Jumat, September 03, 2010
   
Text Size

Pencarian Artikel

Sejarah Kerajaan di Lombok

Sejarah Kerajaan di Lombok

[Sasak.Org] Merekonstruksi sejarah Kerajaan Selaparang menjadi sebuah bangunan kesejarahan yang utuh dan menyeluruh agaknya memerlukan pengkajian yang mendalam. Permasalahan utamanya terletak pada ketersediaan sumber-sumber sejarah yang layak dan memadai. Sumber-sumber yang ada sekarang, seperti Babad dan lain-lain memerlukan pemilihan dan pemilahan dengan kriteria yang valid dan reliable. Apa yang tertuang dalam tulisan sederhana ini mungkin masih mengundang perdebatan. Karena itu sejauh terdapat perbedaan-perbedaan dalam pengungkapannya akan dlmuat sebagai gambaran yang masih harus ditelusurl sebagal bahan pengkajlan leblh ianjut.

Agak sulit membuat kompromi penafsiran untuk menemukan benang merah ketiga deskripsi di atas. Minimnya sumber-sumber sejarah menjadi alasan yang tak terelakkan.

Zaman Majapahit

Menurut Lalu Djelenga (2004), catatan sejarah kerajaan-kerajaan di Lombok yang lebih berarti dimulai dari masuknya Majapahit melalui exspedisi di bawah Mpu Nala pada tahun 1343, sebagai pelaksanaan Sumpah Palapa Maha Patih Gajah Mada yang kemudian diteruskan dengan inspeksi Gajah Mada sendiri pada tahun 1352.

Ekspedisi ini, lanjut Djelenga, meninggalkan jejak kerajaan Gelgel di Bali. Sedangkan di Lombok, dalam perkembangannya meninggalkan jejak berupa empat kerajaan utama saling bersaudara, yaitu Kerajaan Bayan di barat, Kerajaan Selaparang di Timur, Kerajaan Langko di tengah, dan Kerajaan Pejanggik di selatan. Selain keempat kerajaan tersebut, terdapat kerajaan-kerajaan kecil, seperti Parwa dan Sokong serta beberapa desa kecil, seperti Pujut, Tempit, Kedaro, Batu Dendeng, Kuripan, dan Kentawang. Seluruh kerajaan dan desa ini selanjutnya menjadi wilayah yang merdeka, setelah kerajaan Majapahit runtuh.

Di antara kerajaan dan desa itu yang paling terkemuka dan paling terkenal adalah Kerajaan Lombok yang berpusat di Labuhan Lombok. Disebutkan kota Lombok terletak di teluk Lombok yang sangat indah dan mempunyai sumber air tawar yang banyak. Keadaan ini menjadikannya banyak dikunjungi oleh pedagang-pedagang dari Palembang, Banten, Gresik, dan Sulawesi.

Masuknya Islam

Belakangan, ketika Kerajaan ini dipimpin oleh Prabu Rangkesari, Pangeran Prapen, putera Sunan Ratu Giri datang mengislamkan kerajaan Lombok. Dalam Babad Lombok disebutkan, pengislaman ini merupakan upaya dari Raden Paku atau Sunan Ratu Giri dari Gersik, Surabaya yang memerintahkan raja-raja Jawa Timur dan Palembang untuk menyebarkan Islam ke berbagai wilayah di Nusantara.

"Susuhnii Ratu Giri memerintahkan keyakinan baru disebarkan ke seluruh pelosok. Dilembu Manku Rat dikirim bersama bala tentara ke Banjarmasin, Datu bandan di kirim ke Makasar, Tidore, Seram dan Galeier, dan Putra Susuhunan, Pangeran Prapen ke Bali, Lombok, dan Sumbawa. Prapen pertama kali berlayar ke Lombok, dimana dengan kekuatan senjata ia memaksa orang untuk memeluk agama Islam. Setelah menyelesaikan tugasnya, Prapen berlayar ke Sumbawa dan Bima. Namun selama ketiadaannya, karena kaum perempuan tetap menganut keyakinan Pagan, masyarakat Lombok kembali kepada faham pagan. Setelah kemenangannya di Sumbawa dan Bima, Prapen kembali, dan dengan dibantu oleh Raden Sumuliya dan Raden Salut, ia mengatur gerakan dakwah baru yang kali ini mencapai kesuksesan. Sebagian masyarakat berlari ke gunung-gunung, sebagian lainnya ditaklukkan lalu masuk Islam dan sebagian lainnya hanya ditaklukkan. Prapen meninggalkan Raden Sumuliya dan Raden Salut untuk memelihara agama Islam, dan ia sendiri bergerak ke Bali, dimana ia memulai negosiasi (tanpa hasil) dengan Dewa Agung Klungkung."

