By   September 27, 2009

Lombok Tengah [Sasak.Org] Lima orang tewas dan sejumlah orang luka-luka dalam peristiwa bentrokan antara dua kelompok  warga yakni Dusun Daye Lurung dan Dusun Bagekdewe di Desa Ketare Lombok Tengah.

Kelima korban tersebut masing-masing bernama Haji Ali, Lalu Budi, Misbah, Haji Nila keempatnya warga Dayen Lurung, Ketare, serta Sujan warga Rangge Gate Lombok Tengah.

Perang antar kampung itu terjadi pada pukul 05.15 waktu setempat. Aksi saling serang antara kedua warga tidak terhindarkan. Petugas kepolisian yang disiagakan di lokasi kejadian tidak mampu memisahkan kedua kelompok massa. Bahkan sejumlah polisi menjadi sasaran aksi massa yang brutal.

Bentrok antara desa Dayen Lurung dengan desa Bagekdewe terjadi sejak Kamis sore 24 September lalu. Bentrokan itu dipicu salah paham antara warga desa. Akibat bentrokan itu dua remaja warga Bagek Dewe bernama Lalu Putra Wijaya dan Lalu Yan Patra Wijaya menderita luka bacok dan dirawat di Rumah Sakit Umum Praya.

Warga Bagekdewa yang tidak terima dengan peristiwa bentrok pertama rencananya melakukan penyerangan hari ini. Warga di dua dusun itu sudah menyiapkan berbagai senjata tajam seperti tombak, pedang, parang,  dan bambu runcing. Pagi hari tadi, bentrokan antara kedua dusun pun terjadi.

Kepala Bagian Bina Mitra Komisaris Polisi Lalu Mahsun mengatakan penyerangan terjadi secara mendadak. Warga Bagekdewe memanfaatkan area persawahan untuk menyerang warga Dayen Lurung.

Akibatnya petugas yang  sudah disiagakan sejak kemarin terkecoh dan tidak mampu membendung bentrokan. “Kami sudah berupaya maksimal untuk mencegah betrokan,namun jumlah warga Bagekdesa yang banyak sudah lebih dahulu menyerang,” kata Lalu Mahsun kepada VIVAnews di lokasi kejadian.

Hingga saat ini suasana di lokasi masih tegang dan warga masing-masing dusun berjaga-jaga didusun mereka. Sebanyak tiga pelton pasukan dari kepolisian Resort Lombok Tengah disiagakan untuk menjaga kawasan Desa Ketare, Praya, Lombok Tengah. Polisi yang terdiri dari pasukan Dalmas, Brimob Polda NTB dan TNI mencoba menghalau dua kelompok massa agar tidak kembali terlibat benturan fisik.

Polisi juga sudah melakukan pendekatan persuasif terhadap kedua kelompok warga di Desa Ketare tersebut. Meski demikian kedua kelompok massa tampaknya tidak mengindahkan peringatan polisi. “sejak kemarin kami sudah menyiagakan petugas di Ketare untuk mengantisipasi bentrokan,” ujarnya.

Dalam tiga tahun terakhir kedua kampung tersebut memang terlibat perselisihan. Bahkan terkadang peperangan antara warga itu juga dipicu dendam lama.

Laporan: Edy Gustan | Lombok | Vivanews.com

Leave a Reply