Category Archives: Budaya

PNS Lombok Barat Diwajibkan Gunakan Batik Sasambo

Lombok Barat [Sasak.Org] Untuk memasyarakatkan hasil produksi batik Sasak Samawa Mbojo (Sasambo) di Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat, pegawai negeri sipil di daerah ini diwajibkan menggunakan batik Sasambo satu kali seminggu.

“Bahkan instruksi Bupati ke semua satuan kerja perangkat daerah (SKPD) di lingkup Lombok Barat sudah diedarkan,” kata Kepala Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Menegah, Perindustrian dan Perdagangan Joko Wiratno di Giri Menang, Jumat (20/8).

Menurutnya, batik Sasambo yang di tekuni oleh sekitar 15 santri di Pondok Pesantren Tarbiatul Iklas Lombok Barat itu mulai aktif berkembang sejak dua bulan lalu.

Kendati demikian, hasil produksi batik Sasambo yang menawarkan motif bermuatan lokal seperti kangkung, bebele, manggis, grotok sapi, sebie (cabe), mulai dilirik oleh berbagai kalangan.

“Batik yang dihasilkan berupa batik cap dan tulis saat ini masih didominasi dari motif sasak, karena itu sekarang pembatik sedang mengembangkan motif kombinasi Sasak Samawa dan Mbojo, dengan memunculkan motif lumbung Raja Bima,” katanya.

Itu bertujuan, agar batik sasambo ini mampu menjadi batik khas tidak hanya di Pulau Lombok melainkan batik khas NTB, sesuai dengan namanya. “Motif ini juga tentu akan memberikan pangsa pasar yang lebih luas lagi,” katanya.

Ia mengatakan, dengan alasan itu saat ini pihaknya selaku pembina industri kecil menengah sudah mulai menggunakan batik sasambo setiap hari Kamis. “SKPD kita akan menjadi pioner mengimplementasikan instruksi Bupati tersebut, agar SKPD-SKPD lainnya juga itu serta,” katanya.

Selain PNS, pemanfaatan batik sasambo juga di sosialisasikan ke dunia pendidikan sehingga para guru bahkan siswa dapat diarahkan menggunakan pakaian khas batik sasambo.

“Selama ini pakaian khas yang digunakan siswa hampir seluruhnya di datangkan dari luar daerah,” katanya. Padahal, kualitas batik sasambo ini sangat bersaing dengan batik luar daerah, namun tidak bisa dipungkiri harganya relatif lebih mahal, karena saat ini semua bahan baku masih didatangkan dari luar daerah.

Dalam sehari pengrajin mampu menghasilkan 100-150 lembar kain ukuran panjang 2,5 meter, dengan harga untuk batik cap berkisar Rp125-150 perlembar, sedangkan batik tulis bekisar Rp175-190 perlembar. (Ant/sa/OL-04)

Pemprov NTB Segera ‘’Launching’’ BASNOL

Mataram [Sasak.Org] Pemprov NTB menyadari bahwa kesadaran masyarakat membuang hajat atau air pada tempatnya masih kurang. Masih banyak masyarakat di daerah ini yang membuang hajat sembarangan. Akibatnya, kondisi lingkungan dan kesehatan masyarakat masih belum seperti harapan, sehingga membutuhkan perhatian pemerintah.

Terkait hal ini, seperti disampaikan Gubernur NTB TGH. M. Zainul Majdi, MA, pemerintah perlu membuat penyadaran pada masyarakat agar membuang hajat pada tempatnya. ‘’Pemprov NTB sudah menyusun program Buang Air Sembarangan Nol (BASNOL) dan segera di- launching. BASNOL ini akan segera diterapkan di NTB. Apalagi BASNOL berpengaruh terhadap kondisi kesehatan lingkungan,’’ ungkap Gubernur di ruang kerjanya, Senin (16/8).

Penerapan BASNOL, ungkapnya, bisa dikatakan berhasil dengan melihat indikasi banyaknya rumah tangga yang memiliki jamban. Termasuk, minimnya masyarakat yang membuang hajat secara sembarangan. Diakuinya, adanya program BASNOL ini memberikan pengaruh besar perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) di tengah masyarakat.

Jika PHBS masyarakat tidak dijaga, lanjutnya, sulit bagi daerah mewujudkan NTB yang Beriman dan Berdaya Saing, karena PHBS berpengaruh terhadap perilaku hidup di masyarakat, khususnya kesehatan ibu dan anak.

Gubernur mengharapkan pemerintah kabupaten/kota mendukung BASNOL. Apalagi, pemerintah kabupaten/kota merupakan ujung tombak pemerintahan daerah yang bisa memberikan kontribusi pada program ini secara baik. Tidak hanya itu, lanjutnya, program ini sudah mendapat dukungan dari UNICEF, sehingga diharapkan bisa berhasil dengan baik. ‘’Kita juga sudah berkomunikasi dengan pemerintah pusat terkait dengan program BASNOL ini,’’ terang Gubernur yang didampingi Kabag Humas dan Protokol Biro Umum Setda NTB L. Moh. Faozal, S.Sos, MSi.

