Berita - Opini

Lombok Tengah [Sasak.Org] Masih ingat dengn manisan “Gule Gending”? Gule Gending terbuat dari gula pasir biasanya berwarna merah dan berbentuk seperti serabut, didalam menjajakannya penjual Gule Gending selalu memainkan musik yakni dengan memukul-mukul wadah Gule Gending yang memang selain difungsikan sebagai wadah Gule gending juga sebagai alat musik yang menghasilkan suara yang cukup bagus da merdu, saat ini keberadaan Gule Gending sudah sangat jarang bahkan bisa dikatakan hampir “punah”.
Hal tersebut terjadi lantaran manisan Gule Gending kalah bersaing dengan manisan-manisan pabrikan lainnya da hal tersebut juga menyebabkan para penjual Gule gending banyak yang beralih profesi, padahal menurut saya sebenarnya para penjual Gule Gending tersebut adalah seorang seniman juga, dan atraksi mereka didalam memainkan irama wadah Gule Gendingnya dapat dijadikan sebagai salah satu daya tarik pariwisata kita.
Kemarin saya mendapat informasi dari seorang teman bahwa Pemprov NTB akan mendata kembali para seniman Gule Gending yang kemudian akan dibina agar musik yang dimainkan lebih menarik serta manisan Gule Gending yang dijual lebih enak dan higienis. Rencana Pemprov NTB ini sangatlah “solah” dan harus didukung, saya membayangkan nantinya para seniman Gule Gending tersebut berjejer di pintu masuk hotel-hotel menyambut tamu yang baru datang dengan alunan musik Gule Gendingnya, setelah itu para tamu hotel langsung dipersilahkan untuk mencicipi legitnya manisan khas Sasak tersebut.
Dengan begitu manisnya keuntungan industri pariwisata tidak hanya dinikmati oleh pengusaha hotel, travel atau pengusaha-pengusaha bermodal besar lainnya, te
tapi seniman Gule Gending juga dapat merasakannya. Hal ini merupakan salah satu wujud pariwisata yang berbasis kerakyatan. Sudah saatnya Pariwisata NTB khusnya Lombok dikelola dengan profesional dengan melibatkan semua pihak termasuk seniman Gule Gending dan Semoga rencana Pemprov tersebut menjadi kenyataan dan bukan hanya sebatas wacana saja, Ayo kita dukung Program Visit Lombok Sumbawa

Akses Sasak.Org Melalui Perangkat Seluler Anda www.m.sasak.org
Tautan ke Situs Lain
Pengunjung
Login Form
Kosakata Hari Ini
Sasak Lebung
Multimedia Sasak
Shout Box
Komentar Terbaru
Kekeringan, Warga Lombok Krisi...
Semethon-semethon leq Lentek, daweg, rau'n bae gawah-gawah lauq siku adin sere sempurne gering. Upay...
By Arya
Sabotase Listrik saat Warga Ta...
umat Islam yang lain kok gak ada respon, orang macam ini nih yang seharusnya diganyang.
By Nietha
Maulid Adat di Desa Sesait, Ke...
Maaf mas dan mba yang berasal dari desa sesait, minta pertolongan yg ikhlas dari anda semua. saya se...
By arie mahendra
BUDIDAYA TEMBAKAU VIRGINIA DI ...
replied for #MRB Saya sedang menjalani project mengenai tembakau d kota Lombok, kalau boleh saya min...
By Ryan AP
Kekeringan, Warga Lombok Krisi...
sukuri yg sudah diberi, tidak mustahil pulau lombok akan kering bila tidak kita jaga
By hari
Pemkab Lotim Ajukan Harga Dasa...
Kami mohon kepada Pemerintah jangan siksa kami (petani tembakau) kami capek begini terus. Minyak ind...
By Ahmad Afandi
PEMBELI ADALAH RAJA, PENJUAL A...
Semeton, pade inget-inget cerite dengan toak laek,
By Aji Turmudzi
PEMBELI ADALAH RAJA, PENJUAL A...
Bgitu banyak kita bicara Semeton tentang kesasakan kita, tapi kita tidak pernah banyak berbuat, bahk...
By Aji Turmudzi
Teknologi Distilator Surya Unt...
perfect hbis penjelasan nya tapi klw bisa gambarnya di perjelas..... biar aq bisa belajar lebih bany...
By alan songge
Kiat Menghindari Penurunan Pro...
knp yah... itik sy g mau btelur ??? dari 125 itik telurnya kadang cuman 2 butir / hari. apa ada paka...
By one


Comments
SUKA SEKALI YANG NAMANYA GULE GENDING . .
SEJAK SMP WAH NDARAQ NIKE ORANG JUALAN GULE DENDING . ....
SEMOGA GULE DENDING NIKE NANTI BISA JADI MAGNET DAYA TARI WISATA KHAS LOMBOK ENDAH NIKE...
KIRE-KIRE BEREMBE SEJARAH NIKE GULA GENDING KANDA LWR?
REGARDS
ABDULLAH AL MUZAMMI
Mengapa kedua seni bermusik untuk berjualna itu musnah atau hilang popularitasnya? Sebagai sebuah tradisi, pelaku dan masyarakat kurang kratifitas dalam memeilihara kesenian dan bisnisnya. Penjual yang sekaligus seniman itu biasanya adalah orang yang sama, dia menjual G gending berseling G gaet. Orang ini tidak mengerti estetika. waktu SD saya tidak membeli karena melihatnya menjilat tangannya yang dia pakai memukul gending dan rencek lalu memutar gule gaet atau menjumput gule ramboknya.
Masyarakat Sasak belum pernah berfikir untuk membangun pusat kesenian apalagi sebuah jurusan musik tradisonal di sekolah maupun universitas. Atau setidaknya sanggar kesenian kecil di desa. Mau menyelematkan kesenian, bahasa dan budaya Sasak? Bergabunglah di Sasak.org dan KS mari kita bicara dan saling asah, sudah saatnya kita bekerja! Maju dan Jayalah bangsaSasak.
Salam Persaudaraan dari Komunitas Blogger KalSel 'Kayuh Baimbai' (http://kayuhbaimbai.org).
Salam Blogger
Soulharmony (085251534313/081952954056)
klo menurut saya...alangkah indah dan bermanfaatnya lagi jika masakan tradisionla maupun jajannan tradisional mulai di kumpulkan dalam satu wadah..kemudian di jajakan deket kawasan wisata bekerja sama dengan pihak hotel tentunya...
ide ini harus segera direalisasikan..mumpung lagi musim liburan....
VIVA LOMBOK...VIVA NTB.. VIVA INDONESIA
RSS feed for comments to this post.