By   March 22, 2011

 

Kabupaten Lombok Tengah

Lombok Tengah [Sasak.Org] Kembali pada hari Sabtu (19/03) kemarin, Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah menggelar rapat koordinasi, dalam rangka melakukan evaluasi program 100 hari yang sudah direncanakan oleh Bupati dan Wakil Bupati Lombok Tengah. Dalam acara tersebut, Sekretaris Daerah (Sekda), Drs H Lalu Supardan, MM dalam kesempatannya sempat kesal dengan beberapa SKPD yang keaktifannya untuk menghadiri acara minim.

“Jangan sampai kalau tidak Bupati yang pimpin rapat, kemudian Kepala SKPD tidak hadir,” sentilnya. Oleh sebab itu, terkait dengan kehadiran kepala SKPD dalam acara itu, pihaknya mengaku akan membuat laporan khusus untuk dilaporkan kepada Bupati dan Wakil Bupati.

Sebab menurutnya, yang mengintruksikan dan melaunching program 100 hari itu adalah Bupati, sehingga perlu untuk diketahui kondisi masing-masing SKPD nya. “Mari kita saling menghargai antara satu dengan yang lain” pintanya diharapkan para kepala SKPD. Terlebih lagi menurut H Lalu Supardan, Program 100 hari tersebut sudah dipublikasikan ke masyarakat luas, kemudian akan dimonitorkan juga oleh masyarakat. Oleh sebab itu, maju dan mundurnya program itu tergantung dari semua kepala SKPD yang melaksanakannya. “Yang bekerja kan kita semua, dan kita saat ini dimonitoring juga oleh publik. Jangankan hanya professor maupun Doktor yang didatangkan, tetapi mental kerja kita kurang maka tidak bisa Lombok Tengah akan maju,” tegasnya.

Dalam kesempatan itu, Sekda langsung mengabsen semua Kepala SKPD. Dan hasilnya, banyak kepala SKPD yang tidak hadir dengan berbagai macam alasan, dan mereka hanya diwakili oleh stafnya. “Program 100 hari harus dilaporkan per 30 hari sekali, dan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata tidak ada laporannya,” ungkap Sekda.

Sementara itu, Wakil Bupati Lombok Tengah, Drs H Lalu Normal Suzana dalam melakukan evaluasi perkembangan program kerja 100 hari, tersebut mengatakan, setelah dicanangkan program 100 hari, maka saat ini sudah masuk pada bulan pertama. Selain itu, program 100 hari sangat ditunggu-tunggu oleh masyarat, sehingga tidak ada alasan untuk tidak menyelesaikan dan mensukseskan hal tersebut. Wabup juga menilai, factor kehadiran Kepala SKPD, kemudian semangat kerja dan kinerja masih jauh dari harapan.

Bahkan diakuinya pula, ada penilaian miring ketika dilaksanakan Musrenbang ditingkat kabupaten, dimana dari tokoh masyarakat yang ada di Lombok Tengah menilai, watak kemudian disiplin para pimpinan SKPD di Lombok Tengah masih rendah, karena acara yang dijadwalkan mulai jam 09.00 Wita, namun kenyataannya molor sampai pukul 10.00 Wita.

Oleh sebab itu, pihaknya mengaku tidak seharusnya hanya masalah disiplin yang dibahas dalam setiap pertemuan, melainkan diharapkannya agar semua Kepala SKPD menyadari bahwa tanpa penegasan, tanpa diminta, tanpa instruksi menyangkut masalah disiplin kerja harus dilaksanakan. “Kalau mulai dari disiplin kerja sudah bagus, maka yakinlah hasil kerjanya juga akan bagus,” tegasnya. Wabup kembali mengingatkan, bahwa kontrak kerja sudah ditandatangani oleh semua Kepala SKPD. “Penandatanganan kontrak kinerja itu bukan untuk menakut-menakuti, tetapi salah satu untuk kita mau bersemangat kerja di Lombok Tengah,” kata H Lalu Normal Suzana. [ltng]

  • http://Sasak.org Batu lilih(deslander)

    Lombok tengah tidak akan bisa berubah,kalau orang”nya tidak mau berubah,,sudah etos kerja rendah,kedisiplinan kurang,baik disiplin waktu maupun kerja,kerjasama kurang,yg ada hanya saling mencari kesalahan masing”….liat bagaemana jepang sama china…….jngnkan 100 hari 1000 haripun nggk akan bsa klu semua loyo….dan kepentingan pribadi di utamakan dri pada orang banyak…”janji adalah utang”

  • Abdulloh

    ngara kuffur! pejabat tidak amanah! kerjaannya korupsi saja!
    Tegakkan syariat islam dengan pejabat yang amanah dan kapabel!

  • Dr. Zhivago

    Mohon maaf, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata adalah Raja Lombok. Jadi Jang Dipertoean tidak bisa diminta memberi laporan kepada siapapun.

  • LANG RARAS

    Lombok tengah masih jauh dari kebijaksanaan dlm segi pembelajaran individunya. kpn qt mau belajar merendahkan diri