By   May 28, 2011

Jakarta [Sasak.Org] Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengatakan, Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI) 2011-2025 bukan kertas kosong. Setidaknya ada 17 proyek sebagai implementasi awal dari MP3EI. “Semua itu membuktikan MP3EI bukan kertas kosong,” kata Presiden Yudhoyono dalam acara peluncuran Masterplan MP3EI di Jakarta Convention Center, Senayan, Jakarta, Jumat (27/5) siang.

Tujuh belas proyek tersebut dilakukan pada enam koridor di seluruh tanah Air. Peresmian proyek dilakukan Presiden Yudhoyono dengan teleconference bersama Gubernur Papua Barnabas Suebu, Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah, Gubernur Nusa Tenggara Barat Muhamad Zainul Majdi, dan Plt Gubernur Sumatra Utara Gatot Pudjonugroho.

Tujuh belas proyek tersebut antara lain:

Timika (Papua)

  • Pencanangan dibangunnya proyek jalan raya Timika-Enarotali    sepanjang 135 kilometer. Nilai investasi Rp 600 miliar yang akan   dilaksanakan Pemerintah Provinsi Papua dan Pemerintah Kabupaten Merauke.
  • Pembangunan proyek jalan raya dari Merauke-Waropko sepanjang 600 kilometer dengan nilai investasi Rp 1,2 triliun.
  • Proyek Pertambahan dan Pengolahan Nikel dan Kobal dengan tenaga hidrometalurgi di Kabupaten Halmahera Tengah dan halmahera   Timur, di provinsi Maluku Utara. Proyek ini didanai PT Weda Bay Nickel senilai Rp 50 triliun dan diharapkan dapat menyerap   2.500 sampai 3.00 tenaga kerja saat beroperasi.
  • Proyek PLTS Miangas (150 kwp) dan proyek PLTS Sebatik (200 kwp) di Kalimantan Timur yang akan dimulai pada 2011 oleh PLTN.    Kedua proyek ini sebagai bagian dari pembangunan proyek PLTS 100 pulau.

Lombok Timur (Nusa Tenggara Barat) dan BALI

  • Proyek Waduk Pandan Duri berlokasi di Kabupaten Lombok Timur, NTB. Investornya melibatkan pemerintah pusat dan pemerintah   daerah dengan nilai investasi Rp 728 miliar.
  • Proyek Bendungan Titab yang akan dibangun di desa Ularan, Buleleng, Bali. Dilaksanakan pemerintah pusat yang didanai dari   APBN dengan nilai investasi Rp 481 miliar.
  • Proyek perluasan pembangunan Banda Udara Internasional Ngurah Rai, Bali, dengan sumber dana BUMN dan nilai proyek Rp 1.944   miliar.

Cilegon (Jawa Barat)

  • Proyek Pembangunan Pabrik Baja Modern yang merupakan join operation antara PT Krakatau Steel dan POSCO Korea Selatan.     Investasi proyek ini Rp 60 trilian untuk dua tahap.
  • Pencanangan Proyek FSRU atau Floating Storage and Regasification Unit Jawa Barat senilai Rp 59 triliun.
  • Proyek perluasan pabrik stamping, engine, casting, dan assembling kendaraan bermotor oleh PT Astra Daihatsu Motor berlokasi   di Kawasan Industri Surya Cipta Karawang. Nilai investasinya Rp 2,4 triliun produksi pertama mulai beroperasi pada 2014.
  • Proyek jalan bebas hambatan Tanjung Priok seksi E2 dan NS yang berlokasi di Jakarta. Proyek ini dibiayai JBIC, Pemerintah     Pusat, Pemda, PT Angkasa Pura, dan Jasa Marga dengan nilai investasi Rp 1,6 triliun.
  • Proyek Chemical Grad Alumunium (CGA) berlokasi di Tayan, Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat, sebagai rangkaian terakhir.   Pelaksana proyek ini adalah PT Antam Tbk yang diperkirakan selesai 2013 dengan nilai investasi Rp 4,3 triliun.