Proses pengislaman oleh Sunan Prapen menuai hasil yang menggembirkan, hingga beberapa tahun kemudia seluruh pulau Lombok memeluk agama Islam, kecuali beberapa tempat yang masih memepertahankan adat istiadat lama.

Sementara di Kerajaan Lombok, sebuah kebijakan besar dilakukan Prabu Rangkesari dengan memindahkan pusat kerajaan ke Desa Selaparang atas usul Patih Banda Yuda dan Patih Singa Yuda. Pemindahan ini dilakukan dengan alasan letak Desa Selaparang lebih strategis dan tidak mudah diserang musuh dibandingkan posisi sebelumnya.

Menurut Fathurrahman Zakaria, dari wilayah pusat kerajaan yang baru ini, panorama Selat Alas yang indah membiru dapat dinikmati dengan latar belakang daratan Pulau Sumbawa dari ujung utara ke selatan dengan sekali sapuan pandangan. Dengan demikian semua gerakan yang mencurigakan di tengah lautan akan segera dapat diketahui. Wilayah ini juga memiliki daerah belakang berupa bukit-bukit persawahan yang dibangun dan ditata rapi bertingkat-tingkat sampai hutan Lemor yang memiliki sumber air yang melimpah.

Di bawah pimpinan Prabu Rangkesari, Kerajaan Selaparang berkembang menjadi kerajaan yang maju di berbagai bidang. Salah satunya adalah perkembangan kebudayaan yang kemudian banyak melahirkan manusia-manusia sebagai khazanah warisan tradisional masyarakat Lombok hari ini. Dengan mengacu kepada ahli sejarah berkebangsaan Belanda L. C. Van den Berg yang menyatakan bahwa, berkembangnya Bahasa Kawi sangat mempengaruhi terbentuknya alam pikiran agraris dan besarnya peranan kaum intelektual dalam rekayasa sosial politik di Nusantara, Fathurrahman Zakaria (1998) menyebutkan bahwa para intelektual masyarakat Selaparang dan Pejanggik sangat mengetahui Bahasa Kawi. Bahkan kemudian dapat menciptakan sendiri aksara Sasak yang disebut sebagai jejawen. Dengan modal Bahasa Kawi yang dikuasainya, aksara Sasak dan Bahasa Sasak, maka para pujangganya banyak mengarang, menggubah, mengadaptasi, atau menyalin manusia Jawa kuno ke dalam lontar-lontar Sasak. Lontar-lontar dimaksud, antara lain Kotamgama, lapel Adam, Menak Berji, Rengganis, dan lain-lain. Bahkan para pujangga juga banyak menyalin dan mengadaptasi ajaran-ajaran sufi para walisongo, seperti lontar-lontar yang berjudul Jatiswara, Lontar Nursada dan Lontar Nurcahya. Bahkan hikayat-hikayat Melayu pun banyak yang disalin dan diadaptasi, seperti Lontar Yusuf, Hikayat Amir Hamzah, Hikayat Sidik Anak Yatim, dan sebagainya.

Dengan mengkaji lontar-lontar tersebut, menurut Fathurrahman Zakaria (1998) kita akan mengetahui prinsip-prinsip dasar yang menjadi pedoman dalam rekayasa sosial politik dan sosial budaya kerajaan dan masyarakatnya. Dalam bidang sosial politik misalnya, Lontar Kotamgama lembar 6 lembar menggariskan sifat dan sikap seorang raja atau pemimpin, yakni Danta, Danti, Kusuma, dan Warsa. Danta artinya gading gajah; apabila dikeluarkan tidak mungkin dimasukkan lagi. Danti artinya ludah; apabila sudah dilontarkan ke tanah tidak mungkin dijilat lagi. Kusuma artinya kembang; tidak mungkin kembang itu mekar dua kali. Warsa artinya hujan; apabila telah jatuh ke bumi tidak mungkin naik kembali menjadi awan. Itulah sebabnya seorang raja atau pemimpin hendaknya tidak salah dalam perkataan.

