By   April 4, 2011

Mataram [Sasak.Org] Gubernur Nusa Tenggara Barat TGH M Zainul Majdi, terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Dewan Pimpinan Daerah Partai Demokrat dalam Musyawarah Daerah II, di Mataram, Ahad sore. Pemilihan Ketua DPD Partai Demokrat Nusa Tenggara Barat itu hanya berlangsung dalam waktu 41 menit sejak Wakil Ketua Umum PartaiDemokrat Jhoni Allen membuka sidang pemilihan hingga penutupan.

Pemilihan berlangsung di Ballroom Hotel Lombok Raya Mataram, dan pada saat yang bersamaan terjadi aksi unjuk rasa belasan orang kader dan simpatisan Partai Demokrat NTB di depan hotel, yang diwarnai aksi bakar bendera partai.

Gubernur NTB periode 2008-2013 yang merupakan pendatang baru di kepengurusan Partai Demokrat itu juga langsung mengenakan atribut partai Demokrat, seusai terpilih secara aklamasi menjadi Ketua DPD Partai Demokrat NTB periode 2010-2015.

TGH M. Zainul Majdi atau yang dikenal dengan Tuan Guru Bajang (TGB) itu juga merupakan Pemimpin Pengurus Besar (PB) Nahdlatul Wathan (NW), organisasi Islam terbesar di NTB, yang lahir di Pancor, Lombok Timur, NTB, 31 Mei 1972. Gubernur termuda di Indonesia yang baru berusia 38 tahun lebih itu merupakan doktor ilmu tafsir Al-Quran Universitas Al-Azhar Kairo, Mesir.

Majdi adalah mantan politisi Partai Bulan Bintang (PBB) yang pernah menjadi anggota Komisi X DPR dari Fraksi PBB periode 1999-2004.

Usai Musda II Partai Demokrat NTB itu, kepada wartawan Zainul mengaku tertarik bergabung dengan Partai Demokrat karena merasa partai itu mengemban visi nasional dan religius. “Saya pikir itu bagus bagi NTB dan Indonesia ke depan, karena akan ada prilaku politik yang religius dan santun. Saya apresiasi kepada teman-teman pengurus Partai Demokrat yang secara kompak memilih saya, dan itu meyakinkan saya untuk berkiprah,” ujarnya.

Zainul juga mengaku akan berjuang semaksimal mungkin untuk menjadikan Partai Demokrat di NTB yang lebih fungsional atau lebih nyata kemanfaatannya untuk masyarakat. Menyinggung adanya aksi protes dari sejumlah keder Partai Demokrat yang tidak menghendaki pendatang baru memimpin partai itu, karena akan mengabaikan jasa-jasa kader partai yang sekian lama berjuang, Zainul mengaku tidak berkewenangan mengomentarinya.

“Saya tidak dalam posisi mengomentari itu. Tapi, semangat dari Ketua Umum Partai Demokrat bahwa ini partai terbuka, partai yang ingin menghimpun seluruh potensi Indonesia, untuk itu saya menyambut baik,” ujarnya. Zainul juga membantah tudingan dirinya hendak memanfaatkan Partai Demokrat sebagai kendaraan politik saat Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur periode 2013-2018.

“Bukan tipe saya begitu, bukan tipe saya. Teman-teman juga tahu prosesnya sejak awal,” ujar dia. (ant/rep)

 

40 Comments on “Gubernur NTB Lompat Partai, Dari PBB Kini Jadi Ketua DPD Partai Demokrat

  1. rasyid ridho

    setiap orang mempunyai hak untuk menentukan segala sesuatu yang menurutnya benar, mari kita selalu berbaik sangka.

