan penduduk ; (1) penduduk di Vietnam Selatan di Gua Tabon dan Gua Sasak, (2) penduduk di pulau Pallawan-Filipina, (3) penduduk di Gilimanuk Bali, (4) Penduduk di Malielo-Sumba. Menurut Drs.M. Sukarto dan Prof Solheim, guru besar di Universitas Hawai, kebudayaan mereka di Gunung Piring itu termasuk ke dalam Shan Huyn Kalanny Tradition. (Prima Dewi, 1994).

Dikutip dari

BAHAN AJAR
MUATAN LOKAL GUMI SASAK
TERINTEGRASI BUDI PEKERTI
[ Untuk Sekolah Dasar Kelas IV]
H. SUDIRMAN, S. Pd
BAHRIE, S.Pd
LALU RATMAJA, S.Pd
Editor: DRS. Gupron