Category Archives: Budaya

Gubernur Prihatin Banyak Pertumpahan Darah di Bulan Ramadhan

Mataram [Sasak.Org] Ajang silaturahmi Ramadhan dengan Tuan Guru dan Masyayikh se-Pulau Lombok di Pendopo Gubernur NTB, Senin (6/9) malam dijadikan oleh Gubernur NTB TGH. M. Zainul Majdi, MA, untuk menumpahkan uneg-unegnya, khususnya berkaitan dengan kondisi di sejumlah wilayah di daerah ini. Gubernur pada kesempatan tersebut, mengaku sedih dan prihatin dengan perilaku umat Islam di bulan Ramadhan yang jauh dari ajaran Islam.

‘’Sebagai pemimpin di NTB, saya sedih khususnya selama Ramadhan banyak yang jauh dari perilaku umat Islam. Banyak pertumpahan darah hanya karena masalah sepele,’’ ungkapnya di hadapan ratusan Tuan Guru Se-Pulau Lombok, kepala Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) lingkup Pemprov NTB dan wartawan.

Gubernur melihat, banyak umat Islam yang melakukan cara-cara tidak sesuai tuntutan agama. Namun, ungkapnya, untuk merubah perilaku masyarakat seperti ini sulit dilakukan.

Untuk itu, Gubernur mengharapkan para Tuan Guru menyebarkan ajaran yang baik-baik dari agama Islam kepada umat, sehingga tidak melakukan perbuatan di luar ketentuan agama. Hal-hal yang bisa menyebabkan pertumpahan darah atau insiden, diharapkan tidak disampaikan kepada umat, karena berdampak terhadap kondisi daerah.

Gubernur tidak menampik, jika perhatian pemerintah pusat terhadap NTB belakangan ini cukup besar. ‘’Seperti Kapolri memberikan perhatian lebih pada Polda NTB. Begitu juga Presiden tetap memantau perkembangan NTB. Untuk itu, perlu ditampakkan ajaran Islam yang baik-baik,’’ ujarnya.

Diakuinya, peranan tokoh agama dalam membantu menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat sangat besar. Menjaga keamanan, katanya, tidak cukup hanya aparat kepolisian. Warga lebih cenderung mendengar ceramah Tuan Guru atau tokoh agama daripada aparat.

Pada kesempatan tersebut, Gubernur juga mengharapkan dukungan dari Tuan Guru atau tokoh agama di daerah ini membantu pembangunan Islamic Center (IC) di eks Lapangan KONI Mataram. Menurutnya, jika IC sudah berdiri memiliki banyak fungsi, seperti tempat pertemuan dari berbagai organisasi, tempat pertumbuhan ekonomi baru dan menjadi museum bagi umat Islam.

Menurut Gubernur, pembangunan IC tidak hanya menjadi tugas pemerintah, melainkan tugas seluruh elemen masyarakat di daerah ini. Paling tidak, ujarnya, sebagai bentuk dukungan dari masyarakat, setiap Jumat para jamaah menyisihkan Rp 1.000 untuk pembangunan IC. (ham/SuaraNTB)

PNS Lombok Barat Diwajibkan Gunakan Batik Sasambo

Lombok Barat [Sasak.Org] Untuk memasyarakatkan hasil produksi batik Sasak Samawa Mbojo (Sasambo) di Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat, pegawai negeri sipil di daerah ini diwajibkan menggunakan batik Sasambo satu kali seminggu.

“Bahkan instruksi Bupati ke semua satuan kerja perangkat daerah (SKPD) di lingkup Lombok Barat sudah diedarkan,” kata Kepala Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Menegah, Perindustrian dan Perdagangan Joko Wiratno di Giri Menang, Jumat (20/8).

Menurutnya, batik Sasambo yang di tekuni oleh sekitar 15 santri di Pondok Pesantren Tarbiatul Iklas Lombok Barat itu mulai aktif berkembang sejak dua bulan lalu.

Kendati demikian, hasil produksi batik Sasambo yang menawarkan motif bermuatan lokal seperti kangkung, bebele, manggis, grotok sapi, sebie (cabe), mulai dilirik oleh berbagai kalangan.

“Batik yang dihasilkan berupa batik cap dan tulis saat ini masih didominasi dari motif sasak, karena itu sekarang pembatik sedang mengembangkan motif kombinasi Sasak Samawa dan Mbojo, dengan memunculkan motif lumbung Raja Bima,” katanya.

