Ditulis oleh M. Roil Bilad Selasa, 22 Desember 2009 05:19
Berita - Instansi & Pemerintahan
[Sasak.Org] Gubernur NTB TGH M Zainul Majdi mencanangkan Kampanye Indonesia Menanam (KIM) dan Gerakan NTB Hijau. Kegiatan yang digelar di So Hidi Rasa, Kelurahan Nitu, Kota Bima, kemarin ditandai dengan pemukulan gong. Gubernur, Wakil Gubernur, Wali Kota, Bupati dan unsur muspida Kota dan Kabupaten Bima langsung action dengan menanam pohon.
‘’Hutan begitu vital bagi kehidupan. Pemerintah memiliki komitmen untuk mengembalikan kondisi hutan di NTB,’’ kata gubernur dalam sambutannya. Diakuinya, selama ini, kerusakan hutan disebabkan pola pembangunan yang tidak tepat dan diikuti eksploitasi besar-besaran terhadap sumber daya alam termasuk hutan. ‘’Kita ingin kembalikan hutan di NTB agar tetap hijau, sehingga kelak, kita mewariskan pada anak cucu, hutan yang terjaga kelestariannya,’’ kata gubernur.
Pencanangan KIM, menurut dia, sebagai rangkaian dari kampanye jangka panjang untuk menghijaukan NTB. Dengan harapan, mengajak masyarakat untuk ikut menjaga hutan di sekitar mereka. ‘’Kalau program ini berhasil, hutan kita tetap hijau, mata air terjaga,’’ katanya. Untuk kegiatan pencanangan ini, Pemerintah Provinsi NTB melalui Dinas Kehutanan menyiapkan 10 ribu pohon yang akan ditanam di So Hidi Rasa. Sedangkan untuk program secara keseluruhan di NTB disiapkan bibit sebanyak 11 juta pohon. ‘’Melalui KIM dan Gerakan NTB Hijau, kita ingin kembalikan kondisi hutan di NTB. Karena harus diakui dampak kerusakan hutan telah menyebabkan pemanasan global dan hilangnya sejumlah sumber mata air di NTB,’’ kata Kadishut NTB Ir Hartina.
Menurut Hartina, pencanangan kegiatan ini adalah untuk percepatan rehabilitasi lahan demi kesejahteraan masyarakat. ‘’Gerakan menanam ini telah kita mulai sejak tanggal 1 Desember lalu, melalui kegiatan perempuan menanam, one man one tri,’’ ujarnya. Sementara itu, Wali Kota Bima HM Nor A Latif mengaku telah menetapkan lima wilayahnya sebagai hutan lindung dan hutan wisata, yakni Nitu, Ndano NaE, Kolo, Ncai Kapenta. Bahkan di hadapan gubernur, wali kota mengucapkan sumpah untuk menjaga hutan. ‘’Saya bersumpah untuk sisa masa jabatan, menjadikan saya pribadi dan pemerintah sebagai perisai hutan dan perisai gunung dengan tugas utama melindungi hutan,’’ katanya. Wali kota juga berkomitmen tidak akan sembarang mengeluarkan sertifikat atau SPPT yang dijadikan dasar bagi warga untuk menguasai lahan hutan. ‘’Jangan karena pajak satu dua rupiah, kita korbankan hutan kita,’’ katanya.
Beberkan Program dan Kendalanya
Sementara itu, puncak peringatan HUT NTB ke-51 yang digelar di Kabupaten Bima, Kamis lalu berlangsung khidmat. Upacara berlangsung di Lapangan Pahlawan Kota Bima. Gubernur NTB TGH M Zainul Majdi dalam sambutannya mengatakan, membangun daerah merupakan tanggung jawab bersama, antara pemerintah provinsi dan kabupaten/kota serta masyarakat. ’’Untuk terbangunnya semangat silaturahmi, kebersamaan, kolaborasi, dan sinergitas dalam membangun daerah, merupakan kata kunci meraih sukses,’’ kata gubernur.
HUT NTB kali ini mengambil tema ’’Melalui Peringatan Hari Ulang Tahun ke-51 NTB Tahun 2009, Kita Perkuat Jalinan Silaturahmi dan Kebersamaan Antar Pemerintah dan Masyarakat, Bagi Percepatan NTB BerSaing’’. ‘’Berkat silaturahmi dan kebersamaan pula, ikhtiar kita mewujudkan pembangunan NTB beriman dan berdaya saing, dalam kurun waktu satu tahun terakhir ini membuahkan hasil yang menggembirakan. Sejak dilantik 17 September 2008 sampai saat ini, setidaknya ada 10 penghargaan dari pemerintah pusat yang kita terima,’’ kata gubernur. Selain adanya keberhasilan yang telah dicapai, gubernur tidak menafikan adanya sejumlah persoalan yang dihadapi NTB saat ini, Di antaranya indeks mutu hidup dan derajat kesehatan masih rendah, tingkat pendidikan yang memprihatinkan serta terbatasnya ketersediaan infrastruktur dasar sehingga berdampak pada spektrum yang lebih luas, seperti besarnya jumlah penduduk miskin, rendahnya volume dan nilai investasi. Terbatasnya peluang dan kesempatan kerja yang terus berlanjut pada tingginya angka pengangguran dan lainnya.
