Jumat, Maret 12, 2010
   
Text Size

Pencarian Artikel

Maka akan kemanakah engkau pergi duhai anak sasak?

Kolom Komunitas - M Roil Bilad

Oleh: M. Roil Bilad

Setiap selesai ujian akhir nasional (UAN), lombok ditinggalkan pepadu-pepadu mudanya merantau menuntut ilmu ke luar daerah. Kecenderungan untuk memilih sekolah terutama perguruan tinggi di luar daerah ini sudah sangat umum. Hal ini disebabkan tidak adanya jurusan yang menampung minat calon mahasiswa tersebut di daerah atau karena memang kualitas kampus yang ada di lombok sangat rendah sehingga tidak dilirik oleh putra-putri lombok sendiri. Pelajar-pelajar tercerdas diantara mereka tekun mempersiapkan diri menembus ujian saringan masuk perguruan tinggi terbaik di Indonesia. Sebagian yang lain meski tidak berhasil masuk ke perguruan tinggi vaporit mereka, tetap juga menempatkan universitas di luar daerah sebagai prioritas berikutnya. Hal ini memang lumrah melihat fasilitas dan kualitas yang dimiliki dan prospek alumni perguruan tinggi tersebut. Terang saja, ITS, ITB, UI, UGM, Unibraw, IPB menjadi deretan PT yang menjadi pilihan utama. Putra-putri terbaik lombok itu eksodus belajar keluar daerah meninggalkan sanak-saudara untuk menuntut ilmu. Jangan heran jika di malang, jokyakarta, surabaya, maupun jakarta kita akan menjumpai banyak bangse sasak yang kebetulan menuntut ilmu atau bekerja disana.
 
Dilema yang cukup besar sebenarnya terjadi ketika mereka menamatkan kuliah. Jika kembali ke daerah mereka harus bersaing dengan tidak sedikit lulusan-lulusan lokal untuk memperebutkan lowongan pekerjaan yang sangat terbatas. Meskipun harus bekerja, potensi untuk mengaktualisasikan kemampuan sendiri juga sangat terbatas. Mahasiswa cerdas multi trampil hanya disuruh oleh atasannya menjadi tukang ketik dan tukang foto kopy. Terlebih lagi apabila melihat penghargaan (baca:gaji) yang diterima hanya cukup untuk bertahan hidup saja.
 
Sementara itu diluar daerah bahkan diluar negeri peluang kerja yang memberikan apa yang tidak mampu diberikan di daerah terbuka lebar. Mereka yang berkualitas dan multi trampil tersebut bisa dengan mudah diterima bekerja di penusahaan nasional, multi nasional company maupun diluar negeri. Terjadilah brain drain pepadu sasak. Mereka yang cerdas dan multi trampil itu dengan sangat terpaksa harus meninggalkan daerahnya. Sementara yang tertinggal hanya mereka (mohon maaf), pencari kerja kelas dua yang berkubang mencari kerja seperti menangkap empak beru lek dalem raok. Sudah kotor, nangkepnya sulit, resiko tertusuk pun besar, licin pulak, empak beru juga tidak terlalu enak.
 
Bagi orang lain yang jeli melihat, orang-orang dari daerah lain memanfaatkan ini sebagai peluang. Meskipun otonomi daerah sudah lama di jalankan, tidak sedikit orang-orang dari luar daerah yang memegang tampuk kuasa baik di instansi dan birokrasi pemerintah maupun di institusi swasta yang ada di lombok.Mereka melakukan brain gain ke lombok, memanfaatkan peluang yang ada. Proyek-proyek pemda maupun pemprov dikerjakan oleh orang luar, sementara yang kecil dibagi untuk kroni para pemenang pilkada.
 