Selain itu, dalam lontar-lontar yang ada diketahui bahwa istilah-istilah dan ungkapan yang syarat dengan ide dan makna telah dipergunakan dalam bidang politik dan hukum, misalnya kata hanut (menggunakan hak dan kewajiban), tapak (stabil), tindih (bertata krama), rit (tertib), jati (utama),tuhu (sungguh-sungguh), bakti (bakti, setia), atau terpi (teratur). Dalam bidang ekonomi, seperti itiq (hemat), loma (dermawan), kencak (terampil), atau genem (rajin).

Kemajuan Kerajaan Selaparang ini membuat kerajaan Gelgel di Bali merasa tidak senang. Gelgel yang merasa sebagai pewaris Majapahit, melakukan serangan ke Kerajaan Selaparang pada tahun 1520, akan tetapi monemui kegagalan.

Mengambil pelajaran dari serangan yang gagal pada 1520, Gelgel dengan cerdik memaanfaatkan situasai untuk melakukan infiltrasi dengan mengirimkan rakyatnya membuka pemukiman dan persawahan di bagian selatan sisi barat Lombok yang subur. Bahkan disebutkan, Gelgel menempuh strategi baru dengan mengirim Dangkiang Nirartha untuk memasukkan faham baru berupa singkretisme Hindu-Islam. Walau tidak lama di Lombok, tetapi ajaran-ajarannya telah dapat mempengaruhi beberapa pemimpin agama Islam yang belum lama memeluk agama Islam. Namun niat Kerajaan Gelgel untuk menaklukkan Kerajaan Selaparang terhenti karena secara internal kerajaan Hindu ini juga mengalami stagnasi dan kelemahan di sana-sini.

Kedatangan VOC Belanda ke Indonesia yang menguasai jalur perdagangan di utara telah menimbulkan kegusaran Gowa, sehingga Gowa menutup jalur perdagangan ke selatan dengan cara menguasai Pulau Sumbawa dan Selaparang. Dan untuk membendung misi kristenisasi menuju ke barat, maka Gowa juga menduduki Flores Barat dengan membangun Kerajaan Manggarai.

Ekspansi Gowa ini menyebabkan Gelgel yang mulai bangkit tidak senang. Gowa dihadapkan pada posisi dilematis, mereka khawatir Belanda memanfaatkan Gelgel. Maka tercapai kesepakatan dengan Gelgel melalui perjanjian Saganing pada tahun 1624, yang isinya antara lain Gelgel tidak akan bekerja sama dengan Belanda dan Gowa akan melepaskan perlindungannya atas Selaparang, yang dianggap halaman belakang Gelgel.

Akan tetapi terjadi perubahan sikap sepeninggal Dalem Sagining yang digantikan oleh Dalem Pemayun Anom. Terjadi polarisasi yang semakin jelas, yakni Gowa menjalin kerjasama dengan Mataram di Jawa dalam rangka menghadapi Belanda. Sebaliknya Belanda berhasil mendekati Gelgel, sehingga pada tahun 1640, Gowa masuk kembali ke Lombok. Bahkan pada tahun 1648, salah seorang Pangeran Selaparang dari Trah Pejanggik bernama Mas Pemayan dengan gelar Pemban Mas Aji Komala, diangkat sebagai raja muda, semacam gubernur mewakili Gowa, berkedudukan di bagian bara pulau Sumbawa.

Akhirnya perang antara Gowa dengan Belanda tidak terelakkan. Gowa melakukan perlawanan keras terutama dibawah pimpinan Sultan Hasanuddin yang dijuluki Ayam Jantan dari Timur. Sejarah mencatat Gow harus menerima perjanjian Bungaya pada tahun 1667. Bungaya adalah sebuah wilayah yang terletak disekitar pusat kerajaan Gelgel di Klungkung yang menandai eratnya hubungan Gelgel-Belanda. Konon Gelgel berusaha memanfaatkan situasi dengan mengirimkan ekspedisi langsung ke pusat pemerintahan Selaparang pada tahun 1668-1669, tetapi ekspedisi tersebut gagal.

