Selasa, Februari 09, 2010
   
Text Size

Pencarian Artikel

Mengenang Pertempuran 7 Juni 1946 di Selong NTB

Pertempuran Selong 1946Lombok Timur [Sasak.Org] Di Kota Selong sebagai pusat Pemerintahan di Lombok Timur ditempatkan markas tentara NICA. Tentara NICA ini dinamakan Gajah Merah. Tangsi tentara NICA ditempatkan di tengah Kota Selong. Sebelumnya tempat ini adalah milik pengusaha Cina yang masa pendudukan Jepang dijadikan gedung penampungan kapas. Pada masa Jepang, rakyat memang diwajibkan untuk menanam kapas, jarak dan tarum dan lain-lain tanaman yang sangat dibutuhkan logistik tentara pendudukan. Dengan datangnya tentara NICA, gudang milik perusahaan perkapasan NAMCO ini dijadikan markasnya.

Setelah gagalnya penyerangan markas tentara NICA pada tanggal 2 Juni 1946 dan penangkapan para pemimpin pejuang di daerah, para pejuang yang masigh bebas dari tangkapan NICA mengadakan hubungan-hubungan dan koordinasi untuk mengadakan perlawanan kembali.

Pada hari Kamis, 6 Juni 1946 di rumah H. Muhammad, desa Pringgesela, penyerbuan itu direncanakan. Bersama Sayid Saleh, Djumhur Hakim dari Lendangnangka, Muh. Syah dan Maidin dari Selong, Sayid Salim dari Tebaban, Amaq Arisah dari Anjani membahas taktik penyerangan. Hari itu juga Sayid Saleh dengan Djumhur Hakim pergi ke Lenek dan Kalijaga untuk menghimpun laskar yang akan bergabung dengan Lasykar Sayid Saleh di Pringgesela nanti. Diputuskan penyerbuan harus dilakukan secepatnya sebelum pihak NICA mengadakan penangkapan-penangkapan kembali. Strategi penyerbuan diatur. Lasykar-lasykar pejuang dari Tebaban, Dasan Borok, Suralaga, Anjani, dibawah pimpinan Sayid Salim, Amaq Arisah, Muh. Syah dan Maidin akan mengadakan penyerangan dari sektor utara.

Lasykar dari Pringgesela, Lendangnangka, Kumbung dan Danger serta Kalijaga dan Lenek mengadakan konsentrasi di Danger untuk kemudian bergerak ke Selong. Pasukan ini akan memasuki Kota Selong dari Sektor Utara.

Pimpinan pejuang rakyat dari Pancor, H.Moh.Faisal, mengadakan koordinasi dengan Sayid Saleh di Pringgasela. Dicapai kesepakatan untuk mengadakan konsentrasi pasukan di Bungbasari pada tengah malam sebelum penyerbuan.

Selepas Asyar Lasykar BASMI pimpinan Sayid Saleh dari Pringgasela bergabung dengan Lasykar Banteng Hitam pimpinan Djumhur Hakim di Pertigaan Kultur. Kemudian berikutnya menggabung lasykar-lasykar dari Kumbung dan Danger. Menelusuri jalan-jalan kecil yang aman dari incaran kaki tangan NICA, pasukan bergerak secara sembunyi-sembunyi melalui Lendang Keseo, Rumeneng, Utara Padamara ke Timur Paok Pampang. Ditempat ini bergabung lasykar dari Dasan Lekong pimpinan Lalu Muhdar menuju Pancormanis, ke pertigaan denggen menuju Batu Belek, ke dusun Ketangga melalui utara gunung kembar sampai tempat konsentrasi pasukan di Bungbasari. Di Bungbasari strategi penyerbuan markas NICA di Kota Selong dimantapkan.

Hari Jum’at malam Sabtu tanggal 7 Juni 1946 dini hari dengan suara takbir yang bergemuruh “ Allahu Akbar “ Lasykar-lasykar pejuang Lombok Timur dengan sejata-senjata keris, golok, kelewang, bamboo runcing dan lain-lain mengempur tentara NICA di markasnya sendiri. Sayid Saleh, H. Moh. Faisal dan Abdullah, tiga orang pelopor penyerangan memasuki markas NICA. Mendahuli pasuakan lainnya Sayid Saleh dan kawan-kaawannya, pejuang muda yang tak pernah absen dalam setiap perlawanan terhadap penjajah di Lombok Timur mengamuk dengan kelewangnya membabat tentara NICA yang panik karena seranggan mendadak ini. Ketika Lasykar-lasykar berikutnya mulai merangsek tentara NICA ini, pihak mereka mulai menyadari serbuan ini. Tembakan membabi buta dilepaskan, peluru suar ditembakkan ke udara menyebabkan Kota Selong dan sekitar markas menjadi terang benderang.

Paasukan Lasykar Rakyar mundur teratur karena tidak dapat mengimbangi peralatan persenjataan musuh. Persenjataan memang senjata tradisional, diketahui waktu itu senjata api berupa pistol hanya sepucuk yang dipegang oleh H.Moh.Faisal.

