Category Archives: Budaya

Kopi, suguhan silaturrahim khas Sasak

Lombok [Sasak.Org] Bila kita berkunjung ke rumah tetangga atau kerabat di Lombok, biasanya akan langsung disuguhkan kopi. Tradisi turun temurun ini sangat melekat di Pulau Lombok. “Itu sudah jadi kebiasaan kita dari dulu” kata Joher, guru SMAN 1 Brang Rea Sumbawa Barat ketika ditemui di Taliwang.

Pria asal Poh Gading Lombok Timur ini membandingkannya dengan tradisi suku lain “kalau yang lain, sampai pulang kadang tidak ada keluar apa-apa, tapi, tidak semua begitu” tambahnya.

Di Perumahan Pemda Lobar Dasan Geres, tradisi menyuguhkan kopi saat bertamu terlihat jelas. “Sejak saya tinggal disini, istri saya selalu menyediakan kopi dan the di rumah, bila tetangga berkunjung, selalu kita suguhin kopi atau teh” kata Bapak Muhammad As’ad, Guru MTsN Kuripan yang asli suku Mbojo ini. “Awalnya, saya kurang memperhatikan hal itu, mungkin karena beda tradisi, tetapi setiap saya silaturrahim ke tetangga disini, selalu disuguhi kopi atau teh” jelas alumni IAIN Mataram ini.

Suasana bertamu dengan suguhan kopi panas

Suasana bertamu dengan suguhan kopi panas

Silaturrahim atau ngayo sudah menjadi tradisi orang Sasak Lombok. Suguhan kopi atau teh seperti wajib. Saat ini sudah mulai ditanya, mau teh atau kopi atau air putih, sebelumnya tanpa ada tawaran, kopi wajib keluar 7-10 menit setelah bersilaturrahim. Dalam sebuah pantun sasak (sesenggak sasak), disebutkan:

Lain gubug (Beda Kampung)
Lain jaje (Beda Jajan)
Lain gubug (Beda Kampung)
Lain care (Beda Cara/kebiasaan)

Roah Turunan Sampi

Lombok Tengah [Sasak.Org] Sesuai Kalender yang diyakini sebagai peninggalan nenek moyang mereka, masyarakat Bun Mudrak Desa Sukarara Lombok Tengah, hari ahad 10 Nopember 2013 bertepatan dengan masuknya bulan pituq (bulan ke tujuh) dalam penanggalan sasak. Karena itu, masyarakat Bun Mudrak mengadakan roah bulan pituq atau disebut juga roah turunan sampi (tahlilan menurunkan sapi). Maksudnya adalah sapi-sapi peliharaan sudah siap-siap untuk turun membajak sawah-sawah yang bertepatan dengan masuknya musim penghujan.

Dalam sambutannya, Tetua Adat Bun Mudrak, Haji Mertah menjelaskan bahwa tradisi ini telah turun temurun sejak dia belum ada. “Saya masih kecil dulu, tradisi roah ini sudah berjalan, bahkan, menurut keterangan orang tua kami dulu, sapi-sapi mengeluarkan air mata ketika roah berlangsung, karena tiba saatnya sapi-sapi itu bekerja keras membajak sawah” jelas Kakek satu anak ini.

Suasana roah bulan pituq di Bun Mudrak

Suasana roah bulan pituq di Bun Mudrak

Setiap peternak, menyiapkan makanan-makanan seperti topat, tikel, ayam panggang yang nantinya dikalungkan di sapi-sapi mereka. Makanan yang terlebih dahulu didoakan ditengah-tengah acara roah kemudian disemburkan air yang telah dicampur dengan air rendaman tanduk anjing. Tandung anjing tersebut diyakini sebagai peninggalan nenek moyang masyarakat bun mudrak. [WKS/Zkp]

Komunitas Sasak adakan Pekan Permainan Sasak

Lombok Tengah [Sasak.Org] Komunitas Sasak Regional Lombok mengadakan acara Pekan Permainan Sasak (PPS) yang dilangsungkan di Pesantren Hidayatul Muhsinin di Jl Bypass BIL KM 15 Desa Labulia Kec. Jonggat Kab. Lombok Tengah. Kegiatan yang berlangsung sejak tanggal 7 Juni 2013 ini berlangsung meriah. Berbagai pertandingan khas sasak di gelar. Mulai dari pembuatan peledok, kendole, main cungklin, pembuatan gansing, pembuatan layangan, presean dan permainan lainnya.

pekanPS

Lomba Pidato dan Baca Puisi Sasak

Kegiatan ini disponsori penuh oleh Komunitas Sasak. Penanggung Jawab kegiatan, Amaq Nune menyampaikan bahwa kegiatan ini diharapkan nanti direplikasi dengan cakupan wilayah yang lebih besar. “Jujur saja, berangkat dari keresahan kami, banyak anak-anak suku sasak yang tidak memahami atau bisa permainan sasak, yang membuat saya tambah miris, para peserta diajarkan dulu cara bermain cungkling, cara membuat peledokan”  tambah aktifis KS regional Lombok ini.

Enjang

Enjang

Membuat Gasing

Membuat Gasing

Presean

Presean

Cungklik

Cungklik

Para peserta berasal dari berbagai dusun di Desa Labulia, Desa Batutulis, Desa Sukarara Lombok Tengah dan Desa Kuripan Lombok Barat. Mereka terlihat antusias mengikuti berbagai pertandingan. Khusus untuk Puisi dan Ceramah Bahasa Sasak telah disiapkan teksnya oleh Sesepuh KS Bapak Hazairin R Junep yang menyempatkan diri membuat puisi walaupun sedang berada di Thailand. Ada juga Al Ustadz Gufran Muhsan yang tulisan puisinya menjadi favorit para peserta.

PPS ini akan berakhir pada tanggal 12 Juni 2013 dan pemberian hadiah akan dilangsungkan pada hari Kamis Tanggal 13 Juni 2013 yang bertepatan dengan acara Perpisahan Kelas III MTs dan MA Hidayatul Muhsinin. Hadiah yang berupa uang tunai tersebut berasal dari Donasi Pemban Komunitas Sasak. [WKS]

Festival Sasak di Yogyakarta

Pemerintah Nusa Tenggara Timur (NTT)  Barat (NTB) dan Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menggelar Sasak Day Festival. Sejumlah pelajar, mahasiswa dan warga NTT NTB menampilkan berbagai macam seni tradisi Suku Sasak.

Hadiri Sasak Day, Promo Budaya Sasak di Jogja 20 April 2013

sasakday

Yogyakarta [Sasak.Org] Hadiri dan pastikan anda ikut berpartisipasi dalam rangkaian acara Sasak Day di Yogjakarta. Sasak Day merupakan acara keakraban dan promosi budaya Sasak yang akan diselenggarakan pada  Sabtu 20 April 2013 sepanjang jalan Malioboro dan Alun-alun Utara Keraton Yogyakarta

Acara ini terselenggara oleh keluarga besar Mahasiswa Lombok – Jogja dengan dukungan penuh dari :
Pemda NTB
Pemda DIY
Dinas Pariwisata NTB
Dinas Pariwisata DIY
Bank Indonesia
Incca
Lombok Travel
Warung Rahmatillah
Donatur #10ribuforsasakday

Pendaftaran peserta nyongkolan silahkan Hub YOLA ( 081917188642 ), Keterangan lengkap acara ini bisa menghub Jien Tirta Raharja 087816246161