Bangse sasak itu hanya seperti riak-riak gelombang di pantai saja. Mereka gagah perkasa, cuman hanya di sana saja, di bibir pantai. Seolah ingin menghancurkan daratan dengan gemuruh suaranya yang dahsyat. Padahal gemuruh itu hanya terdengar disitu saja. Gemuruh dan gelombang itu bolak-balik seperti pazzle tanpa penyelesaian, maju mundur, bergerak ditempat dihiasi sorak sorai buih yang sekedar ada untuk hilang tiada. Hampir dua setengah jute bangse sasak, laguk endekn arak ambun!! Mereka berteriak, berdemonstrasi protes tidak kebagian BLT, namun suaranya tidak kemana-mana karena tidak ada yang mewakilinya di Senayan.
 
Lalu dimana bangse sasak? Bangse sasak ada di seberang lautan. Beberapa gelintir dari mereka menerobos dunia jadi professor di Univ. of Virginia, Amerika;  jadi Engineer di Norwegia,  Bangkir di Swiss, diplomat di Austria, budayawan di belanda. Sebagian lainnya bekerja di perusahaan multi nasional dan perusahaan nasional di seluruh Indonesia. Namun mereka itu hanya segelintir saja, sangat sedikit sekali jika dibandingkan dengan bangse sasak keseluruhannya. Bangse sasak yang besar itu ada di kebun sawit di hutan-hutan malaysia. Bangse sasak itu berjejalan tendok marah pindang lek Abu Dhabi International air port dalam perjalanan pulang-pergi jadi TKI. Sisanya yang tertinggal di lombok adalah para calon TKI, pegawai negeri, dan demonstran yang suaranya tidak mungkin didengarkan karena tidak ada yang mewakili mereka di senayan.

Sungguh kasihan bangse sasak,putra putri terbaiknya di brain drain tidak bisa turut membangun dasan mereka. Kasihan bangse sasak, di brain gain oleh outsider yang memanfaatkan kebodohan mereka. Sebagian rakyatnya di brain wash agar bermental buruh untuk jadi TKI,  tetep jari kawule terus dengan duah sak jari raje. Maka akan kemanakah engkau pergi duhai anak sasak? To drain, being gain, or being wash? Sementara orang-orang disana bilang, "sudahlah, jangan kembali!"

 

Wallahu a'lam

Rahayu Bangse Sasak!!!

Trackback(0)
Comments (22)add comment
Mudah mudahan didengar oleh para penguasa di pulau sasak.

--mau pulang tidak terpakai--
--mau pergi dikira lupa diri--
1

report abuse
vote down
vote up
June 24, 2009
Votes: +1
abdullah al muzammi: ... http://www.mudah.web.id
...pencari kerja kelas dua yang berkubang mencari kerja seperti menangkap empak beru lek dalem raok. Sudah kotor, nangkepnya sulit, resiko tertusuk pun besar, licin pulak, empak beru juga tidak terlalu enak....

Geh . . . sependapat tiang nike . . .
bukan saja yang berpendidikan dan berintelek yang merasa di tanah kelahiran mereka kurang di di mamfaatkan.
rakyat jelata saja banyak memilih jadi TKI ke luar . .
jadi mari kita keluar saja....untuk mencari kehidupan yang lebih baik... (nike mungkin ungkapan umumnya semeton-2) . . .

semoga tulisan ini banyak memberikan value bagi pembaca khususnya para badut-badut berdasi . .
2

report abuse
vote down
vote up
June 24, 2009
Votes: +0
--mau pulang tidak terpakai--
--mau pergi dikira lupa diri--
Bagai telor dengan ayam. Siapa yang harus duluan menyelesaikan masalah ini.
Lebih mudah dan cepat prosesnya kalo datu2 kita mau mengalah dan memanggil para perantau sasak dan menyediakan tempat yang sesuai.
Kalo tidak harus menunggu kita kaya dan punya jabatan tinggi dulu, baru membentuk lembaga yang kuat dan berpengaruh, sehingga datu2 lombok ngempet elornya untuk merangkul kita. Tetapi jika saat itu tiba rasanya kita lebih baik jalan sendiri deh...tetapi programnya menyentuh masyarakat langsung.
3