    1. Le Mujitahid Amien

      Salam, tyang melihat fenomena ini sangat menarik untuk di bahas n diskusikan, TGB jadi ‘kutu loncat” dari partai PBB berbasis islam ke PD yg nasionalis,kalau dari nalar tyang bagus itu lepas dari adanya gesekan di NW,PBB dan tentunya perdebatan n meradangnya para “pekerja” politik di PD NTB, masih ingat kekalahan TGB menjadi ketua DPD Golkar NTB sama Zaini Arony yang abituren NW n Bupati Lombok Barat, nanti pada tahun 2014 akan kelihatan siapa yang paling hebat menarik konstituen apa TGB atau Zaini Arony ,kita tunggu saja.

  2. Batu lilih(deslander)

    Loncat sana loncat sini memang sudah fenomena politik,
    PD,,memang partai politik yang nasionalis dan religus,tapi lemah tidak berani tegas pd penistaan agama yg marak saat ini,munkin krna PD terlalu nasionalis,reformis,jg religius,

  3. wahyu hasan

    Kami Putra Putri Lombok di tanah rantau sangat kecewa dengan sikap TGB tidak istiqomah dengan pendiriannya, kecewa berat…

    1. abd.latifmanan@yahoo.co.id

      TGB bukannya tdk istiqamah,,, kita semua tau PBB merupakan partai yg tdk lolo dalam ET dan tidak memiliki peluang pada pemilu yang akan data,,, jd buat apa bertahan di PBB…

  4. wahyu hasan

    PD adalah agen barat di Indonesia yang banyak menginput program anti islam,,,,,

  5. perantau sasak

    Setiap orang memiliki hak penuh untuk menentukan sikapnya dalam berpolitik dan berpikir, bahkan dalam memilih agamanya sekalipun, dan masing-masing akan dimintai pertanggung-jawabannya, “Tidak ada paksaan untuk (memasuki) agama (Islam). Sesungguhnya telah jelas jalan yang benar daripada jalan yang sesat”. “Dan bagi tiap-tiap umat ada kiblatnya (sendiri) yang ia menghadap kepadanya”. Sejatinya apa yang dilakukan oleh TGB sekarang ini sedang menyingkap dan memperlihatkan arah kiblatnya yang sebenarnya dimana sebelum ini masih terselubung sehingga sebagian masyarakat tidak mengetahuinya atau tidak mau mengetahuinya.

  6. Bisri

    Saatnya menunjukkan persatuan kita sebagai bangsa Sasak. Apa yang dipilih oleh pimpinan kita pasti yang terbaik buat masa depan Lombok. Mari rapatkan barisan, buat jaringan dari daerah sampai Pusat. Ingat bangsa Sasak saat ini krisis LOBI di Pusat, maka jalan yang terbaik saya kira merapatkan diri ke Pusat Pemerintahan seperti yang dipilih oleh Bapak Gubernur kita…Gubernur Lombok. Jangan lagi kita berpikir akan ada uluran bantuan dari orang lain, mari Bangsa Sasak bisa membangun dan setara dengan daerah lainnya. Semoga kita semua bisa melihat visi Bapak Gubernur ke depan dan bisa bersatu bangsa Sasak. Rahayu Bangsa Sasak.

