By   August 19, 2009

 

Cukai Tembakau Untuk Bantu Petani NTBMataram [Sasak.Org] Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) KH M Zainul Majdi mengatakan sebagian besar penerimaan cukai tembakau 2010 sekitar Rp25,5 miliar akan digunakan untuk membantu petani tembakau di daerah ini.

“Jumlah tersebut masih estimasi sementara, sambil menunggu keputusan dari pemerintah pusat,” katanya di Mataram, Selasa.

Ia menjelaskan dana tersebut antara lain akan digunakan untuk membantu petani tembakau virginia memodifikasi open atau omprongan tembakau serta bantuan biaya produksi.

Ribuan petani tembakau virginia di NTB hingga kini kesulitan dana untuk melakukan modifikasi open tembakau sehingga sampai 2009 masih banyak open yang belum dimodifikasi.

“Seharusnya pada 2009 seluruh open milik petani sudah dimodifikasi untuk menekan pemakaian bahan bakar minyak tanah, karena jatah minyak tanah akan terus berkurang,” katanya.

Jumlah open atau pengeringan tembakau tercatat 14.774 open, tetapi baru sekitar 5.000 open yang telah dimodifikasi.

Open tersebut dimiliki sekitar 8.346 orang dan membutuhkan sekitar 35.000 kiloliter minyak tanah, sementara jatah minyak tanah untuk open tembakau 2009 hanya 30.000 KL.

Bahkan pada tahun-tahun selanjutnya jatah minyak tanah untuk omprongan tembakau virginia bagi NTB akan terus dikurangi sehingga pada 2010 tidak ada lagi jatah minyak tanah untuk open tembakau.

Karena itu, petani tembakau diarahkan menggunakan batu bara dan elpiji, tetapi dikhawatirkan petani akan memakai kayu bakar sebagai pengganti minyak tanah.

“Tahap pertama mulai 2008 sekitar 3.000 open di Lombok akan memakai elpiji sementara yang lain masih memakai minyak tanah,” katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perkebunan NTB Ir Mawarir Haikal mengatakan pihaknya membutuhkan tambahan sekitar 7.000 KL minyak tanah untuk memenuhi kebutuhan omprongan tembakau virginia di daerah ini.

“Sebanyak 7.000 KL minyak tanah tersebut akan diperuntukkan bagi sekitar 4.000 open yang tersebar di Kabupaten Lombok Timur, Lombok Tengah dan Lombok Barat,” katanya

Meningkatnya kebutuhan minyak tanah tersebut akibat semakin luasnya areal tananam tembakau virginia dari rencana 22.000 hektare menjadi 30.000 hektare.

Petani tembakau virginia di Lombok, yang tidak kebagian minyak tanah bersubsidi siap membeli minyak tanah dengan harga industri sekitar Rp7.000 per liter.

“Para petani yang siap membeli minyak tanah dengan harga industri tersebut adalah petani yang belum kebagian minyak tanah bersubsidi yang harganya sekitar Rp2.500 per liter,” katanya. [ Antara ]

 

Leave a Reply