report abuse
vote down
vote up
June 24, 2009
Votes: +0
FarihatunMunir: ...
Ssseettujuuuu, ga tau deh mo blg apa, tp emang beeeeneeeeeeer bgt..
4

report abuse
vote down
vote up
June 24, 2009
Votes: +0
Kita tidak tau siapa yg salah... Pemimpin Kita atau Masyarakat Yang Memilih Pemimpin itu...............
Jangankan pepadu-pepadu Sasak yang ada dan hasil didikan yang berkualitas itu yang akan mendapatkan perhatian Pemerintah Daerah kita, Pepadu-pepadu Sasak berkualitas yang ada dalam jajaran Birokrasipun tidak ditengok Meton.... Hanya mereka yang pinter Carmuk dan selalu meng-IYA-kan segala titah patih Paduka sang Pemimpin saja yang mendapatkan perhatian dan tempat bergengsi, tanpa melihat kualitas dan kemampuan mereka....Aturan yang ada dinomor sejutakan...Tapi kalau meton dengar omongan dan kata-kata yang keluar, semua itu telah sesuai aturan dan telah melalui prosedur... Masya Allah.....Makanya, kalau diperbolehkan "TARUHAN" Gumi SASAK tidak akan maju-maju meton, selama Pemimpin kita tidak memperhatikan kualitas SDM yang ada dan dimiliki Bangse Sasak...(N asib T idak akan B erubah)
5

report abuse
vote down
vote up
June 25, 2009
Votes: +1
Jadilah pepadu yang kuat dalam ilmu, taat beribadah dan menjaga akhlak maka engkau akan menemukan apa yang angkau cari. Birokrasi dan penguasa hanya lawan sepele mulailah melawan lawan kalau engkau benar. Jangan takut berhenti jadi PNS kalau potensi, cita cita dan niat mulia tak dapat dikembangkan, KELUAR! Saya juga pernah mengalami yang beginian, gaji kecil dipersulit terus padahal ide penuh sampai kepala meledak tidak ada yang peduli malah dihalangi. Untung saya keluar dan bekerja sendiri kalau tidak, pastilah saya tak dapat melampaui kawan saya yang sudah guru besar besar itu. Di Lombok juga masih banyak peluang;perikananan, peternakan,perkebunan dan pertanian, kangkung saja istimewa kok, seperti saya tulis dalam DDK dan GL itu. Maju dan Jayalah Bangsa Sasak.
6

report abuse
vote down
vote up
June 25, 2009
Votes: +0
Zaky: ...
Orang sasak tidak mesti harus tinggal di gumi sasak bukan?, yang penting itu identitas dan kepeduliannya terhadap sasak harus tetap ada. Dibagian manapun dari gumi Allah ini kita tinggali, kita tetap jadi orang sasak. Jadi jangan takut pulang atau merantau meton. smilies/wink.gif
7

report abuse
vote down
vote up
June 25, 2009
Votes: +0
abdullah al muzammi: ...
tiang g akan pulang sebelum memang bener siap, untuk bisa ambil peran memajugan gubuk, dese dait gumi sasak.... soal ne banyak hal yang meski di plajari,karena ketakutannya umunmne leq bale adalah menetang-mentang kuliah di luar daerh dan merasa kemampuan lebih trus,,hem..wujud manusiawinya pasit nampak,,GERAK ape trus jarine...
semakin kita merasa bisa dan pintar, kita g sadar bahwa hal itulah yang membuat kita keterbelakang...

regards.
zammi
8

report abuse
vote down
vote up
June 27, 2009
Votes: +0
masdah: ...