  7. perantau sasak

    Sudah saatnya masyarakat Sasak menjadi masyarakat yang kritis, jangan hanya fanatik buta dan bisa membeo seperti burung kakak tua, menelantarkan akal pikirannya yang telah diberikan oleh Allah kepada dirinya. Imam Turmizi meriwayatkan, Rasulullah SAW bersabda : “Jangan kamu menjadi seorang “yes man” … namun persiapkan dirimu, untuk berbuat baik apablia orang-orang berbuat baik, dan tidak ikut berbuat jahat apabila mereka melakukan kezaliman”. Dalam pemerintahan yang menganut sistem demokrasi, tidak ada salahnya seorang rakyat menegur atau meluruskan pemimpinnya apabila dia melakukan suatu kesalahan atau kekhilafan, bahkan hendaknya seorang pemimpin menerima kritikan dari rakyatnya dengan lapang dada, hendaknya mencontohi sikap Khalifah Umar bin Khaththab ketika dikritik oleh salah seorang rakyatnya mengatakan : “Kalau kami menyaksikan pada dirimu kebengkokan kami akan meluruskan Engkau dengan pedang”, Umar menerima kritikan orang tadi dengan senang hati dan gembira atau tidak marah. Namun, teguran dan kritikan yang kita lontarkan kepada pemimpin kita hendaknya dengan cara yang baik dan obyektif, jangan ada tujuan untuk menjatuhkan dan menjelek-jelekkan, tidak boleh memaki, tidak boleh mencemarkan nama baik orang lain, tapi hendaknya dilakukan dalam etika saling hormat-menghormati dan yang paling utama agar dilakukan dengan ikhlas, terlepas dari target-target tertentu agar kritikan kita itu menbuahkan hasil, untuk membangun bangsa, agama dan negara. Dan perlu diketahui bahwa salah satu tujuan syariat Islam adalah melindungi akal, agar selalu dapat menjalankan fungsinya untuk membedakan yang baik dengan yang buruk, yang salah dengan yang benar dan antara tai tikus dengan reket bereng, akal bukan untuk diterlantarkan. Kesimpulannya, menjadi seorang “yes man”, menelantarkan akal pikiran, fanatik buta hanya bisa membeo seperti burung kakak tua adalah sesuatu yang bertentangan dengan ajaran Islam. Kita jangan sampai terperangkap seperti yang dijelaskan oleh firman Allah yang artinya : “(Bujukan orang-orang munafik itu adalah) seperti (bujukan) syaithan ketika dia berkata kepada manusia: “Kafirlah kamu”. Maka tatkala manusia itu telah kafir, ia berkata: “Sesungguhnya aku berlepas diri dari kamu, karena sesungguhnya aku takut kepada Allah, Rabb semesta alam”.

  8. Bisri

    Duh terlalu banyak Hadist semeton, kapan prakteknya?
    Agama mengajarkan supaya umatnya sejahtera, uda jalani program yang ada, banyak praktek jgn banyak bicara, jangan banyak akal2an…saya setuju ah sama Pak Gub…

  9. Royal sembahulun

    wah asik ni pak tuan Guru langsung jadi ketua DPD PD.. kasian banget ma kader Demokrat yang udah lama berjuang. tapi itulah politik apapun bisa terjadi dan orang yang berdarah biru selalu mendapatkan posisi yang empuk.

  10. Le Mujitahid Amien

    Salam, kalau tyang pikir .sah sah saja TGB mengambil hak politiknya ? malahan tyang bermimpi suatu saat beliau bisa keatas lagi di jakarta sana,malahan analisa tyang kalau koalisi pendukung sby ini pecah akan terjadi perubahan n mudah 2 an TGB akan di “jakartakan”, kan beliau punya ilmu ” timur tengah ” siapa tahu jadi menteri agama he..he..semakin banyak “bibit” kita dari gumi paer ini akan semakin baik n kalau beliau dah disana kan ” jangkar” dg sasak semakin banyak , n yg di lombok pun harus memacu diri untuk menjadi kader kader berikutnya n semakin banyak kompetisi semakin tersaring kader kader sasak untuk ‘ditarungkan” diarena lainnya.

    1. Bisri

      Setuju banget dgn pendapat semeton…ga usah peduli sama orang ngecok ntar lama2 juga encok. 2011 gitu lho masih sifat Sasaknya melengket, klo yg baik sih oke tp kalo rada2 iri hatinya muncul plis degh….sedikit nasionalis dikit, sekali2 bicara lokal boleh tapi wawasan nasional….bravo Pak Gub…

