Ditulis oleh Administrator Senin, 22 Juni 2009 01:42
[Sasak.Org] Tukang becak tiba tiba doyan berbicara politik, pedagang sayur dipasar pasar rakyat, siswa siswa sekolah juga begitu, apalagi mahasiswa, eksekutif muda dan para pekerja mapan. Politik benar benar telah merasuki segenap jiwa bangsa ini, bahkan mereka yang tidak ada hubungan langsung dengan tema pembicaraan politisi di pusat kekuasaan sana ikut ikutan sok sibuk, ribut menggadang calonnya, ribut mencari cara untuk menjatuhkan jagoan kawan kawannya.
Tetangga yang semua akur dan saling tegur sapa, tiba tiba menjadi seolah tidak kenal. Kawan kawan akrab yang rajin berakrab ria, saling tunjuk muka. Aura permusuhan dan perpecahan mencuat bersamaan dengan musil OMPOL ini, semua orang ng-omong politik, banyak orang tak sengaja mencari musuh dan berlomba lomba membuktikan kesaktian diri, ya kesaktian diri dalam berdebat dan mengajukan data data paling sahih, tentu menurutnya.
Sementara pihak lain yang merasa terpojok bukannya berdiam diri, jurus jurus mautpun tiba tiba hadir dan tercipta, untuk apa lagi selain melumpuhkan kesaktian lawannya, musuhnya yang tak lain adalah temannya sendiri.
Di musim ompol ini, dengan sangat mudah kita temukan orang orang yang dulunya diam, kalem dan periang tiba tiba menjadi reaktif, kata kata seperti Lanjutkan akan dibalas dengan Lebih cepat lebih baik, teriakan merdeka akan disambut dengan sorakan lanjutkan, begitulah seterusnya. Entahlah..
Ada juga sebuah fenomena unik, tak kan mudah menemukannya di meja kelas, apalagi saat ujian nasional. Pemilihan jagoan ternyata diputuskan terlebih dahulu daripada mengumpulkan daftar alasan mengapa kita harus memilih. Alasan alasan memilihpun sering muncul hanya sebagai upaya berkelit dari serangan pihak lain. Bahkan yang lebih menyedihkan, upaya mencari alasan alasan itu kerap kali terlupa hanya gara gara kita sibuk mencari kelemahan dan kekurangan jagoan lawan.
Betapa mudahnya kita terlarut dalam permainan dan tabuhan gendang orang yang tidak mengenal kita, bahkan hanya memikirkan nasib masyarakat marjinal disaat saat butuh coretan pulpen di atas kertas suara.
Janganlah karena kebencian kita kepada sebuah golongan, orang lain dan kelompok lain, membuat kita berlaku tidak adil terhadapnya. Tetaplah proporsional, tak perlu mencari musuh baru dan menampakkan kesaktian diri.
Di musim ompol ini, dengan sangat mudah kita temukan orang orang yang dulunya diam, kalem dan periang tiba tiba menjadi reaktif, kata kata seperti Lanjutkan akan dibalas dengan Lebih cepat lebih baik, teriakan merdeka akan disambut dengan sorakan lanjutkan, begitulah seterusnya. Entahlah..
Ada juga sebuah fenomena unik, tak kan mudah menemukannya di meja kelas, apalagi saat ujian nasional. Pemilihan jagoan ternyata diputuskan terlebih dahulu daripada mengumpulkan daftar alasan mengapa kita harus memilih. Alasan alasan memilihpun sering muncul hanya sebagai upaya berkelit dari serangan pihak lain. Bahkan yang lebih menyedihkan, upaya mencari alasan alasan itu kerap kali terlupa hanya gara gara kita sibuk mencari kelemahan dan kekurangan jagoan lawan.
Betapa mudahnya kita terlarut dalam permainan dan tabuhan gendang orang yang tidak mengenal kita, bahkan hanya memikirkan nasib masyarakat marjinal disaat saat butuh coretan pulpen di atas kertas suara.
Janganlah karena kebencian kita kepada sebuah golongan, orang lain dan kelompok lain, membuat kita berlaku tidak adil terhadapnya. Tetaplah proporsional, tak perlu mencari musuh baru dan menampakkan kesaktian diri.
awal dinihari, senin 22 juni 2009
Jhongli City, Lalu Muhamad Jaelani
Set as favorite
Bookmark
Email This
Hits: 439
Trackback(0)
Comments (8)

