Category Archives: Budaya

Ngarahan, Tradisi Anak Ngaji Begibung

Lombok [Sasak.Org] Bagi anak Suku Sasak, mengaji adalah harga diri. Akan merasakan malu yang besar jika anak yang sudah kelas 6 SD belum bisa mengaji. Sehingga, dikampung-kampung masih kita akan temukan suara-suara anak mengaji selepas magrib sampai sholat Isya.

Ada beberapa kebiasaan yang mengikuti kegiatan mengaji bagi anak-anak di kampung Pulau Lombok. Salah satunya ngarahan. Tidak diketahui persis asal kata ini. Istilah ini adalah anak-anak pengajian ramai-ramai mengumpulkan bahan makanan dan uang kemudian di masak oleh keluarga pengelola pengajian lalu anak-anak tersebut roah (tahlilan), biasanya diadakan di tanggal 1 bulan Rajab.

 Anak-anak mengaji sedang begibung di acara ngarahan

Anak-anak mengaji sedang begibung di acara ngarahan

Tradisi lainnya adalah ngupuhan. Ngupuhan adalah anak-anak iuran untuk membeli minyak tanah bagi lampu pijar, kini untuk pengganti biaya listriknya. Ada juga tradisi namatan. Namatan bukan berarti mengkhatamkan seluruh surah dari Al Quran, tetapi yang disebut namatan adalah si anak dianggap bisa mengaji yang diuji di acara Maulid di Masjid Kampung bersangkutan, seperti diketahui. Khusus untuk wilayah Lombok Tengah bagian barat, Lombok Barat, dan Kota Mataram. Acara maulidnya di gilir per kampung selama 20 hari selama bulan Rabi’ul Awwal. [WKS/Zkp]