    1. Le Mujitahid Amien

      Salam @all,sudah jelas mangkin TGB sudah menjadi ketua DPD PD NTB,kalau ada gesekan atau protes dari luar maupun dari internal PD ini adalah hal wajar saja dalam politik, sama dengan protes ke zaini arony waktu terpilih jadi ketua golkar NTB, akhirnya berjalan juga , berikan kesempatan buat TGB mengatur partai PD ini,sy melihat n mengamati n kadang kadang suka usil kenapa TGB terpilih ? karena dimata DPP ( anas cs n “jangkarnya” yg ada di jkt n lombok yg tak elok disebut ) sebagai “aktivis” yg punya segudang pengalaman n tentu melihat perkembangan partai kedepan tidak akan membuang kesempatan emas disaat TGB yang sudah tak punya “cidomo politik” karena partainya PBB dah tidak lolos PT, lagi pula kepemimpinan miq alex sudah mulai pudar,dan peluang ini disambar oleh PD pusat dengan memanfaatkan kepudaran miq alex yg memang sepengetahuan sy tidak menyiapkan kader apalagi dulu juga beliau menumbangkan lalu satriawan sahak di kepengurusan PD pertama ?.. lagi pula kesempatan ini sangat baik sekali buat TGB meningkatkan ” karir politik n jabatannya ” ke atas atau jakarta sana, beliau masih muda ini adalah arena untuk “bermain” yang bagus sekali,tetapi jangan lupa beliaupun harus menyiapkan ” pasukan” yang kuat di lingkaran satu n dua nya,jangan sampai beliau dah berlari para kader kadernya ini pada tercecer dijalan,n hanya “jeri menok menok in ponjol nesik doang”..dan ini selentingannya begitu ..hampir semua pada sibuk bolak balik lombok jakarta ..padahal “pekerjaan” yang diembannya bisa diselesaikan melalui telpon atau email..coba cek di manifest pesawat di airport selaparang sana ? he..he.. selamat buat bekerja TGB, hati hati banyak “semut” mendekat karena anda adalah ” gulanya” ,luek dengan akan “angkat telor”..he..he… maaf bapak gubernur.

  11. Didi Dirgantara

    Sbg simpatisan….saya sangat prihatin dgn pilihan TGB yang sebelumnya sbg Ketua PB NW….rela merendahkan dirinya menjadi Ketua Parpol sekuler…INGAT : sudah byk tokoh kharismatik yg runtuh karena menjadi pengurus partai…Demi Allah kami sangat menyesalkan…

  12. amaq hani

    jgn pesimis githu, TGB ke Demokrat kan bagus sebab umat jg butuh ayoman bukan aja kafasitas dia sebagai pemimpin ormas tapi sbg negarawan (insyaallah). hidup kan bukan agama melulu dan lagian org baik lebih baik memegang kendali ketimbang dikibuli.

  13. Bisrikutim

    Wah ternyata ada Bisri yg lain juga nih…salam kenal semeton…ni Bisri darimana ya? saya Bisrikutim….

  14. Muhammad Atiah

    Kita sebagai warga NTB dan NW pada khususnya harus mendukung pimpinan Demokrat yg baru, karena TGH.Zainul Majdi seorang Ulama dan sekaligus Umara, taatlah kepada Allah, Rasul dan Pemimpin-pemimpin yang amanah yg bisa mengemban aspirasi rakyat. Amin…….

    1. Si Gaber.

      yang jelas kita menyaksikan proses pendudukan paksa dilakukan dan dihalalkan oleh TGB bersama komplotannyya demi mendapatkan kedudukan sebagai ketuua partai Demokrat.
      Sayangnya proses seperti itu yang ditempuhnya ,namun ada hikmahnya bagi masyarakat NTB yakni tau seperti apa sebenarnya tuan Guru yang saat ini sebagai Gubernur.
      Lalu silahkan kita bisa mengambil sikap apakah layak dia memimpin NTB lagi…??????

  15. Mr. Q

    semoga pak TGB tdk terbwa arus PD. seharusnya membuat PD berubah lebih baik ke Islam bukan anti ISlam.