Sebenarnya tidak ada politisi yang mengerti betul nasip bangsa ini, apalagi mengerti bagaimana mengatasinya. Yang mereka lakukan adalah sekedar membagi Kue Demokrasi, sehingga kalau nanti tidak berhasil mereka bilang "salah kita bersama", tetapi kalau ada sedikit keberhasilan mereka bilang "itu program saya"
Untunglah sasak.org bukan simpatisan.
Untunglah sasak.org bukan simpatisan.
1
report abuse
vote down
vote up
June 22, 2009
Votes: +0
Votes: +0
lamun tiang jak masalah politik itu masih dijadikan ajang bejorak----
2
report abuse
vote down
vote up
June 22, 2009
Votes: +0
Votes: +0
wah... cocok dah nike yang side gambarkan kanda . .
leq bale nike lamun wah musih pemilihan keliang . .
ini'an pade perang lawan gubuk,, endah iniq saling ampes kadu batu, botol, panah. jika ada yang memojokan jargonnya... sekedik-2 saling gebuk...
apa ini tandanya masyarakat tersebut msih
primitfi..?
lamun menu jaq iyeh wah ini orang-2 yang cocok disebut Lombok Primitive
ampurayang . . .
regards
zammi
leq bale nike lamun wah musih pemilihan keliang . .
ini'an pade perang lawan gubuk,, endah iniq saling ampes kadu batu, botol, panah. jika ada yang memojokan jargonnya... sekedik-2 saling gebuk...
apa ini tandanya masyarakat tersebut msih
primitfi..?
lamun menu jaq iyeh wah ini orang-2 yang cocok disebut Lombok Primitive
ampurayang . . .
regards
zammi
3
report abuse
vote down
vote up
June 22, 2009
Votes: +0
Votes: +0
berarti ndek te man dewase aran lamun gare2 bede pendapat ampok te yak mesiat bareng semeton gubuk gempeng.
fenomena marak niki uah lumrah lek ranah plitik, jari mun pendapet tiang jak, semeton2 sak tao2 niki jari penyaring ne..adekn sak sengke kerukut semeton jarin te selapuk..
fenomena marak niki uah lumrah lek ranah plitik, jari mun pendapet tiang jak, semeton2 sak tao2 niki jari penyaring ne..adekn sak sengke kerukut semeton jarin te selapuk..
4
report abuse
vote down
vote up
June 22, 2009
Votes: +0
Votes: +0
Milu ngupi tok...Ato nggawe kupi?.. 

5
report abuse
vote down
vote up
August 11, 2009
Votes: +0
Votes: +0
bener kata2 km sebenrnya indonsia nggk butuh orang pinter,tp indonesia butuh orang yg pandai berkicau,sebb indonesia mau kicauan yg merdu dari rakyat kcil kayak kita
6
report abuse
vote down
vote up
September 08, 2009
Votes: +0
Votes: +0
kita suarakn reformasi,berteriak kayak orang jualan pindang,sedangkn kita nggk nyadar bahwa kita adalh korban dari reformasi tu,cb fikir papuk icok rugi tendak teri gare2 reformasi alasan nya karna papuk icok ikut2tan lalo bedemo smpai2 terine habis uletan.begitulah patriotieme nya papuk icok smpai2 dia nggk nyadar kerugian nya
7
report abuse
vote down
vote up
September 08, 2009
Votes: +0
Votes: +0
politik is war, who can be winner? everythink is nothink
8
report abuse
vote down
vote up
September 22, 2009
Votes: +0
Votes: +0
Write comment

Akses Sasak.Org Melalui Perangkat Seluler Anda www.m.sasak.org
Tautan ke Situs Lain
Pengunjung
Kami memiliki 61 Tamu online
Revolver Map
Login Form
Kosakata Hari Ini
Empit
Empit adalah istilah bahasa sasak untuk kerak nasi. Kerak nasi biasanya terbentuk pada proses memasak nasi secara tradisional (menggunakan api langsung) pada dasar wadah penanak. Lihat juga : empit pada KBS
Multimedia Sasak
This text will be replaced