Menyinggung launching program ini, Gubernur mengaku masih belum tahu secara pasti. Namun, yang jelas, launching program BASNOL segera dilakukan dalam waktu dekat.

Sebelumnya, di awal pemerintahan TGH. M. Zainul Majdi, MA, dan Ir. H. Badrul Munir, MM, telah meluncurkan banyak program, seperti Visit Lombok Sumbawa dalam mencapai sejuta wisatawan di tahun 2012, Angka Kematian Ibu Menuju Nol (AKINO), Angka Buta Aksara Nol (ABSANO), Angka Drop Out Nol (ADONO), NTB Bumi Sejuta Sapi dan program andalan lainnya. Program-program itu,  sudah dalam tahap pelaksanaan di lapangan.

Sade Raih Penghargaan Desa Wisata

Lombok Tengah (Sasak.Org) Desa Sade yang dihuni suku Sasak di Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, berhasil meraih penghargaan nasional sebagai desa wisata yang mampu melaksanakan gerakan sadar wisata dan aksi sapta pesona.

“Desa Sade berhasil menjadi juara harapan satu pada lomba desa  wisata yang diselenggarakan oleh Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata,” kata Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Lombok Tengah, HL Jazuli Azhar di Praya, Lombok Tengah, Selasa (20/7/2010).

Sementara itu, peraih penghargaan desa wisata pertama adalah Desa Karang Banjar, Kecamatan Bojongsari Tengah, Kabupaten Purbalingga Provinsi Jawa Tengah. Pemenang kedua Desa Munduk, Kecamatan Banjar, Kabupaten Buleleng, Provinsi Bali. Peraih penghargaan ketiga adalah Desa Wisata Kebon Agung, Kecamatan Imogiri, Kabupaten Bantul, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta.

Menurut Jazuli, penghargaan desa wisata tersebut diserahkan Dirjen Pengembangan Destinasi Pariwisata Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata, Firmansyah Rahim di Jakarta, Minggu (18/7/2010).

Desa Sade mendapat penghargaan setelah berhasil menyisihkan 59 desa lainnya dari 25 provinsi di Indonesia. “Kita cukup bangga dengan prestasi ini, meskipun kita juara harapan,” kata Jazuli.

Kriteria yang dinilai pada pemberian penghargaan desa wisata  ini diantaranya kegiatan masyarakat yang terkait langsung maupun tidak langsung dengan usaha kepariwisataan dan mampu menciptakan manfaat bagi kesejahtraan masyarakat.

Selain itu, penerapan nilai nilai sapta pesona di desa wisata dan penerapan prinsip pariwisata berkelanjutan serta memiliki propek pertumbuhan usaha masyarakat yang terkait secara langsung maupun tidak langsung dengan kepariwisataan.

Dari empat kriteria yang dinilai tersebut, lanjutnya, hampir seluruh aspek penilaian sudah dipenuhi. Beberapa kelemahan masih ada, seperti kelengkapan data dan keorganisasian. “Ke depan harus kita benahi bersama segala kekurangan itu,” kata Jazuli. (Kompas)

 

“Paul” si gurita, prediksi pemenang pilkada putaran kedua Loteng

Hasil prediksi paulLombok Tengah [Sasak.Org] Pesona Paul si gurita yang konon tidak pernah salah dalam meramal pemenang pertandingan bola di piala dunia 2010 Afrika Selatan semakin mentereng. Setelah menyita perhatian yang begitu besar hingga ketingkat kepala pemerintahan, “Paul” juga konon menerima ancaman pembunuhan. Paul juga sepertinya sudah manjadi ikon peramal jitu yang pesonanya sudah merambah kemana-mana, tidak hanya di pertandingan bola.

Ada-ada saja kreatifitas pendukung salah satu calon peserta pilkada lombok tengah. Dengan menggunakan software grafik desain, gambar paul yang mengambil makanan sebagai cara untuk meramal dipermak sedemikian rupa. Melalui situs jaringan facebook, tersebar gambar menarik dimana paul si gurita meramal siapakah yang menjadi pemenang antara pasangan nomor 2-SALAM dan nomor 4-MAIQ-MERES pilkada putaran kedua kabupaten lombok tengah.

Gambar paul si gurita yang sedang membuat ramalan tersebut mulai beredar di jaringan facebook pada tanggal 10 juli dan mulai di tag oleh beberapa facebooker. Berbagai komentarpun bermunculan baik pro dan kontra mengenai ramalain si “Paul” dan tentu saja pujian facebooker kepada designer gambar tersebut. Jika Anda berminat untuk melihat ramalan Paul si gurita, Anda bisa lihat di halaman web berikut. Dan Anda bisa ikut ramaikan analisa mengenai ramalan si “Paul” dengan turut berkomentar [WKS]

Video Mesum Mirip Calon Beredar, Tuan Guru Gerah

[Sasak.Org] Ini tak ada kaitannya dengan video “trio mesum” Ariel, Luna Maya, dan Cut Tari. Di Lombok Tengah (Loteng), video mesum yang menghebohkan warga setempat itu pemerannya mirip salah satu calon Bupati Lombok Tengah (Loteng). Disebut-sebut, pelakunya mirip mantan ketua DPRD NTB yang saat ini sebagai calon Bupati Loteng dan akan bertarung dalam putaran II Pilkada. Karena kaitannya dengan pilkada, video mesum itu makin menghebohkan.