Itu bertujuan, agar batik sasambo ini mampu menjadi batik khas tidak hanya di Pulau Lombok melainkan batik khas NTB, sesuai dengan namanya. “Motif ini juga tentu akan memberikan pangsa pasar yang lebih luas lagi,” katanya.

Ia mengatakan, dengan alasan itu saat ini pihaknya selaku pembina industri kecil menengah sudah mulai menggunakan batik sasambo setiap hari Kamis. “SKPD kita akan menjadi pioner mengimplementasikan instruksi Bupati tersebut, agar SKPD-SKPD lainnya juga itu serta,” katanya.

Selain PNS, pemanfaatan batik sasambo juga di sosialisasikan ke dunia pendidikan sehingga para guru bahkan siswa dapat diarahkan menggunakan pakaian khas batik sasambo.

“Selama ini pakaian khas yang digunakan siswa hampir seluruhnya di datangkan dari luar daerah,” katanya. Padahal, kualitas batik sasambo ini sangat bersaing dengan batik luar daerah, namun tidak bisa dipungkiri harganya relatif lebih mahal, karena saat ini semua bahan baku masih didatangkan dari luar daerah.

Dalam sehari pengrajin mampu menghasilkan 100-150 lembar kain ukuran panjang 2,5 meter, dengan harga untuk batik cap berkisar Rp125-150 perlembar, sedangkan batik tulis bekisar Rp175-190 perlembar. (Ant/sa/OL-04)

Pemprov NTB Segera ‘’Launching’’ BASNOL

Mataram [Sasak.Org] Pemprov NTB menyadari bahwa kesadaran masyarakat membuang hajat atau air pada tempatnya masih kurang. Masih banyak masyarakat di daerah ini yang membuang hajat sembarangan. Akibatnya, kondisi lingkungan dan kesehatan masyarakat masih belum seperti harapan, sehingga membutuhkan perhatian pemerintah.

Terkait hal ini, seperti disampaikan Gubernur NTB TGH. M. Zainul Majdi, MA, pemerintah perlu membuat penyadaran pada masyarakat agar membuang hajat pada tempatnya. ‘’Pemprov NTB sudah menyusun program Buang Air Sembarangan Nol (BASNOL) dan segera di- launching. BASNOL ini akan segera diterapkan di NTB. Apalagi BASNOL berpengaruh terhadap kondisi kesehatan lingkungan,’’ ungkap Gubernur di ruang kerjanya, Senin (16/8).

Penerapan BASNOL, ungkapnya, bisa dikatakan berhasil dengan melihat indikasi banyaknya rumah tangga yang memiliki jamban. Termasuk, minimnya masyarakat yang membuang hajat secara sembarangan. Diakuinya, adanya program BASNOL ini memberikan pengaruh besar perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) di tengah masyarakat.

Jika PHBS masyarakat tidak dijaga, lanjutnya, sulit bagi daerah mewujudkan NTB yang Beriman dan Berdaya Saing, karena PHBS berpengaruh terhadap perilaku hidup di masyarakat, khususnya kesehatan ibu dan anak.

Gubernur mengharapkan pemerintah kabupaten/kota mendukung BASNOL. Apalagi, pemerintah kabupaten/kota merupakan ujung tombak pemerintahan daerah yang bisa memberikan kontribusi pada program ini secara baik. Tidak hanya itu, lanjutnya, program ini sudah mendapat dukungan dari UNICEF, sehingga diharapkan bisa berhasil dengan baik. ‘’Kita juga sudah berkomunikasi dengan pemerintah pusat terkait dengan program BASNOL ini,’’ terang Gubernur yang didampingi Kabag Humas dan Protokol Biro Umum Setda NTB L. Moh. Faozal, S.Sos, MSi.

Menyinggung launching program ini, Gubernur mengaku masih belum tahu secara pasti. Namun, yang jelas, launching program BASNOL segera dilakukan dalam waktu dekat.