Malam itu pada pertempuran 7 Juni 1946 di Kota Selong, Sayid Saleh bersama H.Moh.Faisal, dan Abdullah gugur di markas tentara Gajah Merah. Sementara di pihak musuh sejumlah 8 orang tewas. Malam itu secara rahasia semua tentara Nica yang tewas ini diangkaat dan dikuburkan di Mataram.

Pada esok harinya ketiga jenazah pejuang ini dimakamkan oleh para santri dari perguruan NW Pancor. Atas petunjuk TGH.Muhammad Zainuddin Abd.Majid, jenazahnya dimakamkan sebagai sayid di perkuburan umum Selong.

Tidak seimbangnya kekuatan dalam perlawanan rakyat ini memang sudah dapat dibanyangkan. Terbatasnya pengalaman perang dari Lasykar dan rakyat sangat terpengaruh, disamping tersedianya persenjataan. Strategi yang tidak didukung penguasaan sandi-sandi peranng menyebabkan lemahnya pertukaran informasi antara Lasykar. Lasykar rakyat hanya dibekali tekad dan semangat, serta keyakinan akan perjuangan mempertahankan kemerdekaan, tiada pilihan lain “ Merdeka atau Mati”. (Hubkominfo)

Dikutip dari : Buku Sejarah Perjuangan Kemerdekaan RI di kabupaten Lombok Timur Nusa Tenggara Barat, Dewan Harian Angkatan 45 Lombok Timur, 1994. (lotim)

Trackback(0)
Comments (3)add comment
Le Mujitahid Amien: ...
Salam, sayang banyak peninggalan sejarah yang hilang di lotim, salah satunya adalah peninggalan NICA dulunya ada " bangunan gedung " di seputar jalan utama dari seelong ke lab.haji persisnya di depan lapangan " gandor " bersebelahan dengan kantor telpon atau sebelah kirinya kantor DPRD Lotim di bongkar pada tahun 1976 an waktu bupatinya Alm, Kol SAFARWADI, saya protes dikoran "KOMPAS" dan pemda Lotim membela diri dan saya di benturkan waktu itu dengan hak jawabnya pemda Lotim dengan meng counter tulisan saya oleh kakak kandung saya sendiri kepala humas pemda lotim Ishlah El Wathan,-
Tapi itu sudah berlalu, mulai sekarang hemat saya pemda lotim maupun lombok khususnya seharusnya melalui dinas kebudayaannya meng inventarisir tentang sejarah "teu sasak" ini, salah satunya yah kuburan china yang di sisik sana, kan sisik adalah ibu kota lotim pertama sebelum dipindahkan ke selong dan juga bagaimana " memberdayakan lapangan terbang "rambang" antara lb.haji - tg luar bagaimanapun juga mempunyai " nilai sejarah " waktu mendaratnya pasukan jepang disana.
1

report abuse
vote down
vote up
November 23, 2009
Votes: +0
Saya bersekolah di gedung Nasional bekas Nica itu (dekat telkom) dan saya bermain semasa kecil di gedung Gabimas depan masjid Al Mujahidin.Dua gedung itu hancur oleh kebodohan para pemimpin kita yg tak mengerti makna sejarah kotanya. Ibu saya adalah saksi pertempuran di Gabimas itu. Saya sempat bertemu dan berbincang dengan beberapa pelaku pemberontakan itu. Sayang sejarah ditulis setelah para pelaku meninggal. Salah satu pelaku adalah Alm. M. Saad pendiri Muhammadyah cab. Rumbuk, beliau sempat menulis dan naskahnya disimpan putra beliau di Rumbuk.
2

report abuse
vote down
vote up
November 24, 2009
Votes: +0
Le Mujitahid Amien: ...
Salam, ape kabar meton Hazairin ?, masih di rusia sana,
piran tulak ?,dendek sue lalok lek gumi paer dengan leun
lupak side ngaken pelecing dit antap sik lek kebon talo,
nengke araq lesehan lek julun lapangan pacuan kuda gandor
sino.he..he..
3

report abuse
vote down
vote up
November 24, 2009
Votes: +0

Write comment
quote
bold
italicize
underline
strike
url
image
quote
quote
smile
wink
laugh
grin
angry
sad
shocked
cool
tongue
kiss
cry
smaller | bigger

security image
Write the displayed characters


busy


Akses Sasak.Org Melalui Perangkat Seluler Anda www.m.sasak.org

Ucapan Terimakasih

Unitiga Rekayasa System

Pengunjung

Kami memiliki 50 Tamu online

Revolver Map

Login Form

Kosakata Hari Ini

Pemban Selaparang

Pemban Selaparang adalah orang yang dipilih untuk menuntun dan mengusahakan kesejahteraan bersama. Rahayu Pemban Selaparang berarti Selamat Sejahtera Pengemban Amanat Rakyat.
 

AISC-Taiwan

Annual Indonesian Scholar Conference in Taiwan

Shout Box