Sesekali saya pulang ke Lombok dan merasakan bahwa suku saya memang jauh tertinggal dibanding suku lain. Sebagai contoh, saya mengunjungi sebuah
komplek tempat tinggal kemanakan saya di Mataram.
Di kompleks perumahan tsb jarang sekali ada orang
Sasak. Kebanyakan orang Bali atau Jawa.
Di tempat saya kerja, sebuah perusahaan oil and gas juga hanya ada 2 orang Sasak. Ini karena memang orang kita masih asing dengan bidang ini. Tapi saya jadi lebih sedih karena ternyata di Mataram juga lebih banyak orang luar yang memegang peranan di instansi-instansi penting.
Orang kita lebih percaya kepada orang lain ketimbang pada sesama Sasak. Ini merupakan kekurangan kita. Di daerah lain, orang bahu membahu memperjuangkan agar putra daerah berperan di daerah mereka. Nah bagaimana dengan TGB? Mudah-mudahan Anda juga membaca tulisan ini.
Inilah saatnya Anda punya kesempatan untuk memperbaiki nasib Suku Sasak. Kelak kita akan bangga bila Sasak tidak lagi identik dengan kebodohan, kemiskinan, tenaga kerja murah dan segala ketertinggalan.
Saya punya usul agar pemuda-pemuda Sasak yang cerdas dikirim kuliah ke luar negeri dan dibiayai
daerah atau perusahaan-perusahaan besar seperti Newmont.

Saya melihat KS ini punya potensi untuk melakukan
perubahan. Di sini berkumpul para pemikir-pemikir muda yang ingin memajukan Bumi Selaparang ini.

Silak


9

report abuse
vote down
vote up
June 28, 2009
Votes: +0
Seandainya para pemikir dan para peduli Sasak yg ada di KS ini, didengar jerit harapnya oleh yang kebetulan sedang berkuasa di Gumi Sasak, kemudian merealisasikan harap itu dalam realita...........
Berembe bae iyak majune Bangse Sasak ...
Laguk......????????????????!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!
10

report abuse
vote down
vote up
June 28, 2009
Votes: +0
abdullah al muzammi: ... http://adchotspot.blogspot.com/
wah... yang kuliah di biaya pemerintah tentu punya tanggung jawab..no..Tuh..cepet pulang....
yang di asrama NTB juga jangan boleh ada yang tidur2..an...Wake Up....
kalau yang dapat BOT(beasiswa Orang Tua).. tentu masih punya tolerasi... bukan begitu . .kah
11

report abuse
vote down
vote up
June 28, 2009
Votes: +0
Ardi: ...
Saat ini sebenarnya bangsa sasak lagi berkembang pesat dibanding beberapa dekade yang lalu.
Banyak sekali orang Sasak yang keluar daerah dan di daerah lain finansialnya membaik. Banyak yang berasimilasi dengan suku-suku lain misalnya suku Jawa, Bugis, Banjar dll. Wawasan mereka jadi lebih luas dan lebih mengutamakan pendidikan. Anak-anak mereka banyak yang tamatan S2 di universitas-universitas favorit.
Banyak juga orang sasak yang GAGAL di perantauan, yaitu mereka yang tidak punya pendidikan, malas dan manja. Mereka ikut program pemerintah bertransmigrasi, tapi setelah bantuan pemerintah habis mereka pulang lagi ke Lombok. Sebahagian besar memang etos kerja kita lebih rendah dibanding suku-suku lain tapi bagi yang tahan banting dan tidak mudah menyerah sekarang anak-anak mereka hidup enak.
Semeton jari batur sasak, ndak takut merantau. Lek desan dengan sino molah ite. Si aran perobahan sino
ndekne langsung, perbaikan adeng-adeng. Pulau lein sino kan gumin Allah endah. Tanak guar-guar.
Sekedar gambaran, tiang laek tene lek Lombok msikin gati tiang. Mangan bae susah, marak lagu dangdut: sepiring berdua, pagi makan sore tiada, haha........
mangan jangan lembain dit sambel, ngumbe gin angkunte cerdas? Pokokne cerite susah doang.
Kane jak berubah, si ndek tiang bayangkan laek jeri
kenyataan misalne lalo-lalo ngedu pesawat, seminar
lek gedung-gedung bertingkat lek jakarta. Menikmati masakan di resto-resto mewah.
Jari ndak takut merantau / hijrah. Bai, bijande ndekne bakal keleleran. Lek perantoan leun ye jeri pinter-pinter, ndekne gin bengak-bengak.
Kasihan kan, masak bain Datu Selaparang kumel. Mune mesi idup pasti ase' geti ye nyeriuang ite keturunanne sine.