    Smg TGB bisa maju jadi calon presiden 2014

  16. HadiYe

    TGBKH Zainul Majdi… Orang Yang Bener” Pinter…
    Semangad Truz…
    Semua Jamaah NW Mendukung Bapak…
    Begitu Juga Dengan Yang Lain…
    Smangad…

    1. CICAK

      boleh politik tp jangan masyarakat jadi korban terutama Organisasi, nti bukan organisasi Nahdlatul wathan don namanya tp Organisasi Politik,

  17. anisa v3

    boleh2 saja TGB ganti partai tp jangan disangkut pautkan dgn organisasi NW, masak Hultah kebanyakan Bendera partai dari pada bendera NW.

  18. icha

    boleh2 saja TGB ganti partai tp jangan disangkut pautkan dgn organisasi NW, masak Hultah kebanyakan Bendera partai dari pada bendera NW. apakah namanya itu, justru bapak TGB yang jadi panutan di Lombok Timur kok spert itu, emang dunia itu penting, tp kepentingan ummat lebih penting sepert Nahdlatul Wathan???

  19. Le Muji

    Salam, apa udah di hitung mana lebih banyak bendera NW atau Demokrat ? atau warna biru lebih banyak dari warna hijau ?

  20. roge reme

    Pendidikan Politik Yang gak patut dicontoh dari seorang politisi yang besar namun belum cukup umur (prematur).Orientasi politik hanya kepentingan individu dan atau satu lembaga saja…
    sangat disayangkan jika orang nomor wahid di NTB seperti kutu loncat…
    biarkan Tuhan yang menilai masyarakat cukup dibohongi saja…
    ambil yang baik saja tinggalkan yang tidak baik…

  21. amaqnida

    Kalau saat ini Partai Demokrat sedang naik daun, maka wajar para politisi lompat sana sini, tapi bila PD tidak di minati oleh masyarakat apa Tuan Guru Bajang akan bertahan sebagai Ketua ? kita lihat aja nanti.

  22. khairul

    kalau tuan guru sudah mulai loncat2 terjun ke politikus…tinggal kita tunggu yang akan datang apa yang terjadi…..tapi kita berdoa semoga lebih baik…

  23. loq mosot

    ini bukti TGB haus kekuasaan…. yang mengusung naik malah ditinggal begitu saja… NW pancor ini bolak balik diajakin ngikut loncat loncat… Sekarang malah demokrat terbukti KORUPP semua… Apa TGB ini Mau loncat lagi ke partai lain yg lagi naik daun???!!!!!… Huffttt .. politisi abal abal nan hau hau

  24. Muhammad Hasbi

    di Demokrat ada ULIL ABSOR ABDALA (gembong JIL) lah TGB ini kok malah ikut ngekor ke gembong JIL, udah bener-bener PBB. Aneh aja…

    1. kolo

      yang saya sesalkan kenapa yang susah susah memperjuangkannya jadi gubernur malah ditinggal … keliatan sekali cari aman loncat ke partai lain dianggap PBB gak menjanjikan…. sekarang kena batunya demokrat hancur, Mau loncat lagi???????

  25. anissa wirda

    Sy heran knp di otak2 anda semua ini isinya mengenai pilkada melulu, sy tidak peduli sp yg bakal terpilih, sy tidak peduli itu tuan itu,tuan ini lalu ine lalu kenok. Apa sih dampaknya buat hidup anda2 ini ? Tiap hari jg biaya hidup naik, para 9ejabat ini petantang petenteng sibuk koar2 kampanye muluk hanya untuk mengenyangkan perut mereka sndiri dng harta dan kekuasaan! Nyadar woi!

    1. hantu

      harusnya anda nyalon jadi pemimpin ,jangan banyak omong aja, buktikan kamu tidak seperti mereka, dasar golput tak beguna

Leave a Reply