Hubungi Kami

Jika ingin mengirim berita, opini atau ingi bertanya seputar komunitas sasak, silahkan kirim email ke Komunitas[at]sasak.org

 

  • hy bajang2 n dedare2 lombok mau gbung jg nie d komunitasnya gmn caranya nhie???

  • malia

    Salam,
    saya ingin mendapat informasi mengenai kisah-kisah /legenda masyarakat sasak khususnya yang ada di Kabupaten Lombok tengah, apakah bisa saya dapatkan?siapa yang harus saya hubungi?
    trims

    • Insan Mubarrak

      Kedudukan
      legenda dan mitos dalam tradisi masyarakat Sasak, memang cukup
      diperhitungkan. Banyak terdapat legenda di kalangan ini. Tapi yang
      paling hidup di tengah-tengah masyarakat adalah, legenda Putri
      Mandalika, Cupak Gerantang, Dewi Anjani dan legenda Perjalanan
      Penyamaran Datu Pejanggik.

      Sedikit dikisahkan, mitos atau legenda Putri Mandalika, berkisah
      tentang tragedi cinta segi tiga antara seorang putri yang diminati oleh
      tiga orang pangeran yang sama-sama mempertahankan nyawa untuk
      memperolehnya. Karena bimbang yang berkepanjangan dialami oleh kalangan
      istana dalam menetapkan pilihan, menyebabkan Sang Putri memilih bunuh
      diri dengan cara menceburkan diri ke laut Selatan, kemudian pada saat
      yang diinginkan, berjanji akan menjelma menjadi Nyale, biota laut yang
      mirip ’indomie’, beramai-ramai ditangkap penduduk di akhir bulan
      Februari tiap tahun.

      Selanjutnya ada legenda/cerita Cupak – Gerantang, merupakan legenda
      yang cukup berkembang dan diminati masyarakat Sasak. Dikisahkan, Cupak
      dan Gerantang adalah dua saudara yang memiliki perbedaan karakter dan
      perilaku. Cupak sang kakak, memiliki karakter dan perilaku yang kurang
      terpuji, rakus, pembohong, ingin selalu menang dan selalu menguasai.
      Dengan karakter yang dimiliki oleh Cupak ini, masyarakat Sasak biasanya
      enggan bila dikatakan memiliki karakter seperti Cupak ini. Semisal, “Pengelorande maraq Cupak”
      (Anda makan seperti Cupak). Bila ada orang Sasak yang menuduh demikian,
      maka tertuduh segera membuat perhitungan yang akhirnya Penuduh pun
      siap-siap mengklarifikasi tuduhannya.

      Selain itu, ada legenda Putri Dewi Anjani, jelmaan ratu jin sakti
      yang menetap di Gunung Rinjani. Ratu Jin atau Putri Dewi Anjani inilah
      yang berupaya meratakan bagian bumi Lombok dengan mesin keruknya berupa
      burung ‘Beberi’. Setelah bumi Lombok dianggap layak untuk dihuni, maka
      sang ratu jin berubah rupa menjadi Perwangsa manusia.

      Yang terakhir adalah, legenda Penyamaran datu Pejanggik sambil
      menyusuri pantai selatan. Karena tak dikenal sebagai raja, sepanjang
      perjalanannya menemukan ujian-ujian kesabaran ketika berhadapan dengan
      beberapa orang penduduk desa yang tak mempedulikannya. Ini mungkin
      menyakitkan bagi dirinya bila keinginannya tidak dikabulkan. Maka sang
      raja mengucapkan ‘kutuk’ dan berlaku hingga sekarang.

      Dalam kisahnya, disebuah dusun bernama Serenting desa Kuta kecamatan
      Pujut, di dusun itu hingga kini tumbuh pohon Kelor yang tidak bisa
      berbuah. Kutukan ini terjadi ketika sang raja beristirahat dan ingin
      menyantap sayur buah kelor, tapi oleh empunya pohon kelor dibongongi
      dengan mengatakan, pohon kelornya sedang tidak berbuah. Faktanya, pohon
      kelor di Serenting, hingga kini tidak bisa berbuah.