Sekalipun Selaparang unggul melawan kekuatan tetangganya, yaitu Kerajaan Gelgel, namun pada saat yang bersamaan, suatu kekuatan baru dari arah barat telah muncul pula. Embrio kekuatan ini telah ada sejak permulaan abad ke-15 dengan datangnya para imigran petani liar dari Karang Asem (Bali) secara bergelombang, dan mendirikan koloni di kawasan Kotamadya Mataram sekarang ini. Kekuatan itu telah menjelma sebagai sebuah kerajaan kecil, yaitu Kerajaan Pagutan dan Pagesangan, yang berdiri pada tahun 1622.

Namun bahaya yang dinilai menjadi ancaman utama dan akan tetap muncul secara tiba-tiba yaitu kekuatan asing, Belanda, yang sewaktu-waktu akan melakukan ekspansi. Kekuatan dari tetangga dekat diabaikan, karena Gelgel yang demikian kuat mampu dipatahkan. Sebab itu sebelum kerajaan yang berdiri di wilayah kekuasaannya di bagian barat ini berdiri, hanya diantisipasi dengan menempatkan pasukan kecil di bawah pimpinan Patinglaga Deneq Wirabangsa.

Di balik itu, memang ada faktor-faktor lain terutama masalah perbatasan antara Selaparang dan Pejanggik yang tidak kunjung selesai. Hal ini menyebabkan adanya saling mengharapkan peran yang lebih di antara kedua kerajaan serumpun ini. Atau saling lempar tanggung jawab. Dalam kecamuk peperangandan upaya mengahadapi masalah kekuatan yang baru tumbuh dari arah barat itu, maka secara tiba-tiba saja, tokoh penting di lingkungan pusat kerajaan, yaitu patih kerajaan sendiri yang bernama, Raden Arya Banjar Getas, ditengarai berselisih pendapat dengan rajanya. Raden Arya Banjar Getas akhirnya meninggalkan Selaparang dan hijrah mengabdikan diri di Kerajaan Pejanggik.yang dulu (Kerajaan Pejanggik-red) berada di Daerah Pejanggik yang berada di Kecamatan Jonggat

Atas prakarsanya sendiri, Raden Arya Banjar Getas dapat menyeret Pejanggik bergabung dengan sebuah Ekspedisi Tentara Kerajaan Karang Asem yang sudah mendarat menyusul di Lombok Barat. Semula, informasi awal yang diperoleh, maksud kedatangan ekspedisi itu akan menyerang Kerajaan Pejanggik.

Namun dalam kenyataan sejarah, ekspedisi itu telah menghancurkan Kerajaan Selaparang. Dan Kerajaan Selaparang dapat ditaklukkan hampir tanpa perlawanan, karena sudah dalam keadaan sangat lemah. Peristiwa ini terjadi pada tahun 1672. Pusat kerajaan hancur; rata dengan tanah, dan raja beserta seluruh keluarganya mati terbunuh.

Selaparang jatuh hanya tiga tahun setelah menghadapi Belanda. Empat belas tahun kemudian, pada tahun 1686 Kerajaan Pejanggik dibumi hanguskan oleh Kerajaan Mataram Karang Asem. Akibat kekalahan Pejanggik, maka Kerajaan Mataram mulai berdaulat menjadi penguasa tunggal di Pulau Lombok setelah sebelumnya juga meluluh lantakkan kerajaan-kerajaan kecil lainnya.

