Category Archives: Sosial

Maliki, Pemuda Pelopor Kebanggaan Pringgesela

Lombok [Sasak.Org] Maliki, nama panggilan dari pemuda yang masih memilih status lajang ini. siapa sangka pemuda yang hobi main bulu tangkis ini adalah pemuda Pelopor NTB tahun 2011 dan nomor 4 pemuda pelopor se Indonesia tahun yang sama. memiliki keahlian menenun, mewarnai alami, dan juga sebagai pengumpul serta langsung mempunya gallerinya.
Maliki

Maliki

Beberapa produknya telah dipakai untuk beberapa lomba fashion show oleh desainer Erna Mutiara. ketika Wks berkunjung ke rumahnya, pemuda ini mengajak kami untuk melihat-lihat koleksi hasil tenunannya dan berkeliling kampung Pringgesele untuk melihat para ibu-ibu penenun. tampak bapak-bapaknya memakai sarung hasil tenunan.

Nama pringgasela mungkin belum banyak dikenal seperti Desa Sukarara Lombok Tengah. tetapi, lewat kreatifitas dari Pemuda Maliki ini, nama pringgesela mulai dikenal sebagai penyuplai kain-kain tenun ke berbagai artshop maupun galerry di Pulau Lombok.
“kami telah memproduksi kain tenun dengan menggunakan ATBM (alat tenun bukan mesin), ini untuk produksi yang lebarnya bisa mencapai 70 – 80 cm. Kami membuatnya sampai menjadi pakaian jadi” ujarnya di rumah sentra produksi tenun dengan ATBM.
Disinggung masalah statusnya yang masih saja melajang, Maliki menimpali “sebelum menikah kan harus sudah menyiapkan rumah dan sebagainya”. selamat berkarya bajang Maliki. [WKS/Zkp]

Muhajirin kembali berduka

Lombok Tengah [Sasak.Org] Keluarga besar Pondok Pesantren Darul Muhajirin Praya kembali berduka, setelah sebelumnya, Pendiri Pondok Pesantren tersebut Allahuyarham TGH M Najamuddin Makmum meninggal, hari ini, Selasa (27/5) putranya almarhum, Al Ustadz Abdul Barri Najamuddin meninggal dunia setelah sebelumnya di rawat di RS Biomedika Mataram.

Tampak para pelayat memadati bahu jalan di pinggir pemakaman.

Tampak para pelayat memadati bahu jalan di pinggir pemakaman.


Salah seorang kerabat, TGH M Usman Najamuddin menyampaikan kepada Wks kalau pemakaman beliau akan dilaksanakan sore ini di pemakaman Gubuk Leneng Praya. Karena mendadaknya beliau meninggal, salah seorang saudara beliau M Bajuri Najamuddin terlambat menghadiri pemakaman sang adik yang juga Dosen di Fakultas Dakwah IAIN Mataram ini. [WKS/Zkp]

IRT Bisa Jadi Penulis

Mataram [Sasak.Org] Adalah Muslifa Aseani alias Bunda Salwa atau Bunsal beliau dipanggil. Sosok ibu dengan paras cantik ini adalah perempuan kelahiran Lombok Timur yang merantu dengan menikahi emasnya Semarang. Kini memilih tinggal di Mataram dan bergabung dengan salah satu lembaga non pemerintah yang bergerak dibidang penelitian. Dia juga berinisiasi membentuk komunitas ibu-ibu rumah tangga yang produktif menulis.

“Saya ingin membentuk komunitas tersebut di Lombok (NTB), sebelumnya sudah ada di kota-kota besar. Saya berharap, para ibu tetap produktif di sela-sela kesibukan mereka menjadi penanggung jawab rumah tangga” ujarnya ke Wks ketika ditemui di salah satu restoran di Mataram.

Bunsal saat Onair 'Kupas Komunitas' Radio Sonora-FM Semarang

Bunsal saat Onair ‘Kupas Komunitas’ Radio Sonora-FM Semarang

Bunsal yang sebelumnya tinggal di semarang ini berharap, komunitas ibu-ibu penulis itu nantinya dapat berkembang di Lombok khususnya di Mataram yang mana para ibunya memang berpendidikan tinggi. “Akan ada pelatihan bagi para ibu-ibu yang ingin bergabung” tambahnya. Ayo daftarkan istri-istri kita. [WKS/Zkp] 

Puteran Maut ‘made in’ Warga Bypass telan korban lagi

Lombok Tengah [Sasak.Org] Berhati-hatilah bila melintasi jalan Bypass BIL. Namanya saja bypass tapi tidak menjamin kecepatan kendaraan aman dari kecelakaan. Terutama diakibatkan oleh kelakuan warga yang membuka sendiri jalur putaran kecil di luar dari putaran yang dibuat pemerintah.

Seperti yang terjadi pada Sabtu (19/4), terjadi kecelakaan di jalur Bypass BIL km 4. Korbannya adalah seorang pengendara sepeda ontel yang bermuatan panci dan alat-alat servic panci. Korban yang bernama Fauzan (53 th) berasal dari Desa Jagaraga tersebut di serempet oleh pengendara yang membanting mobilnya ke kiri akibat pengendara motor yang nyelonong dari putaran buatan warga setempat.

Salah satu putaran yang dibuat warga di bypass BIL

Salah satu putaran yang dibuat warga di bypass BIL

“Paman saya mau pergi ke pekenan (pasar) jumat (Kediri). Tapi takdirnya ditabrak. Penabrak membiayai semua biaya perawatan dan juga memberi uang ke paman saya. Semua barangnya diganti” jelas keponakan korban. “Katanya, penabrak tersebut buru-buru mau ke BIL menjemput bosnya, makanya dia ngebut. Tapi, ini sudah akibat putaran ilegal” tambahnya.

Korban dari putaran made in warga tersebut terus bertambah. Sebelumnya,beberapa bulan sebelumnya korban meninggal di bypass BIL km 15. “Yang paling sering, pengendara mengerem mendadak dan hampir terpleset karena pengendara tiba-tiba muncul” ujar salah seorang warga di bilangan bypass BIL. [WKS/Zkp]

TKW Lombok kembali tertipu

Jakarta [Sasak.Org] Untuk kesekian kalinya, calo tiket Bandara Soetta berhasil menipu beberapa TKW asal Lombok. Salah satunya Sumiati dari Gondang Lombok Utara dan rekannya Nurhasanah dari Mantang Lombok Tengah. TKW yang menjadi bekerja di Arab Saudi ini ditipu dengan membeli tiket pesawat Lion Jakarta – Praya seharga 3 juta rupiah (21/4).

“Mereka menipu saya, saya tidak tahu harga tiket. Dia makan uang haram” kata Sumi berapi-api. Menurutnya, temannya yang mudah sekali tertipu. “Dia itu (nurhasanah) yang cepat sekali mau. Padahal saya kan tidak mau” ujarnya menyalahkan.

tkwlombokDitemui di ruang tunggu Bandara Soetta. Mereka mengaku kalau keluarga mereka telah menginap di Bandara. “Saya kan tidak tau bandara lombok sekarang” tambah perempuan sasak yang sebelumnya terus berbahasa Indonesia dengan dialek sasak walaupun sudah dilayani dengan pertanyaan bahasa Sasak.

Menurut aktifis YKS Ibnu Anhar, pemerintah seharusnya menempatkan petugas di terminal kedatangan Internasional “BNPTKI sudah sewajarnya menugaskan aparatnya untuk membuka stand di sana, sehingga buruh migran tersebut bisa difasilitasi” komentarnya [WKS/Zkp]