Sei Mangke (Kabupaten Simalungun, Sumatra Utara)

  • Akan dibangun proyek pembangunan Kawasan Industri Kelapa Sawit Sei Mangke yang akan dilaksanakan PT Perkebunan Negara III     atau PTPN III. Nilai investasinya Rp 2,5 triliun. Dimulai tahun ini dan diperkirakan selesai pada 2014.
  • Proyek Pembangunan Pusat Listrik Tenaga Air (PLTA) Peusangan 1 dan 2 (2 x 44 MW) di Provinsi Nagroe Aceh Darusalam yang     terletak di Takengon, Kabupaten Aceh Tengah, di dataran tinggi Gayo. Proyek ini akan dibiayai JICA dengan estimasi biaya Rp   1,53 triliun.
  • Dibangun proyek Broadband Access dan Through Broadband Access Plan oleh PT. Telkom yang merupakan pemerataan Access   Broadband untuk seluruh wilayah Indonesia. Dimulai tahun ini hingga 2015.

Warga masyarakat Lombok Timur, khususnya di wilayah selatan dalam beberapa tahun mendatang akan dapat menikmati manfaat dari pembangunan Bendungan Pandan Dure. Setelah menanti puluhan tahun, akhirnya mega proyek yang berlokasi di Desa Suwangi Kecamatan Sakra dimulai pengerjaannya.

Bendungan Pandan Dure merupakan satu dari beberapa mega proyek yang dilaunching oleh Presiden RI Susilo Bambang Yudoyono melalui video conference dari Jakarta Convention Centre (JCC) pada tanggal 27 Mei 2011.

Di lokasi pembangunan Bendungan Pandan Dure tempat berlangsungnya Ground Breaking (Penggalian Tanah Perdana), hadir Gubernur NTB, Bupati Lombok Timur, Pejabat BUMN (PT. Angkasa Pura I, PT. Garuda Indonesia, PT. Telkom Indonesia, PT. PLN), Para Pejabat Provinsi dan Kabupaten, toga, toma serta ribuan warga masyarakat ikut menyaksikan acara video conference antara Presiden RI dengan beberapa Gubernur di Indonesia yakni Gubernur Papua, Nusa Tenggara Barat, Banten dan Sumatera Utara. Melalui video conference ini Presiden meluncurkan program percepatan pembangunan Indonesia atau yang dikenal dengan MP3EI (Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia) yang tersebar dibeberapa koridor diseluruh Indonesia.

Pada saat video conference, Gubernur NTB TGH. M. Zainul Majdi, MA menjelaskan berbagai hal yang berkaitan dengan pembangunan Bendungan Pandan Dure di Lombok Timur, perluasan Bandara Internasional Ngurah Rai di Bali, pembangunan Bendungan Titab di Bali, pembukaan rute penerbangan baru Garuda Indonesia dan launching oleh PT. Telkom Indonesia. Setelah itu dilakukan pencanangan pengerukan perdana (Ground Breaking) Bendungan Pandan Dure dengan alat-alat berat.

Sebelumnya, Kepala Balai Wilayah Sungai Nusa Tenggara 1 Ir. Marsono, M.M, M.T melaporkan, Bendungan Pandan Dure direncanakan menghabiskan dana Rp. 728 milyar yang digunakan untuk fisik bendungan serta untuk irigasi dengan luas areal genangan 442 hektar. Total lahan yang sudah dibebaskan 288 hektar, dimana 11,6 hektar dari dana APBN, 106,99 hektar dari dana APBD I dan 181,01 hektar dari dana APBD II. Sementara itu Bupati Lombok Timur H.M. Sukiman Azmy menyampaikan 3 janjinya sebagai Kepala Daerah yakni : pengairan (air mengalir sepanjang tahun), listerik menyala sepanjang hari serta jalan mulus diseluruh Lombok Timur. (Lotim/BOG/Lip6)

One Comment on “Pandan Dure, Satu dari Tujuh Belas Proyek Implementasi MP3EI

Leave a Reply