Sumber http://id.wikipedia.org/wiki/Nusa_Tenggara_Barat

Comments  

 
+1 # L. Nabiel Feruz Zulkarnain 2010-01-02 03:13
mohon kalo ada informasi selengkapnya tentang kerajaan Benua (Banowa) yg dulu berada disekitar utaranya Mantang...
thanx a lot of!
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
-1 # Gufroni AR LM 2010-01-02 23:59
Pemaparan sejarah NTB yang cukup lengkap, jelas dan ringkas, terus berkarya para penulis disini.Saran saya sejarah NTB sebaiknya dimasukkan sebagai materi muatan lokal di sekolah-sekolah, mulai dari TK kalau perlu, agar generasi baru mengerti sejarahnya. Banyak nilai-nilai yang dapat dipetik dari sejarah, dari aspek sosial, ekonomi, budaya itu sendiri bahkan sampai aspek politik yang masih relevan dan diperlukan sampai saat ini. Contohnya nilai yang dicontohkan seorang pemimpin, tidak asal memilih pemimpin dan sebagainya. Teori pembentukan pusat pembangunan juga dapat dipelajari dari sejarah kita karena pembangunan kota tentu di dasari kondisi eksisting sumberdaya alam, manusia dan kondisi sosial ekonomi setempat. Selamat menggali kembali kearifan lokal Sasak untuk kita manfaatkan bagi kemajuan masyarakat Sasak sekarang. Sukses buat semua, Assalamu'alaikum Wr. Wb.
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
0 # Heri Afrizal 2010-01-04 17:09
terimakasih... artikelnya... saya ingin nanyanih.. dari mana asal-usul orang lombok...? terimaksah bagi saiapa saja yang menjawabnya... atau sekedar menunjukkan alamat artikel yang berbicara tentang jawaban pertanyaan saya ini....
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
0 # meela 2010-01-20 22:39
wah bagus meton,mbe lekan pelungguh?
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
0 # Satriawan Al Bayani 2010-02-12 01:42
Wah!! ada yang nanya darimana asal usul orang lombok nike.....??? hayo jawab
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
+1 # Lalu Hidayat Julianto 2010-02-23 14:51
Cerita Sejarah Lombok atau Babad tanah lombok banyak versinya...saya keturunan langsung Datu Jonggat dari kerajaan Jonggat (Boenjeroek.red dr Bhs Belanda)mau mengkritisi sedikit tentang kerajaan pejanggik yang di katakan berada di wilayah kecamatan jonggat...Pejanggik dan Jonggat merupakan 2 buah kerajaan yang berbeda di tempat yang berbeda pula,Pejanggik di wilayah Praya dan Jonggat di wilayah Bonjeruk..sejarah Penjanggik seperti yang penulis tulis lumayan bener...tapi saya mau menambahkan bahwa Kerajaan Jonggat adalah rumpun dari Kerajaan Pujut di daerah selatan...ini juga punya sejarah sendiri tentang mereka...jadi kuarang pas klu ditulis Kerajaan Pejanggik berada di wilayah Kecamatan Jonggat...dulu memang mereka punya hubungan kekerabatan juga...dimana Datu Jonggat dan Raja Penjanggik Pernah bersatu untuk melawan belanda. tentang Babad Kerajaan Pujut dan Jonggat silahkan hubungi para keturunan di Pujut dan Jonggat..dan untuk informasi..Kerajaan Pujut berdiri sekitar Abad 11..tahun 1300 M...jadi kira2 tua mana ya sama selaparang?jawabannya!!..ada di Babad Tanah Pujut Jonggat...trm kasih
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
+1 # Lalu Hidayat Julianto 2010-02-23 14:57
Tambahan Kerajaan Pujut dan Jonggat ada hubungan kekerabatan dengan Kesultanan Cirebon dan Demak...bisa jadi Kerajaan Pujut dan Jonggat sdh ada sblm Majapahit masuk...untk jelasnya..silahkan hubungi para keturunan di Pujut dan Bonjeruk..untk bersama-sama membaca Kitab Babad Pujut Jonggat dalam bahasa Kawi
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
-2 # H.MUSA SHOFIANDY 2010-03-15 11:39
Semeton Senamian, Sejarah (Babat) memang harus kt hargai dann junjung tinggi, tapi ADANYA PERBEDAAN, JANGAN kita peruncing yg justru akan berakibat Perpecahan diantara kita. SEKARANG, MARI KITA SATUKAN DIRI DLM BANGSE SASAK YANG UTUH DAN BERSATU..
AMIEN....
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
-1 # zul 2010-07-28 12:42
Salam,saya sangat berbesar hati dan terima kasih kalau saudara ada menyimpan atau ada informasi tentang susurgaloh keturunana Pejanggik.terima kasih
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
0 # HRJ 2010-03-15 16:22
Babad adalah karya sastra berlatar sejarah, tapi sebagai karya sastra ia tidak mengandung data dan fakta yang sepnuhnya sesuai dengan kejadian sejarah itu. Oleh karenanya babad hanya dapat kita nikmati dan renungkan sebab ia menyimpan nilai nila atau pesan dari penulisnya.

