Category Archives: Agama

​Belajar optimis dari sejarah islam.(perang uhud)

Belajar optimis dari sejarah islam.(perang uhud)

Oleh :Gandi Rifansyah
Maju terus atau mundur mengatur strategi karena.

Kejayaan dan kehancuran adalah sesuatu yang biasa di bergilirkan supaya kaum muslimin mengambil pelajaran. Seperti dalam firman Allah Subhanahu Wata’ala dalam Qur’an Surat Al Imran 140.

Perang uhud yang dipimpin lansung oleh Rasullulah Sallallahualihi Wasllam mengajari arti sebuah optimisme dalam berjuang, ketika pasukan Qurais berjumlah 3000 pasukan sedangkan pasukan muslimin berjumlah 1000 sebelum  pemimpin pasukan munafik Abdullah bin Ubay mundur dari perang dengan alasan tidak didengar pendapatnya saat musyawarah, sebenarnya tujuan pokoknya seperti dikatakan syaikh shafiyur rahman al -mubarakfury  karena  keinginannya dalam menimbulkan guncangan dan keresahan pada pasukan muslimin. Tatapi hal itu tidak terjadi. Total pasukan muslimin 700 orang.
Peperangan pun berkecamuk di uhud, dengan strategi Depensif yang Rasullulah perintahkan. Pasukan pemanah berada di atas bukit,  sayap kanan dikomandani  oleh Al Mundazir bi amr sayap kiri dipimpin Az zubair bin Al Awwam dan didukung satuan pasukan dikomandani Al Miqdad Al Aswad, Az Zubair bertugas  bertugas menghadang pasukan kuda dan barisan depan sejumlah orang pemberani yang kemampuan disamakan dengan seribu orang.
Ada tiga pristiwa terjadi di perang uhud.

Peristiwa pertama kemenangan Pasukan muslimin berhasil memukul mundur pasukan musuh (Qurais)

Peristiwa kedua kekalahan pasukan muslimin ketika mayoritas pasukan pemanah turun dari bukit ikut serta dalam pengumupulan harta rampasan perang, padahal hal itu sangat dilarang  oleh Rasullulah Shallallahualahi Wasallam.Dalam Riwayat Al Bukhari disebutkan beliau bersbda “jika kalian melihat kami dsambar burung sekalipun, maka janganlah kalian meninggalkan tempat itu, kecuali ada utusan, jika kalian melihat kami mengalahkan mereka, maka kalian jangan meningglkan tempat, hingga ada utusan yang datang pada kalian”.

Peristiwa ketiga ketika Rasullullahualihi wa salam mundur ke jalan bukit untuk mengatur strategi perang ,Sampai akhirnya pasukan qurais ditancapkan ketakutan dalam hati mereka oleh Allah Subhanahu Wata’ala, sehingga pasukan qurais kembali ke Mekkah, ketika akan kembali, pemimpin qurais menantang pasukan muslimin bertemu kembali di badr tahun depan. Rasullulah Shallallahualahi wasalam bersabda kepada salah satu sahabat, Jawablah” Ya,Disanalah tempat  yang telah disepakati antara kami dan kamu”
Tetapi pada hari yang dijanjikan, pasukan qurais tidak berani, karena memikirkan akibat dari perang uhud,ketakutan membayangi hatinya, akhirnya pasukan qurais kembali ke mekkah dengan beberapa alasan.
Kalau kita analisis bersama perang uhud dimenangkan oleh pihak qurais, kalau melihat dari segi bamyaknya kaum muslimin yang terbunuh sebanyak 70 orang dan qurais 20 orang tapi yang paling kuat 30 orang. Tapi kalau dilihat dari sgi psikolgi  kaum muslimin memenangkan pertarungan kalau dilihat dari pasukan qurais tidak menyerang madinah dan tidak menempati janjinya untuk bertemu diperang badr.
Perang uhud mengajarkan sifat optimis dalam hal kemengan walaupun kekalahn sekalipun, karena kekalahan adalah kemenangan selama dalam koridor memperjuangkan kebenaran. Ada hikmah dan hadiah yang menunggu yaitu kemenangan.