      Sang Datu melanjutkan perjalanan menuju dusun Tarung-arung dan
      beristirahat sejenak, untuk sekedar santap siang. Sebagai orang Sasak
      yang suka makan sambal cabai, sang datu tergiur juga untuk dibuatkan
      sambal cabai segar yang ada disekitar tempat istirahat. Tapi apa kata
      pemilik kebun cabai? “Cabai saya belum matang untuk dibuat sambal”
      padahal di situ tanmpak jelas buah cabai yang memerah. Sang Datu jadi
      kesal, tapi yang bisa dilakukan sebatas mengucap ’kutuk’, yaitu pohon
      cabai yang ditanam di dusun itu supaya tak pernah bisa berbuah merah.
      Hal ini sebagai balas atas kebohongan pemilik kebun cabai yang enggan
      berbagi beberapa buah cabai untuk orang lain.

      Aneh memang, sampai kini di dusun Tarung-arung, buah cabai tidak akan
      berbuah merah. Meski buahnya telah cukup matang dan sudah terasa pedas,
      tapi tetap tidak bisa menjadi cabai merah.

      Perjalanan spiritual sang Datu, agaknya berlangsung pada bulan Pituq,
      bulan ke tujuh dalam kalender Sasak. Serupa dengan kedua kutuk di atas,
      terjadi juga di Pantai Kute, sebuah desa nelayan dan pariwisata.
      Di pingghir pantai sang Datu mendirikan kemah. Ketika ingin sarapan
      pagi, sang datu ingin sekali makan ikan. Kebetulan saat itu nelayan yang
      baru turun melaut dengan hasil tangkapan yang cukup. Sang datu meminta
      seekor ikan kepada nelayan yang tangkapannya cukup banyak. Si nelayan
      memberikan dua ekor namun dengan nada agak ketus, ngedumel dan
      membalikkan badan. Pemberian itu sebagai tanda tak ikhlas. Melihat
      situasi yang tak mengenakkan itu, tentu sang datu menjadi kesal, kecewa
      dan sakit hati. “Kalau begitu, ikan ini jangan sampai dimakan, biar
      kukembalikan kehabitatnya ke laut luas”, demikian kata sang datu. Tapi
      sebelum ikan itu dilempar ke laut, lagi-lagi sang Datu sempat mengucap
      kutuk. Biarlah ikan ini menjadi ikan beracun yang tak dapat dimakan
      manusia.

      Apa yang terjadi kemudian? Disetiap bulan Pituq, selalu terdapat
      korban penduduk di desa itu yang keracunan karena makan jenis ikan
      Tamban. Penduduk setempat menyebutnya ikan Tamban Bulan Pituq.

      Seringkali mitos-mitos dihubungkan pula dengan akibat yang
      menyeramkan, sehingga banyak anggota penganut suatu budaya yang tidak
      mau mengambil resiko, memilih menurut saja pada mitos yang berlaku.
      Selain itu, ada pula mitos yang terkait dengan basis etik dan tata nilai
      supranatural yang tidak boleh dilanggar atau dilakukan. Beberapa mitos
      ini (kendati tidak terkait dengan sejarah
      tertentu), namun dianggap memiliki efek mistik seperti kualat, mamaliq
      dan lainnya yang cukup kuat bila dilanggar. Maka masyarakat Sasak
      senantiasa menghindarinya.

      Ada sejumlah mitos dan legenda yang berkembang di kalangan masyarakat Sasak. Semisal “Lewat di penjemuran”.
      Di tengah orang Sasak, tempat menjemur pakaian, diatur pada ruang
      tersendiri di bagian pojok yang tidak sebagai jalur lalu lintas orang.
      Pengaturan ini dilakukan berkaitan dengan fungsi penjemuran yang
      digunakan untuk menjemur pakaian dari jenis apa saja, bahkan hingga
      pakaian gombal atau celana dalam.

      Fungsinya terlalu umum,
      menyebabkan orang Sasak berpantang lewat di penjemuran, karena
      dipercaya dapat menghilangkan ilmu kedigdayaan yang dimiliki. Orang
      Sasak menyebutnya ‘campah’.

      Ada lagi mitos seperti “Transaksi Malam Hari”. Sampai kini
      mitos seperti ini, tidak ada yang berusaha menyingkap alasan tidak
      dibolehkannya transaksi mengeluarkan uang pada malam hari. Mitos ini
      banyak di anut di desa-desa, tapi sudah tidak lagi dianut oleh
      masyarakat kota. Begitu juga dengan jual beli dan pinjam meminjam
      peralatan yang terbuat dari bahan besi, banyak yang tidak melakukannya
      di malam hari.

      Salah satu alasan yang masuk akal, mungkin berkaitan dengan keraguan,
      kalau-kalau terjadi salah hitung (untuk uang) atau dapat melukai
      kalau-kalau melakukan transaksi yang berhubungan dengan bahan besi.