Babad dapat kita jadikan batu loncatan sebagai pijakan bersama untuk menggali sejarah kita yang lebih detail. Sekarang kita banyak mendengar klaim dari sebagian anak bangse Sasak tentang kerajaan tertentu kita tidak perlu meributkannya sebab kejadian itu sama dengan babad, mari kita gunakan sebagai informasi awal untuk dapat mengenali siapa kita ini sesunguhnya. Mengenai pengakuan kebangsawanan dapat dibaca pada buku Dunia Daun Kelor.

Saat ini yang utama adalah bahwa kita harus berjuang bersama mengangkat harkat martabat anak bangse Sasak yang masih bodoh, miskin dan terpuruk.

Martabat tinggi berarti setia menjaga harga diri dan punya rasa malu!
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
+1 # Jati Swara 2010-05-01 17:30
Saya tertarik nimbrung sedikit ...nampaknya tulisan tentang sejarah di atas ditulis oleh bukanpemerhati sejarah Lombok nampak banyak kesalahan disana -sini, penulis rupanya hanya bermodalkan referensi yang terbatas dan banyak kesalahan urutan sejarah yang membingungkan dan peran tokoh dalam peristiwa dalam sejarah, tolong ini diperhatikan supaya media yang baik ini jadi berkwalitas dan tidak menyesatkan ...
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
0 # reno sultan 2010-03-18 15:09
asal usul sasak emg dari selaparang ..berdasrkan babad mengwi dan negarakertagama karya mpu prapanca.
sehingga tidak ada lagi keraguan. kmbalilah pada agama islam jgn peruncing permenakan.
silaq pade beriuk maju.
jgn mau dijajah lagi rena qt bodoh dan di adu domba.
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
0 # Fery_stmik 2010-04-28 18:10
Mf semeton...skrg udah gk ada zamanx tuk bicarakan masalah bangsawan atau tidakx, menak atau tidakny, raden atau tidaknya, karna kalau kita lihat rukun bangsawan, rukun raden, rukun menak, udah gak ada lagi di saat saat ini, kalau papuk baloq tiang dulu megatakan bahwa kalau dulu para menaq perwangsa kalo melanggar salah satu dari rukun menaq tsb, mka jatuhlah martabat kemenaqanya mnjadi orang biasa...ampure
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
+1 # ki ageng sasak 2010-04-28 22:11
Hatur Salam...Mohon jgn Alergi dulu jk mendengar ada kata Menak//bangsawan, krn semestinya di Fahami secara Makna yg lebih Luas, agar kt jgn terbebani dgn Hal itu, mendengar kt itu lalu bukan berarti image kita ke Lalu//raden dll...(silaq buka Wawasan ttg pemahaman itu dulu )

Semua ungkapan2 di atas tiang setuju sekali, mari lepaskan beban, kt mulai dari membangun Jati Diri yg semestinya di mulai dari keMANUSIAan agar menjadi Manusia seutuh nya...

Memiliki Jati Diri shgg menjadi Diri yg mendapatkan Anugrah utk menjadi Wakil dari Diri-diri yg banyak >>> berguna bangsa...itulah "Bangsawan"

kata berguna ,Ya jelas tdk akan merugikan Diri&Bangsa,sbgmana Rosulullah dr bansawan arab...dlm pesan nya...KHAERUNNASI LIAMFAUHU LINNAS...jd Bangsawan itu patut lah di rebut oleh siapa saja...Mari !Bangun lah Sasak ...siapapun berhak menjadi Menak utk itu

jgn saling sikut saling Provokasi..Maju lah Sasak .....!!!!!!!!!!!
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
0 # pasarjogja.com 2010-04-29 01:22
Wah menarik juga bahasannya, ternyata sasak punya sejarah yg luar biasa, tidak pernah kita baca sebelum ini, maklum bukan ahli sejarah.
Mungkin juga bisa mengangkat cerita tentang "WAKTU TELU" - itu seperti apa ya???

