By   March 13, 2009

Mataram [Sasak.Org] Berdasarkan catatan dari World Wide Fund (WWF) Indonesia, Mata air di kawasan gunung Rinjani hanya tertinggal 200 titik saja, karena 502 dari 720 titik yang ada telah hilang. Dikhawatirkan dengan hilangnya 502 mata air tersebut akan mempengaruhi ketersediaan air untuk seluruh masyarakat terutama yang ada di pulau Lombok.

Saat ini untuk memenuhi semua kebutuhan air masyarakat di pulau Lombok dibutuhkan minimal 1,3 miliar meter kubik (M3) pertahunnya, sedangkan untuk kebutuhan konsumsi (air minum-red) mencapai 1.250 M3 perkapita pertahun. Diduga salah satu factor penyebab hilangnya 502 titik mata air tersebut adalah semakin banyaknya kawasan hutan yang dijadikan lahan hunian. Disamping itu juga Ilegal Loging dan pemberian hak guna lahan (HGL) secara asal-asalan juga menjadi penyebab hilangnya 502 mata air tersebut.

M. Ridha Hakim, Project Leader WWF Indonesia untuk wilayah NTB menegaskan bahwa apabila hal ini dibiarkan terus menerus tanpa diambil tindakan yang nyata dan konkret maka akan berdampak pada berkurangnya sumber air untuk memenuhi kebutuhan hidup masyarakat Lombok sehari-harinya. Dan berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, solusi jangka panjang yang bisa dilaksanakan adalah dengan menggalakkan penanaman kembali 200 juta pohon di kawasan gunung Rinjani.

Sedangkan untuk solusi jangka pendeknya WWF menawarkan untuk membuat 400 buah DAM sebagai penampung air di masing-masing titik mata air “saya berharap masalah ini menjadi perhatian kita bersama terutama bagi pemerintah NTB, karena jangan sampai nantinya masyarakat Lombok akan mengalamni krisis air” ungkap Ridha mengakhiri. [WKS-1]