Ditulis oleh Administrator Senin, 30 November 2009 14:29
Jakarta [Sasak.Org] Kementerian Negara Badan Usaha Milik Negara (BUMN) akan kembali menegosiasikan proyek kawasan wisata di Lombok yang dilakukan atas kerjasama perusahaan Dubai, Emaar Properties dengan Bali Tourism Development Corporation (BTDC).
Menurut Deputi Kementerian Negara BUMN Bidang Logistik dan Pariwisata Harry Susetyo Nugroho, saat ini proyek tersebut masih dalam tahap pematangan persetujuan antara kedua belah pihak. Pemerintah meminta ketegasan komitmen dari Emaar.
"Kita sudah kasih syarat-syarat, tinggal menunggu respons mereka. Kalau mereka tidak bisa penuhi ya lebih baik dibatalkan saja," katanya usai raker bersama Komisi VI DPR di Gedung MPR/DPR, Senayan, Jakarta, Senin (30/11/2009).
Ia mengatakan, total proyek tersebut mencapai US$ 600 juta. Menurut Harry, pihak Emaar Properties berniat memiliki kepemilikan saham dalam kerjasama tersebut sebanyak 85 persen. Tapi mereka hanya berniat menyetor dana sebesar US$ 65 juta.
"Makanya kita minta mereka tambah dananya. Kalau tidak bisa, ya kita lihat saja nanti," katanya.
Selain dengan Emaar, pemerintah juga menjalin kerjasama dengan investor Dubai lain. Kerjasama itu antara lain Dubai Ports World bersama Pelindo III membentuk perusahaan patungan PT Terminal Petikemas Surabaya dengan investasi US$ 175 juta.
Menurut Harry, sampai saat ini proyeknya masih berjalan. Namun, pihak Kementerian Negara BUMN belum mendapat laporan lebih lanjut kondisi terakhir dari perusahaan plat merah tersebut.
"Masih jalan, tapi kita belum dapat laporan lagi," ungkapnya.
Sebelumnya, pemerintah Dubai mengumumkan kondisi gagal bayar atas sebagian obligasi Dubai World yang jatuh tempo. Dubai World tercatat memiliki kewajiban hingga US$ 59 miliar, atau menguasai sebagian besar dari total utang Dubai yang mencapai US$ 80 miliar.
Pemerintah Dubai mengumumkan telah menunjuk konsultan Deloitte untuk membantu restrukturisasi utang obligasi tersebut.
Gagal bayar atas surat utang Dubai World tersebut diperkirakan bisa memicu krisis global jilid II jika tidak ditangani dengan segera. Dubai bakal menjadi negara kedua setelah Amerika Serikat yang menjadi pemicu krisis ekonomi dunia.
(ang/qom/Detik.com)

Votes: +0
Ini mengingat krisis keuangan hebat di dubai, UEA, tempat asal Emaar dan tempat investasi terbesar Emaar. Dubai saat ini mengalami kerugian besar dalam sektor property dan tidak sanggup membayar hutang untuk perusahaan Dubai World yang merupakan perusaaah BUMN disana.
Akibatnya investasi perusahaan property UAE seperti Emaar, Nakeel diluar bisa dipastikan dibatalkan atau ditunda lagi dalam waktu tak menentu.
Kita di NTB dan di lombok khususnya mesti realistis mengenai ini dan walaupun rencana Emaar tentang pengembangan pariwisata Lombok Tengah indah dalam konsep sudah waktunya terjaga dari mimpi dan lupakan Emaar untuk mencari investor lain yang juga tentunya mau mengembangkan pariwisata NTB dilahan yg disediakan untuk Emaar.
Ini tugas berat pemerintah NTB dan Pemerintah Pusat, tapi seiring dengan selesainya BIL kita punya potensi yang besar untuk menarik investor besar lain di dunia pariwisata dan property.
Votes: +0
Saatnya bangun pariwisata lombok dengan tangan dan tenaga sendiri.
Votes: +0

Akses Sasak.Org Melalui Perangkat Seluler Anda www.m.sasak.org