Ardi
12

report abuse
vote down
vote up
June 28, 2009
Votes: +0
Ajenk: ...
setiap orang punya tanggung jawab untuk memajukan dasan kita baik yang di dasan maupun di luar dasan, setiap pepadu dapat berkontribusi walaupun kecil untuk kemajuan ini, semoga KS dapat menjadi corong untuk perubahan itu..

Salam
13

report abuse
vote down
vote up
June 28, 2009
Votes: +0
Hendri Rahman: ...
kunci dari kemajuan bangse sasak adalah

JANGAN PERNAH IRI HATI DAN DENGKI...JUST ITU...

TALON ATEANG ADALAH SUMBER PERMUSUSHAN...
14

report abuse
vote down
vote up
June 29, 2009
Votes: +0
Hendri Rahman: ...
kita sabar aj tunggu PEPADU2 yg dah UZUR lengser....heheheheh....klo dilengserin kasian juga...

yg penting ada anak muda yg menkritisi dengan halus dan baik agar tercipta lembaga yg bersih dri KKN
15

report abuse
vote down
vote up
June 29, 2009
Votes: +0
Kalo kembali ke lombok sekedar untuk berharap menjadi pegawai negeri ataupun menjadi karyawan mendingan jangan...menuh-menuhin lombok dengan pencari kerja aja.Kembali ke lombok untuk membuka lapangan pekerjaan itu baru pepadu sasak sejati...Ga ada suku yang dikenal karena mereka sukses menjadi PNS dan karyawan..tapi mereka dikenal sebagai enterpreuner,sebagai pengusaha,sebagai saudagar...Jadi Jangan Kembali kelombok dengan harapan pemerintah memberikan pekerjaan atau untuk melamar pekerjaan...Jika niatan itu masih ada,siap-siap untuk menjadi pengangguran baru dilombok atau membuat orang lain menganggur...
16

report abuse
vote down
vote up
June 29, 2009
Votes: +0
Syamsuddin Sirah: ...
Mari berbuat semampu kita dengan memperkuat jaringan Bangse Sasak. yakin Gumi Sasak akan maju. berdasarkan pengamatan saya selama ini dalam melakukan advokasi, kalo pertimbangan putra daerah untuk menjadi penentu kebijakan di daerah maka itu akan menjadi peluang untuk melakukan penyelewengan dan sangat akan merugikan rakyat. dengan demikian putra daerah tidak cukup menjadi alasan tetapi perlu kriteria lain seperti sesuai dengan bidangnya dan menguasainya dengan sangat baik, memiliki social skills, personal skills dan interpersonal skills.
17

report abuse
vote down
vote up
September 13, 2009
Votes: +0
sofyan abadi: ...
tiang rasa kita mulai dari pepadu-pepadu desa yang ngak pernah kenyang dengan uang rakyat, BLT aja di iris padahal mereka sangat mengerti itu adalah hak rakyat
18

report abuse
vote down
vote up
November 01, 2009
Votes: +0
ah...saya pikir tidak begitu
tinggal dipikir aja, skill enough or not. Pekerjaan kadang yang dipilih sesuai kesempatan.
kalau ada lowongan yang kira- kira sesuai dengan bidang ya daftar... urusan penempatan atau deskjob yang diberikan menyusul.

