Jumat, Maret 12, 2010
   
Text Size

Pencarian Artikel

Jalan Penujak–Bonder Rusak Parah Warga Tanam Pohon di Tengah Jalan

Lombok Tengah [Sasak.Org] Ruas jalan antara Desa Penujak dengan Desa Bonder Praya Barat Lombok Tengah (Loteng), Senin (8/2) pagi kemarin, diblokir warga setempat. Aksi dilakukan warga sebagai bentuk protes, atas minimnya perhatian Pemkab Loteng terhadap kondisi jalan yang rusak parah. Pasalnya, sudah lebih dari 4 tahun jalan tersebut tidak pernah tersentuh perbaikan.

Warga yang menamakan diri Aliansi Masyarakat Peduli Lombok Selatan itu, menggelar aksi tepat diperbatasan kedua desa. Dengan melakukan penanaman pohon pisang dan tanaman lainnya. Aksi sendiri sempat membuat arus lalu lintas di jala tersebut, macet. Puluhan kendaraan roda dua maupun roda empat, dibuat harus menunggu sampai beberapa menit untuk bisa melalui jalan yang diblokir itu.

Semula aksi hanya dilakukan oleh sejumlah warga desa setempat yang dikoordinir oleh Jalaludin, Alus dan sejumlah tokoh pemuda lainnya sekitar pukul 09.00 WITA. Namun semakin siang, aksi terus berlanjut ke lokasi-lokasi lainnya. Bahkan aksi penanaman pohon bukan hanya dilakukan di perbatasan desa. Tapi terus berlanjut hingga memasuki wilayah Desa Penujak dan Desa Bonder.

 

“Aksi ini kami gelar sebagai bentuk keprihatinan kami atas minimnya perhatian Pemkab Loteng atas kodisi jalan di desa kami,” ujar Jalaludin. Ia mengungkapkan, Pemkab Loteng dalam hal ini terkesan setengah hati untuk memperbaiki jalan yang ada. Bagaimana tidak, jalan antara Desa Selong Belanak  dengan Jurang Are sudah diperbaiki. Bahkan kondisi jalanya berhotmix.

Ironisnya, jalan antara Jurang Are dengan Desa Penujak, justru tidak diperbaiki. “Ada apa ini,” tanyanya. Hal ini membuktikan bahwa Pemkab Loteng terkesan menganaktirikan Desa Bonder dan Desa Penujak. “Mengapa jalan antara Desa Selong Belanak-Jurang Are yang diperbaiki. Sementara jalan dari Jurang Are ke Desa Penujak tidak. Berarti Pemkab Loteng setengah hati untuk melakukan pemerataan pembangunan,” ujarnya.

Untuk itu, tegasnya, warga menuntut kepada Bupati Loteng segera memperbaiki jalan ini. Jika tidak, maka dirinya tidak berani bertanggungjawab kalau warga sampai berbuat diluar batas kewajaran. “Kami beri waktu kepada Pemkab Loteng 2x24 jam atau sampai Hari Rabu besok untuk memperbaiki jalan ini. Kalau tidak, kami akan menggelar aksi serupa dengan massa yang lebih besar. Bahkan warga tidak akan segan-segan bakal  menggali jalan diperbatasan ini agar tidak bisa dilalui lagi,” ancamnya.

Menurutnya, warga melakukan aksi pemblokiran jalan tersebut, lantaran sudah sangat kecewa atas ketidakpedulian Pemkab Loteng atas kondisi jalan yang merupakan akses ke objek wisata Pantai Selong Belanak ini. Janji politik akan memperbaiki jalan tersebut oleh Bupati Loteng saat ini, HL. Wiratamaja, lima tahun silam ketika belum terpilih, ternyata hanya janji semata.

Dengan adanya aksi pemblokiran jalan ini, tambah Jalaludin, diharapkan bisa membuka mata Pemkab Loteng untuk bisa segera memperbaiki kondisi jalan yang rusak parah. Karena masyarakat sudah sangat lelah hanya dijanjikan, tanpa ada realisasi.  “Kami juga minta kepada anggota DPRD Loteng yang berasal dari daerah pemilihan IV (Praya Barat-Praya Barat Daya) lebih khusus lagi anggota Dewan dari daerah Praya Barat untuk turut membantu perjuangan warga. Jangan hanya ketika belum terpilih, berkoar-koar akan mempebaiki jalan. Tapi tidak ada realisasi yang jelas,” tambah Jalaludin.

Meski perjalannya terganggu, para pengendara dan sopir angkutan desa yang melewati jalan tersebut, menyerukan dukungan atas aksi warga. Bahkan sejumlah pengendara turut memberi semangat dan dukungan kepada para demontran. Para sopir itu pun siap melakukan aksi serupa jika tuntutan warga tidak segera dipenuhi.

Trackback(0)
Comments (1)add comment
sersak: ...
Menyedihkan sekali warga masyarakat ini betul betul masyarakat terjajah, mereka bukan manusia merdeka sehingga terus saja menuntut dibuatkan ini itu. mengapa orang yang berdemo ini tidak beramai ramai menggali tanah dan memperbaiki jalan yang mereka pakai sendiri. Sudah 4 tahun rusak masih menunggu pemerintah juga. Cobalah para pendemo dan yang momot momot itu bergotong royong memperbaiki sendiri, pahalanya jauh lebih baik daripada membangun masjid kosong. Marilah kita merdekakan diri dengan membangun sediri dasan kita dengan apa yang ada. kalau perlu tai sapi atau kerbau kita oleskan didepan rumah masing masing agar berkilau jalannya. Daripada demo terus, pohon pisangpun dikorbankan, akhirnya kita akan kekurangan pisang pula.
1

report abuse
vote down
vote up
February 11, 2010
Votes: +0

Write comment
quote
bold
italicize
underline
strike
url
image
quote
quote
smile
wink
laugh
grin
angry
sad
shocked
cool
tongue
kiss
cry
smaller | bigger

security image
Write the displayed characters


busy


Akses Sasak.Org Melalui Perangkat Seluler Anda www.m.sasak.org

Ucapan Terimakasih

Unitiga Rekayasa System

Pengunjung

Kami memiliki 42 Tamu online

Revolver Map

Login Form

Kosakata Hari Ini

Pemban Selaparang

Pemban Selaparang adalah orang yang dipilih untuk menuntun dan mengusahakan kesejahteraan bersama. Rahayu Pemban Selaparang berarti Selamat Sejahtera Pengemban Amanat Rakyat.
 

Multimedia Sasak

This text will be replaced

Shout Box

AISC-Taiwan

Annual Indonesian Scholar Conference in Taiwan