Sebelumnya, di awal pemerintahan TGH. M. Zainul Majdi, MA, dan Ir. H. Badrul Munir, MM, telah meluncurkan banyak program, seperti Visit Lombok Sumbawa dalam mencapai sejuta wisatawan di tahun 2012, Angka Kematian Ibu Menuju Nol (AKINO), Angka Buta Aksara Nol (ABSANO), Angka Drop Out Nol (ADONO), NTB Bumi Sejuta Sapi dan program andalan lainnya. Program-program itu,  sudah dalam tahap pelaksanaan di lapangan.

Sade Raih Penghargaan Desa Wisata

Lombok Tengah (Sasak.Org) Desa Sade yang dihuni suku Sasak di Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, berhasil meraih penghargaan nasional sebagai desa wisata yang mampu melaksanakan gerakan sadar wisata dan aksi sapta pesona.

“Desa Sade berhasil menjadi juara harapan satu pada lomba desa  wisata yang diselenggarakan oleh Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata,” kata Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Lombok Tengah, HL Jazuli Azhar di Praya, Lombok Tengah, Selasa (20/7/2010).

Sementara itu, peraih penghargaan desa wisata pertama adalah Desa Karang Banjar, Kecamatan Bojongsari Tengah, Kabupaten Purbalingga Provinsi Jawa Tengah. Pemenang kedua Desa Munduk, Kecamatan Banjar, Kabupaten Buleleng, Provinsi Bali. Peraih penghargaan ketiga adalah Desa Wisata Kebon Agung, Kecamatan Imogiri, Kabupaten Bantul, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta.

Menurut Jazuli, penghargaan desa wisata tersebut diserahkan Dirjen Pengembangan Destinasi Pariwisata Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata, Firmansyah Rahim di Jakarta, Minggu (18/7/2010).

Desa Sade mendapat penghargaan setelah berhasil menyisihkan 59 desa lainnya dari 25 provinsi di Indonesia. “Kita cukup bangga dengan prestasi ini, meskipun kita juara harapan,” kata Jazuli.

Kriteria yang dinilai pada pemberian penghargaan desa wisata  ini diantaranya kegiatan masyarakat yang terkait langsung maupun tidak langsung dengan usaha kepariwisataan dan mampu menciptakan manfaat bagi kesejahtraan masyarakat.

Selain itu, penerapan nilai nilai sapta pesona di desa wisata dan penerapan prinsip pariwisata berkelanjutan serta memiliki propek pertumbuhan usaha masyarakat yang terkait secara langsung maupun tidak langsung dengan kepariwisataan.

Dari empat kriteria yang dinilai tersebut, lanjutnya, hampir seluruh aspek penilaian sudah dipenuhi. Beberapa kelemahan masih ada, seperti kelengkapan data dan keorganisasian. “Ke depan harus kita benahi bersama segala kekurangan itu,” kata Jazuli. (Kompas)

 

“Paul” si gurita, prediksi pemenang pilkada putaran kedua Loteng

Hasil prediksi paulLombok Tengah [Sasak.Org] Pesona Paul si gurita yang konon tidak pernah salah dalam meramal pemenang pertandingan bola di piala dunia 2010 Afrika Selatan semakin mentereng. Setelah menyita perhatian yang begitu besar hingga ketingkat kepala pemerintahan, “Paul” juga konon menerima ancaman pembunuhan. Paul juga sepertinya sudah manjadi ikon peramal jitu yang pesonanya sudah merambah kemana-mana, tidak hanya di pertandingan bola.

Ada-ada saja kreatifitas pendukung salah satu calon peserta pilkada lombok tengah. Dengan menggunakan software grafik desain, gambar paul yang mengambil makanan sebagai cara untuk meramal dipermak sedemikian rupa. Melalui situs jaringan facebook, tersebar gambar menarik dimana paul si gurita meramal siapakah yang menjadi pemenang antara pasangan nomor 2-SALAM dan nomor 4-MAIQ-MERES pilkada putaran kedua kabupaten lombok tengah.

Gambar paul si gurita yang sedang membuat ramalan tersebut mulai beredar di jaringan facebook pada tanggal 10 juli dan mulai di tag oleh beberapa facebooker. Berbagai komentarpun bermunculan baik pro dan kontra mengenai ramalain si “Paul” dan tentu saja pujian facebooker kepada designer gambar tersebut. Jika Anda berminat untuk melihat ramalan Paul si gurita, Anda bisa lihat di halaman web berikut. Dan Anda bisa ikut ramaikan analisa mengenai ramalan si “Paul” dengan turut berkomentar [WKS]