Para alim ulama dan tokoh masyarakat pun minta kejelasan mengenai hal itu. Pasalnya, jika ternyata pelakunya adalah benar orang dimaksud, maka bisa bahaya jika yang bersangkutan terpilih menjadi bupati.  “Jika tidak dituntaskan, kami tidak tahu bagaimana reaksi masyarakat Loteng nanti,” kata TGH Suhaili Umar pada wartawan usai bertemu dengan petinggi Polda NTB.

Hal senada diungkapkan TGH Hafiz, salah seorang tokoh agama asal Pujut. “Kita minta kasus ini segera diusut Polda,” ujarnya. Bersama dengan puluhan tuan guru asal Loteng dan ratusan massa, TGH Suhaili dan TGH Hafiz kemarin mendatangi Polda NTB. Mereka menuntut agar kepolisian segera mengusut tuntas kasus ini hingga tuntas. Jika kasus ini belum dituntaskan, para pimpinan Ponpes se-Loteng ini meminta agar pelaksanaan Pemilukada putaran II ditunda.

Kapolda NTB melalui Wadir Reskrim AKBP Triyono BP mengatakan, kasus ini sudah ditangani pihak Polda NTB. Sebelumnya, laporan dari masyarakat terkait kasus ini sudah diterima di tingkatan Polres Loteng. Kasus ini kemudian dilimpahkan ke Polda untuk tindak lanjutnya. “Polda sudah membentuk tim khusus terkait peredaran kasus ini (video mesum, Red),” kata mantan Kapolres Kota Mataram ini.

Dijelaskan, penyidik telah melakukan penyelidikan dengan memeriksa sejumlah saksi untuk mengungkap kasus ini. Namun, langkah Polda ini masih menemui kendala, sebab para saksi yang diperiksa tidak bisa memberikan petunjuk mengenai pelaku penyebaran video ini. “Dari keterangan saksi, kepingan video ini didapatkan di jalan raya, tanpa mengetahui siapa yang menyebarkannya,” paparnya.

Kembali ke aksi massa. Diceritakan Suhaili, berdasarkan informasi yang disampaikan jamaah pengajian yang dibinanya, pelaku dalam video mesum ini adalah mirip mantan ketua DPRD NTB yang saat ini sebagai calon Bupati Loteng dan akan bertarung dalam putaran II Pilkada. Suhaili sendiri mengaku belum menyaksikan video dimaksud.

Sehari sebelumnya, massa ini juga sempat mendatangi Polres Loteng untuk menanyakan kasus tersebut. Namun dari pihak Polres Loteng menyatakan kasus tersebut ditangani Polda NTB. Itulah sebabnya, massa yang datang menggunakan belasan mobil bahkan beberapa mobil berplat merah ini mendatangi Polda NTB.
“Kepolisian segera usut tuntas kasus ini dan selesaikan proses hukumnya,” kata koordinator aksi L Sahnan.

Massa pengunjukrasa menuntut penyelesaian kasus ini harus segera dilakukan. Mengingat pemain pria dalam video yang sudah beredar di masyarakat tersebut diduga dilakukan oleh seorang yang mirip dengan salah satu calon bupati di Loteng saat ini. Para pengunjuk rasa menyatakan menolak hal-hal yang berbau zina. “Ini sangat kita sayangkan. Harus segera diambil tindakan. Pelakunya ini adalah tokoh panutan,” kata Sahnan

Aksi diwarnai adegan teatrikal. Salah seorang peserta demo mengenakan kostum dan kacamata yang mirip dengan pria yang ada dalam video mesum itu, serta mendandan dirinya sehingga terlihat perutnya buncit.”Oh ya teman-teman wartawan, kami sengaja memang menggunakan mobil plat merah ke sini. Biar sekalian diusut oleh aparat, biar nanti kami tanyakan pada aparatnya, kok masalah mobil dinas diusut sementara video mesum tidak diusut,” katanya tersenyum.

Dalam orasi ini pengunjukrasa juga meneriakkan yel-yel kecamatan terhadap perbuatan zina. Salah seorang orator, Samsudin, menantang sosok dalam pemain video tersebut menempuh jalur hukum jika merasa difitnah. “Kalau menganggap diri d fitnah silakan laporkan kami. Mari kita selesaikan di jalur hukum,” katanya. Dia juga menyindir kasus video mesum mirip artis Ariel Peterpan, Cut Tari dan Luna Maya, yang beredar. Dia membandingkan kasus tersebut dengan kasus yang terjadi di Loteng. “Kasus ini juga terjadi di daerah kita di Loteng,” teriaknya. JPPN