      Selain kedua mitos di atas, ada juga mitos lain seperti “Ketika Sandikale”.
      Sandikale adalah waktu antara matahari akan tenggelam, tapi belum tiba
      waktu magrib. Waktu ini, langit memancarkan sinar kemerahan saat
      pergantian dari siang menuju malam. Menurut orang Sasak, pada saat
      seperti ini, segala bentuk permainan kesenangan dilarang terus
      berlanjut. Alasan yang dikemukakan untuk mendukung mitos ini, bermain
      pada saat itu dapat mendatangkan penyakit. Padahal secara alami, saat
      itu memang cuaca dalam gelap, waktu sholat magrib akan tiba, kemudian
      akan dilanjutkan dengan waktu makan malam

    • Fotografer Kopang

      Sudah diinformasikan oleh Insan Mubarrak, karena bahan informasi, total hasil tulisan bpk.Lalu Pangkat Ali…..semoga bermanfaat, tima ksih kpd bpk.Insan Mubarrak

  • Haikal Peeters

    Hoi bang, saya haikal mahasiswa di belanda
    mau nanya beberapa info lebih mendalam tentang kinerja PDAM di pulau lombok buat penelitian kuliah
    bisa apa ga ya ?

  • ryan kantau

    pak musfar mau dong bg2 ilmu skenario nya biar saya bs tambah ilmu skenario nihh saya penulis jg pak, cm masih penulis lokal pak..heheee..

  • Wardie

    Pak. Roid Bilal.
    Pak Saya telah membaca berita mengenai anda yang melang-lang ke penjuru dunia untuk kuliah., Tolong dong dishare tip-tipsnya. Karena, Kuliah di PT luar negeri adalah impian saya. terimakasih

    Salam Hormat,

    Wardie

  • Erik Kusumah

    Dear All, bolehkah saya minta Contact person dari komunitas sasak, saya dan tim sangat ingin membuat program dokumenter soal komunitas sasak. email saya erikkusumah@gmail.com

  • Thomas Dhamang

    Salam horamat san salam kenal untuk seluruh Administrator. saya salah seorang personel TNI AL yang mendapatkan tugas yang berhubungan dengan NTB dengan senjata Sampari beserta bahasa Sasak. jika diperkenanakan, saya ingin berhubungan langsung melalui telephone. Jika tidak keberatan, mohon hubungi saya (via SMS) ke 0812-333-476-25, nanti akan saya telpon. Atas kesediaanya, saya ucapkan banyak-banyak terimakasih.

  • assalamualaikum…. salam mkenal dan salam hormat koimpak kepada seluruh keluarga besar communitas sasak….

  • suhardi

    rencana pemekaran lombok selatan harus benar-benar dengan perhitungan yang sangat matang, lombok selatan mayoritas penduduknya mengadalakan penghidupannya dari bertani, dan kita tahu lombok selatan mengandalkan hujan untuk mengairi sawah….,
    dan akan menjadi pertannyaan: dari mana sumber pendanaan pembagunan kabupaten ini…??

  • Israil Rail

    deeeeeeeeee

  • Bnews Metro Tv

    selamat siang ak ayu metro tv.. boleh minta cp pak lalu pangkat ali? rencana kita mau liputan budaya sasak dan liputan.. trimakasih

    • admin

      silahkan hubungi langsung di pangkatali@gmail.com

    • Fotografer Kopang

      CP: Lalu Pangkat Ali – 081907941070 atau hubungi Humaspemda Lombok Barat

  • Selusur Nusantara

    Assalamualaikum. Saya gaffar dari Selusur Nusantara, sedang melakukan penulisan untuk eksplore budaya dan wisata. skrg posisi saya di Mataram NTB. saya ingin meliput sederhana dengan dokumentasi sederhana dan tulisan yang saya bisa lakukan selama mengemban akademis di bidang jurnalistik. saya tidak ada saudara di lombok, apakah bisa bantu untuk rekomendasi liputan atau bantuan agar saya dapat menuju ke suku sasak asli pedalaman. mohon infonya. ini nmr saya dan wa saya 081210896662 dan email saya di selusurnusantara@gmail.com

  • Fotografer Kopang

    Hub.Lalu Pangkat Ali,CP.081907941070

  • assalamualaikum. salam sejahtera dan salam hormat kpda pengunjung situs diskusi communitas sasak.