Ditulis oleh M. Roil Bilad Selasa, 02 Februari 2010 07:39
Berita - Instansi & Pemerintahan
Mataram [Sasak.Org] Gubernur NTB, TGH.M.Zainul Majdi,MA didampingi Wakil Gubernur Ir.H.Badrul Munir, MM menagih “Janji Kinerja” para Pimpinan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) Provinsi NTB, pada forum Ekspose Capaian Kinerja Pelaksanaan Program dan Kegiatan SKPD, di Ruang Rapat Utama Kantor Gubernur NTB.
Pada ekspose yang berlangsung marathon, dimulai pagi hari dan baru selesai malam hari tersebut, satu persatu Kepala Badan atau Kepala Dinas diminta memaparkan capaian kinerjanya selama satu tahun, khususnya pelaksanaan program dan kegiatan selama tahun anggaran 2009, termasuk apa yang akan dilakukannya pada tahun 2010 ini.
Gubernur termuda di Indonesia ini menegaskan bahwa ekspose merupakan salah satu sarana evaluasi untuk mengetahui sejauh mana masing-masing SKPD telah mampu melaksanakan program-program kerjanya, berdasarkan parameter-parameter dan indikator yang telah ditetapkan dalam program kerja SKPD. Program kerja tersebut merupakan janji kinerja pimpinan SKPD selama satu tahun. Oleh karena itu, saat ini, “saya ingin melihat sejauhmana saudara-saudara telah menepati janji kinerja tersebut”, tandas gubernur denggan mimik yang sangat serius.
“Bukan laporan “asal Bapak Senang” atau ABS saja, tetapi yang penting adalah gambaran konkrit tentang kemajuan yang dicapai, berikut tantangan dan kendala yang dihadapi serta strategi atau solusi yang ditawarkan untuk mengatasi permasalahan tersebut”, imbuhnya.
Tidak ada babatasan waktu bagi pimpinan SKPD untuk menyampaikan paparannya, dan Gubernur ingin mendengar langsung dari Pimpinan SKPD, berbagai penjelasan atas suatu masalah yang ditanyakan langsung oleh gubernur atau wakil gubernur dari pemaparan yang disampaikan SKPD. Artinya Pimpinan SKPD tidak boleh mengandalkan jawaban dari bawahannya, melainkan gubernur ingin mengetahui secara langsung kemampuan para Pimpinan SKPD dalam menguasai tugas pokoknya serta permasalahan pokok yang berdampak luas terhadap pembangunan daerah terutama yang ada pada lingkup tugasnya masing-masing.
Ekspose capaian kinerja SKPD tersebut, meliputi tujuh rumpun yaitu, rumpun Bumi sejuta Sapi (BSS); Rumpun hijau, rumpun Insfastruktur, rumpun Kesehatan, rumpun Pendidikan, rumpun ekonomi dan rumpun pelayanan, yang melibatkan 23 SKPD. Hasil Pantuan menunjukkan, bahwa Gubernur NTB, TGH.M. Zainul Majdi.MA tampak sedikit kecewa dengan capaian kinerja bawahannya.
Dalam pemaparan pelaksanaan program dan capaian kinerjanya, rata-rata pimpinan SKPD hanya menyampaikan konsep normatif saja, dan belum banyak kinerja konkrit yang dihasilkan. Gubernur tampak lebih kecewa ketika ada kepala dinas yang menyampaikan pemaparan tanpa mengetahui parameter kinerja yang telah ditetapkan dalam program kerja atau RPJMD, sehingga SKPD yang bersangkutan terkesan bekerja “tanpa arah”. Bahkan ada Pimpinan SKPD yang hanya terdiam ketika ditanya Gubernur tentang target kinerja program kerjanya. Kondisi tersebut, membuat kebanyakan program SKPD yang belum mencapai target kinerja yang diharapkan. Pimpinan SKPD terkesan masih “gamang” dalam mengambil tindakan nyata. Padahal program dan terobosan yang dicanangkan rata-rata memiliki nilai tambah dan merupakan masalah aktual masyarakat, ujar gubernur.
Misalnya Program NTB Bumi Sejuta Sapi (NTB-BSS), target peningkatan 10% populasi sapi selama tahun 2009, masih jauh dari harapan. Kepala Dinas Peternanakan dan Kesehatan Hewan hanya mampu mencapai target peningkatan populasi sekitar 8% saja, dimana total populasi untuk dua lokasi penggembalaan yaitu Pulau Lombok dan Sumbawa hanya berkisar 592.260 ekor. Sedangkan, target yang diharapkan harus berkisar 602.302 pada 2009 lalu. Ini berarti ada sekitar 10 ribu lebih ekor ternak sapi yang belum bisa dipenuhi dari target yang ada,” kata Gubernur.
Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan NTB, drH. Abdul Samad beralasan belum terpenuhinya sejumlah target populasi dikarenakan adanya dua persoalan yakni minimnya dukungan dana dari kabupaten/kota guna menyukseskan program itu. Selain itu, persoalan lain yakni terkait karena saat ini adalah merupakan fase konsolidasi.
Oleh karena itu, Gubernur meminta Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Dispertanak) NTB segera melakukan koordinasi intensif dengan Pemerintah Kabupaten/Kota di NTB guna mendukung pencapaian populasi satu juta ekor sapi dalam program unggulan Bumi sejuta Sapi (BSS) pada 2013 mendatang.
Selian itu, harus melakukan revitalisasi dan pendataan ulang terhadap sejumlah tahapan program yang telah dilakukan. Pasalnya, pada APBD 2010 ini, Pemprov NTB telah meningkatkan porsi anggaran Bantuan Sosial (Bansos) di Biro Keuangan sebesar Rp 8,7 miliar guna melengkapi dana yang sudah ada yakni sebesar Rp 4 miliar.“Jumlah itu jelas kita tingkatkan dari dana Bansos semula yakni Rp 5 miliar guna mendampingi dana yang sudah ada yakni berkisar Rp 4 miliar. Dana yang kita anggarkan juga belum termasuk adanya dana bantuan tambahan dari pemerintah pusat kedepannya yang diperkirakan sebesar Rp 21 miliar dari APBN,” ujarnya.
Demikian juga dibidang perhubungan, Infrastruktur, Investasi dan lain-lain, gubernur meminta Para Pimpinan SKPD bekerja lebih giat dan professional. Jangan hanya berteori tanpa ada hasil, ingatnya.
Kandidat Doktor pada Universitas Al-Azhar Kairo Mesir juga mengingatkan pentingnya terobosan dan inovasi dari Pimpinan SKPD dalam mengakselerasikan seluruh program-program. Seiring dengan tahapan pelaksanaan RPJMD tahun 2010 merupakan tahapan implementasi, gubernur meminta para pimpinan SKPD tidak lagi hanya berwacana, tetapi bekerja dengan benar-benar memahami tugas pokok, fungsi dan langkah-langkah cepatl yang dibutuhkan masyarakat kita Sudah saatnya tiap-tiap SKPD tidak hanya terpaku dengan aktifitas yang bersifat rutinitas kerja, melainkan perlu ditingkatkan lagi semangat membangun dan etos kerja yang tinggi dalam melaksanakan seluruh program kerja yang telah ditetapkan, sehingga program tersebut benar-benar dapat direalisasikan serta mendatangkan kemajuan dan perubahan kearah yang lebih baik, papar gubernur.

Akses Sasak.Org Melalui Perangkat Seluler Anda www.m.sasak.org
Tautan ke Situs Lain
Pengunjung
Login Form
Kosakata Hari Ini
Sasak Lebung
Multimedia Sasak
Shout Box
Komentar Terbaru
Sejarah Kerajaan di Lombok
Salam,saya sangat berbesar hati dan terima kasih kalau saudara ada menyimpan atau ada informasi tent...
By zul
Sejarah Kerajaan di Lombok
Salam untuk semua.Saya berminat untuk mengetahui tentang sejarah tentang keturunan Pejanggik.Saya sa...
By zul
MENUJU SWASEMBADA BERAS ORGANI...
Pertanian organik perlu u/ dikembangkan mengingat kesadaran masyarakat dunia u/ hidup sehat semakin ...
By ardianto
Presiden Canangkan Bebas Pemad...
iya mati teruzz, jadinya adik Q g bisa belajar kalo malam hariii.... syukurlah sekarang ada kesadara...
By ramadhan
Bandara Internasional Lombok D...
Salaam, semoga lebaran nanti kalau pulang kampung dah mendarat di tanah awuk alias BIL, amin.
By Le Muji
Warga mengungsi akibat oknum p...
Salaam, mesi arak sik ngene ndih ? ngusir bangse ne sendiri,padahal selepuk ne dengan sasak,ape ndek...
By Le Muji
Dampak Negatif Internet Oleh P...
bwd rere , gg usah coment . tu smua tuch pntgg bgtzz infox . !!!
By vii
DRAMA SASAK: Jaran Guyang
ga' lucu ach,cz belum liat ceee.klamaan loadingx.
By othed
Tujuh Dosa Besar Kita
Lek Gumi Sasak, sdh tdk lagi bisa kita hitung banyaknya Ustazd dan Tuan Guru, bilangDese, bilang Das...
By H.MUSA SHOFIANDY
Presiden Canangkan Bebas Pemad...
udah ga da pemadaman po??dari dulu kek...
By Hendri Rahman


Comments
mungkin selama ini pejabat SKPD dan jajarannya gak pernah punya konsep yang jelas, inti pekerjaannya hanya menyelesaikan masalah rutin..
kalo sudah begini yakn jari ape NTB,..
RSS feed for comments to this post.