salam,
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
0 # Fery_stmik 2010-04-29 12:23
ass kum...mf sanak bila nanti da comment tiang yg krg berkenan..pd comment tiang yg dulu bukan berrti tiang anti menak atau bangsawan,meman g tiang stuju apa yg pelungguh katakan bhwa predikat menak atau bangsawan itu adlh semua org berhak menggunakannya( dari segi wawasan), tapi yg tiang ungkapkan kmarin lbh kpd dr segi adat dan budaya...dlm adat sasak yg di katakan menak dan raden itu memang dia mempunyai susur galur bangsawan atau raja-raja, tapi kata papuk tiang menak itu mempunyai rukun yg di namakn rukun menak yg mana apbila rukun menak itu di langgar maka akan hilang predikat kemenakannya itu.kalau tidak salah kata papuk tiang rukun menak itu yaitu: DANTE, DANTI, KUSUMA DAN WARSE di tambah lagi dengan TITI TATE TERTIB DAN TAPSILA. semua itu hrs ada di org2 menak itu sndri.kata papuk tiang juga menak itu brasl dari bhs arab yaitu MANA'A artinya terhalang, trhalang dlm mngrjkan prbuatn keji dan mungkar,agr dpat glar raden ( dr bhs arab: radian artinya yang di ridoi) ampure!!!
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
0 # ki ageng sasak 2010-05-01 08:41
Demikianlah yg sebenarnnya juga, Dante-Danti-Kusume-Warse itupun adalah Pribadi Rosulullah Juga sbg pemimpin Ummat...

Namun yg kt sayangkan justru Anak generasi kita agk jarang//kurang peduli utk mengkaitkan antara bhsan2 Lokal itu yg sebenar nya, tdk prnah bertentangan dgn apapun ajaran kebenaran dr Rosulullah itu, Shgg keluar dr pondok2 pesantren malah jd penentang Jati Diri nya sendiri...

Belum lagi jebolan2 yg dr sekolah2 Umum juga sering terjebak Provokasi Terbitan2 Buku2 barat yg menggosok2 gesek2 ttg Permenakan //demokrasi//hukum dll , yg padahal mrk tdk di sadari ada ideologi Adu domba di sana, shgg sekembali nya mrk mnjd penentang Nenek moyang nya//leluhur nya//Demokrasi yg sdg di perjuangkan dll...NAU'ZUBILLAH
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
0 # mamiq jagat 2010-05-01 09:18
Jd btapa byk skali Pintu2 Ruang kita yg sdh kebablasan utk di benahi saat ini ..
kt di hadap kn dgn simbol2 budaya lain dgn bungkus nya Agama,jd Pranata Lokal itu habis di Gilas...shgg Dokterin2 utk mengajar kan Budi pekerti itu hampir sdh tdk ada lg.
teori2 textual & janji2 manis --dan ancaman2 yg menjauh kan dari ketauhidan malah itu yg di permukaan nya.

Namun Visual nya hy perpecahan dan permusuhan yg timbul menjadi gelembung2 baru di wilayah2 Lokal itu sendiri.
Jalinan Silaturrohmi-antar Desa-antar Gubug-antar Pemuda//org Tua dll sdh bgitu berat buat di kembalikan,

Dakwah2/Khotbah2//ceramah dll sdh tdk ada yg menggambar kan Solusi//sentuhan2 ke Arifan melalui Keberadaban Adiluhung dlm Pribadi yg berbudaya

Namun malah di pengeras2 suara hy terdengar kt saling Hujat2 saling memojok kan, dan mencerca Generasi2 yg malah tambah bingung.
والله اعلام
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
+1 # Prima wp 2010-05-01 17:43
PERLU DITINJAU KEMBALI TULISAN SEJARAH YANG DI MEDIA INI, NAMPAK KURANG TELITI DAN KURANG REFERENSI, TERKESAN ASAL COMOT DAN PENYALINAN KUTIPAN YANG TIDAK TELITI .... CELAKANYA DENGAN URUTAN PERISTIWA DAN PERAN TOKOH SEJARAH YANG SIMPANG SIUR BERAKIBAT KESALAH PAHAMAN YANG FATAL BAGI PEMBACA.... CARI DONG YANG NGERTI SEJARAH UNTUK MENYUSUN BIAR DAPAT DIPERTANGGUNG JAWABKAN ,,,,,
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
-1 # MRB 2010-05-03 19:08
Buat Prima:

Mohon perhatikan sumber artikel tersebut. Artikel tersebut diammbil dari wikipedia yang merupakan citizen encyclopedia. Siapa saja bisa menjadi member dan mengikutsertaka n informasi yang mereka ketahui menganai topik yang dibahas. Jika mamiq Prima merasa memiliki informasi yang lebih akurat dan lebih dapat dipertanggungja wabkan, apalagi ditambah dengan fakta-fakta dan bukti sejarah silahkan jadi member di wikipedia dan lakukan penyuntingan.

