Ditulis oleh M. Roil Bilad Selasa, 30 Juni 2009 23:35
... saat para pemimpin desa tidak punya akuntabilitas public serta mereka lebih beroriontersi ke atas dan ikut serta ambil peran menindas rakyat, Masyarakat kecil harus membangun desa dan berkembang sendiri…
Musim politik sudah datang sejak jauh hari acara puncak di adakan. Rakyat mulai di selemuti dengan pemberiataan isu seputar politik. Tak ayal banyak golongan kaum pratiksi ambil peran dalam pesta demokrasi. Rakyat kecilpun tak mau ketinggalan membahas rubric hangat ini. Tulisan artile berjudul Musim Ompol, Semua Menjadi Politisi! Oleh Lalu Muhamad Jaelani di sasak.org menggambarkan rakyat kecil menjadi korban dari dampak politik yang tidak sehat. Sedikit saya mengutip dalam artkel mengatakan :
Aura permusuhan dan perpecahan mencuat bersamaan dengan musil OMPOL ini, semua orang ngomong politik, banyak orang tak sengaja mencari musuh dan berlomba lomba membuktikan kesaktian diri, ya kesaktian diri dalam berdebat dan mengajukan data data paling sahih, tentu menurutnya...
Miskinnya pengetahuan tentang demokrasi dalam dunia pepolitikan memang akan membawa dampak dan melahirkan sikap-sipak apatis dari masing golongan untuk membela kelompoknya masing-masing.
Kemudian bagaimana jika demokrasi masuk ke daerah sekup Pedesaan atau Perdusunan . Seorang professor IAIN mengatakan bahwa mempraktikan demokrasi di tengah masyarakat miskin akan mengundang bahaya besar. Hal ini juga senada dikatan oleh seorang professor ilmuan social politik UGM dimana secara terpisah mengatakan rakyat hanya membutuhkan sandang, pangan dan papan bukan sebuah Demokrasi. Bagaimana bisa menghidupkan demokrasi dengan rakyat kecil. Jika selama ini masyarakat sudah cukup banyak di bodohi dan kekecewaan oleh janji-janji demokrasi. Yang ujungnya masyarakat kecil menjadi korban.
Realitas kehidupan masyarakat khususnya belahan kawasan timur Indonesia, Sangat erat di mediakan dengan sebuah sikap anarkis, apatis, baik itu masalah social politik, budaya dan agama. Hal itu memberikan image ketertinggalan daerah itu sendiri dalam pengetahuan wacana dalam dunia politik secara demokrasi. Dan perlunya menanamkan nilai lebih suatu pondasi pola pikir yang lebih baik, serta nilai demokrasi politik yang sehat.
Bagi masyarakat kecil pedesaan ataupun sebuah dusun sekalipun kini mulai sadar bahwa betapa mereka selama ini tertipu dengan tidak adanya demokrasi. Bagaimana para pemimpin mau mendemokrasikan desa dan mendesakan demokrasi sedangkan pemerintah sendiri tidak pernah ada demokrasinya. Rakyat kecil selalu di janjikan keharmonisan dan kemakmuran tapi apa yang terjadi ketimpangan struktural justru yang tejadi, itulah jika bangsa ini dipemimpin oleh pemimpin yang feodal dan otoriter.
Dimana kenyamanan dan kemakmuran hanya di rasakan oleh kaum tertentu, pejabat dan kaum elit lainnya. Cukuplah bagi orang dusun sebuah sandang pangan dan papan terpenuhi, serta membutuhkan pemimpin yang adil dan bertangungjawab dan mampu membangun pasilitas sarana pedesaan meski di lakukan oleh masyarakat desa sendiri.
Kalau kita mau berpikit lebih arif bagaimana membangun demokrasi dalam rakyat yang homogen. Tentu demokrasi harus dimaknai secara liberal sebagai bentuk kebebasan individu dan pengambilan keputusan secara kolektif atau komunitarian merupakan ciri khas tradisi demokrasi desa. serta melibatkan masyarakat dalam beragam arena dilibrasi (permusyaratan), serta partisipasi basis forum institusi lokal yang ada di desa dalam mengambil sebuah keputusan.

Akses Sasak.Org Melalui Perangkat Seluler Anda www.m.sasak.org
Tautan ke Situs Lain
Pengunjung
Login Form
Kosakata Hari Ini
Sasak Lebung
Multimedia Sasak
Shout Box
Komentar Terbaru
Kekeringan, Warga Lombok Krisi...
Semethon-semethon leq Lentek, daweg, rau'n bae gawah-gawah lauq siku adin sere sempurne gering. Upay...
By Arya
Sabotase Listrik saat Warga Ta...
umat Islam yang lain kok gak ada respon, orang macam ini nih yang seharusnya diganyang.
By Nietha
Maulid Adat di Desa Sesait, Ke...
Maaf mas dan mba yang berasal dari desa sesait, minta pertolongan yg ikhlas dari anda semua. saya se...
By arie mahendra
BUDIDAYA TEMBAKAU VIRGINIA DI ...
replied for #MRB Saya sedang menjalani project mengenai tembakau d kota Lombok, kalau boleh saya min...
By Ryan AP
Kekeringan, Warga Lombok Krisi...
sukuri yg sudah diberi, tidak mustahil pulau lombok akan kering bila tidak kita jaga
By hari
Pemkab Lotim Ajukan Harga Dasa...
Kami mohon kepada Pemerintah jangan siksa kami (petani tembakau) kami capek begini terus. Minyak ind...
By Ahmad Afandi
PEMBELI ADALAH RAJA, PENJUAL A...
Semeton, pade inget-inget cerite dengan toak laek,
By Aji Turmudzi
PEMBELI ADALAH RAJA, PENJUAL A...
Bgitu banyak kita bicara Semeton tentang kesasakan kita, tapi kita tidak pernah banyak berbuat, bahk...
By Aji Turmudzi
Teknologi Distilator Surya Unt...
perfect hbis penjelasan nya tapi klw bisa gambarnya di perjelas..... biar aq bisa belajar lebih bany...
By alan songge
Kiat Menghindari Penurunan Pro...
knp yah... itik sy g mau btelur ??? dari 125 itik telurnya kadang cuman 2 butir / hari. apa ada paka...
By one


Comments
bukannya sistem pemilihan kepala desa yang di pakai sekarang untuk sistem pemilihan presiden.
Berarti Demokrasi ke Dusun = "Demok Janggih come home".
sistem yang setengah-setengah mementingkan kepetingan dan memperjuangkan rakyat kecil. saat memenggang kekuasaan urusan golonganlah yang kadang menjadi garis besar mejalankan kepemerintahan.
terbukti musim piplres ini. pejabat, wakil pejabat balapan ambil cuti untuk kepentingan kampanyenya.. bukan sebaliknya, mejalankan tugas dan amanah.
Generasi muda di hadapkan dengan polemik sistem serpti ini yang sudah lama berjalan. dan banyak gerakan-gerakan pembaharu yang tentu mampu memberikan harapan bagi tegaknya demokrasi merakyat..
dan semoga KS salah satu jembatan perggerakan baru untuk mampu melahirkan harapan - harapan rakyat kecil yang sesungguhnya.
RSS feed for comments to this post.