’’Meski dalam setahun terakhir kita telah menorehkan prestasi pembangunan, di balik keberhasilan itu terdapat tantangan dan kendala yang menyebabkan belum semua program dapat berjalan mulus seperti yang diharapkan,’’ katanya. Di bidang pendidikan, dialokasikan dana sebesar 20 persen dari APBD provinsi maupun kabupaten/kota, belum sepenuhnya mampu menutupi seluruh kebutuhan biaya pendidikan siswa sekolah. Pola cost sharing yang diterapkan untuk membebaskan biaya pendidikan bagi siswa kurang mampu, masih menghadapi banyak kendala.
Selama tahun 2009 di bidang kesehatan telah dilaksanakan program pelayanan kesehatan gratis bagi warga miskin, melalui pola Jamkesmasda yang dibiayai oleh APBD provinsi, kabupaten/kota. ’’Program inipun tidak luput dari kendala teknis, seperti lemahnya pendataan dan koordinasi,’’ sebutnya. Karena banyaknya kendala dalam merealisasikan program pelayanan pendidikan dan kesehatan gratis, pemprov menggagas dan canangkan gerakan 3A.
Untuk menurunkan jumlah penyandang buta aksara tahun 2013 nanti, tahun 2009 dilakukan pendataan secara lebih akurat melalui pola by name dan by adress. Sehingga diketahui jumlah penduduk yang buta aksara saat ini sebanyak 392.471 orang. Dan itu telah dituntaskan melalui pola pembelajaran KF selama 32 hari, untuk 108.408 sasaran yang tersebar pada 51 kecamatan dan 243 desa dan kelurahan. Untuk menekan angka kematian ibu dan angka kematian bayi, pemprov menerapkan kebijakan menggratiskan biaya bersalin pada seluruh rumah sakit pemerintah. ’’Ke depan, kebijakan ini akan terus ditingkatkan dan dioptimalkan, bahkan bila perlu akan diatur melalui peraturan daerah,’’ katanya.
Sementara itu, saat acara puncak peringatan HUT NTB ke-51 ini hadir sejumlah kepala daerah, termasuk mantan Gubernur NTB Drs H Harun Al Rasyid. Usai upacara, tampil dua atraksi kesenian daerah, yakni Barongsai dan Gendang Blek. Gubernur juga menyerahkan bantuan maupun penghargaan pada bupati dan wali kota, termasuk bantuan untuk korban gempa bumi di Kota dan Kabupaten Bima.
Sumber: LP

Akses Sasak.Org Melalui Perangkat Seluler Anda www.m.sasak.org
Tautan ke Situs Lain
Pengunjung
Login Form
Kosakata Hari Ini
Sasak Lebung
Multimedia Sasak
Shout Box
Komentar Terbaru
Sejarah Kerajaan di Lombok
Salam,saya sangat berbesar hati dan terima kasih kalau saudara ada menyimpan atau ada informasi tent...
By zul
Sejarah Kerajaan di Lombok
Salam untuk semua.Saya berminat untuk mengetahui tentang sejarah tentang keturunan Pejanggik.Saya sa...
By zul
MENUJU SWASEMBADA BERAS ORGANI...
Pertanian organik perlu u/ dikembangkan mengingat kesadaran masyarakat dunia u/ hidup sehat semakin ...
By ardianto
Presiden Canangkan Bebas Pemad...
iya mati teruzz, jadinya adik Q g bisa belajar kalo malam hariii.... syukurlah sekarang ada kesadara...
By ramadhan
Bandara Internasional Lombok D...
Salaam, semoga lebaran nanti kalau pulang kampung dah mendarat di tanah awuk alias BIL, amin.
By Le Muji
Warga mengungsi akibat oknum p...
Salaam, mesi arak sik ngene ndih ? ngusir bangse ne sendiri,padahal selepuk ne dengan sasak,ape ndek...
By Le Muji
Dampak Negatif Internet Oleh P...
bwd rere , gg usah coment . tu smua tuch pntgg bgtzz infox . !!!
By vii
DRAMA SASAK: Jaran Guyang
ga' lucu ach,cz belum liat ceee.klamaan loadingx.
By othed
Tujuh Dosa Besar Kita
Lek Gumi Sasak, sdh tdk lagi bisa kita hitung banyaknya Ustazd dan Tuan Guru, bilangDese, bilang Das...
By H.MUSA SHOFIANDY
Presiden Canangkan Bebas Pemad...
udah ga da pemadaman po??dari dulu kek...
By Hendri Rahman


Comments
Mungkin kita lupa hutan merupakan sumber penghidupan dan penjaga ekosistem yang juga dapat menahan bencana banjir.
Seandainya seluruh warga NTB yg berjumlah jutaan orang ini menanam 1 pohon selama setahun, maka ini bisa menjadi metode penghijauan yang efektif. Sepele tapi bermamfaat kedepannya.
RSS feed for comments to this post.