Jangan hanya asal kritik, semuanya pakai hurup kapital pula--- Dalam bahasa tulis, penggunaan hurup kapital diartikan sebagai anda berbicara sambil berteriak dan marah-marah.
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
+2 # PRIMA 2010-05-05 16:07
....maaf memang saya agak emosi kalau ada catatan sejarah yang ditulis asal-asalan itu karena kecintaan saya dan kebanggaan saya sebagai orang Sasak, Saat ini saya mendirikan Lembaga Bernama Taman Budaya Sasak, yang menyimpan transkrip asli dari Babad Lombok, Babad Selaparang, Babad Sakra, Babad Praya dan tulisan dari Sejarawan Nasional dan Belanda, ya kalau serius saya mengundang untuk datang ketempat saya .... oke
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
0 # gustin 2010-07-15 11:51
sejarah kita memang pantans dikenang, jgn sampai hilang dari ingatan,, agak anak-anak cucu kita kelak mengenal asal-asul mereka sendiri,,,,
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
0 # lalu fatahillah praw 2010-07-20 16:21
menurut saya hal2 diatas kita jdikan reverensi hidup dr mana asal usl kita smua blum tentu benar,tapi yg jelas dr mana pus asal usul krajaan kita kita tetap sasak yg harus lurus.entah menak raden datu lalu mungkin kaum kaule yg rakyat biasa smua akan membangun sasak jadi lebih baik,amien
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
0 # dopok 2010-07-21 20:03
ya betul, sbg referensi membuat kita jadi bijaksana. yang nulis kan biasanya sesuai keinginan dan pesanan org yg lg berkuasa. tp kalau wikipdia sih semua org tahu.. Ilmiah.. dan kita bisa urun rembuk.. itulah referensi keadaan terkini..
gitu menurut saya
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
0 # dopok 2010-07-21 23:52
ya mmg kita butuh referensi yg dapat dpercaya., tp ini mnambah wawasan dan membuat kt lebih bijaksana stlah membacanya. dan tulisan2 jg trkadang menurut sipenulis dan kepentingannya. Tp Wikipedia saya kira bisa dipercaya krn semua sumber bisa sharing disana. Maju Sasak... Zaman lae' ya Zaman Lae'...
bukankah begitu ?
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
0 # zul 2010-07-28 12:34
Salam untuk semua.Saya berminat untuk mengetahui tentang sejarah tentang keturunan Pejanggik.Saya sangat berbesar hati dan sangat berterima kasih sekiranya ada sesiapa yg boleh tuliska susurgaluhnya,h arap dapat email kan kepada saya .terima kasih.
Reply | Reply with quote | Quote
 
 
0 # ade ari 2010-08-24 20:13
wah kok sejarahnya kayanya di belokan???
setahu saya karang asem menyerang dengan 42 orang teguh kemulan...dan kerajaan pagesangan,pagu tan,metaram dan sengkongo ada setelah karang asem mengalahkan kerajaan2 dilombok...bukan petani mereka...tapi sudah berupa kerajaan2 bali...
TOLONG DIBENARKAN LAGI SEJARAH LOMBOK YANG SEBENAR-BENARNYA...
terima kasih
Reply | Reply with quote | Quote
 

Add comment


Security code
Refresh


Akses Sasak.Org Melalui Perangkat Seluler Anda www.m.sasak.org

Ucapan Terimakasih

Unitiga Rekayasa System

Pengunjung

Kami memiliki 63 Tamu online

Login Form

Kosakata Hari Ini

Mosot

Mosot Istilah mosot diberikan kepada mereka yang tidak menikah padahal telah sangat cukup umur, baik sebagai pilihan atau untuk alasan lain. Lihat juga :  mosot pada kolom hjunep, mosot pada KBS.
 

Multimedia Sasak

This text will be replaced

Shout Box

ShoutMix chat widget

Komentar Terbaru