Gaji? Ah sama aja. di Lombok buat jadi tukang ketik di kantor di gaji berapa? Pressure nya gimana ? pulang pergi juga nyante 5 menit sampe kantor

Bandingkan dengan
di Jakarta jadi tukang ketik. Pressure tinggi, gaji 2 juta (termasuk tunjangan). Rumah ngekos. berangkat jam 6 pulang sampe rumah jam 10

Tinggal dipikir.
Ujung2nya seh cuma gengsi doank
19

report abuse
vote down
vote up
December 12, 2009
Votes: +0
"Lalu dimana bangse sasak? Bangse sasak ada di seberang lautan. Beberapa gelintir dari mereka menerobos dunia jadi professor di Univ. of Virginia, Amerika; jadi Engineer di Norwegia, Bangkir di Swiss, diplomat di Austria, budayawan di belanda. Sebagian lainnya bekerja di perusahaan multi nasional dan perusahaan nasional di seluruh Indonesia. Namun mereka itu hanya segelintir saja, sangat sedikit sekali jika dibandingkan dengan bangse sasak keseluruhannya."

Sungguh kasihan bangse sasak,putra putri terbaiknya di brain drain tidak bisa turut membangun dasan mereka. Kasihan bangse sasak, di brain gain oleh outsider yang memanfaatkan kebodohan mereka. Sebagian rakyatnya di brain wash agar bermental buruh untuk jadi TKI, tetep jari kawule terus dengan duah sak jari raje. Maka akan kemanakah engkau pergi duhai anak sasak? To drain, being gain, or being wash? Sementara orang-orang disana bilang, "sudahlah, jangan kembali!"

yah, sama aja ... dimanfaatkan oleh outsider. bedanya yang diatas cuma punya skill aja dalam bidang tertentu. sedangkan para TKI adalah tenaga non skill. (tapi ada juga seh TKI punya skill - seperti di Jepang )
20

report abuse
vote down
vote up
December 12, 2009
Votes: +0
lmjaelani: ... http://lalu.sasak.org
Bangsa sasak adalah aset luarbiasa bernilai, ia akan segera muncul dimasa pemerinthan para pemimpin adil dan amanah, yang mengutamakan putra daerah yang punya kemampuan.
21

report abuse
vote down
vote up
December 14, 2009
Votes: +0
abdul ala al khaitomi: ... http://-
assalmuaalikumm wr wb..bagi tiang meratau tuk menuntut illmu ke negri jiran gak masalah asl pepadu pepadu lombok atau terune dende sak lek luar daerah ndak sampai lupak kacang akan kulit nya.....dan satu hal yang paling penting bagi tiang adalah jgn sampai orientasi pertama batur batur sak lagi kuliah di luar daerah hanya selesai terus jadi PNS iya kalu langsung keterima kalau gak?mungkin lek bale akan momot meco,ngapong keketut,bagaimana seorang S1 atau S2 atau S3 yang sudah nyelesain kuliah mampu untuk membantu batur batur sak kurang beruntung baik dengan menciptakan lapangan pekerjaaan yang baru buat mereka sehingga ndek nerek tegitek momot meco bilang berugak atu mbok lek sedin rurong,padahal pemuda adalah tonggak peradaban..ketika pemudanya rusak,rusak lah bangsa tersebut..sekian wassalam
22

report abuse
vote down
vote up
January 12, 2010
Votes: +0

Write comment
quote
bold
italicize
underline
strike
url
image
quote
quote
smile
wink
laugh
grin
angry
sad
shocked
cool
tongue
kiss
cry
smaller | bigger

security image
Write the displayed characters


busy


Akses Sasak.Org Melalui Perangkat Seluler Anda www.m.sasak.org

Ucapan Terimakasih

Unitiga Rekayasa System

Pengunjung

Kami memiliki 42 Tamu online

Revolver Map

Login Form

Kosakata Hari Ini

Pemban Selaparang

Pemban Selaparang adalah orang yang dipilih untuk menuntun dan mengusahakan kesejahteraan bersama. Rahayu Pemban Selaparang berarti Selamat Sejahtera Pengemban Amanat Rakyat.
 

Multimedia Sasak

This text will be replaced

Shout Box

AISC-Taiwan

Annual Indonesian Scholar Conference in Taiwan