Senin, Maret 15, 2010
   
Text Size

Pencarian Artikel

Demokrasi Bagi Orang Dusun

  Oleh: Abdullah Al Muzammi, sasak diaspora Jogjakarta

... saat para pemimpin desa tidak punya akuntabilitas public serta mereka lebih beroriontersi ke atas dan ikut serta ambil peran menindas rakyat,  Masyarakat kecil harus membangun desa dan berkembang sendiri…

Musim politik sudah datang sejak jauh hari acara puncak di adakan. Rakyat mulai di selemuti dengan pemberiataan isu seputar politik. Tak ayal banyak golongan kaum pratiksi ambil peran dalam pesta demokrasi. Rakyat kecilpun tak mau ketinggalan membahas rubric hangat ini.  Tulisan  artile berjudul Musim Ompol, Semua Menjadi Politisi! Oleh Lalu Muhamad Jaelani di sasak.org menggambarkan  rakyat kecil menjadi korban dari dampak politik yang tidak sehat. Sedikit saya mengutip dalam artkel mengatakan :

Aura permusuhan dan perpecahan mencuat bersamaan dengan musil OMPOL ini, semua orang ngomong politik, banyak orang tak sengaja mencari musuh dan berlomba lomba membuktikan kesaktian diri, ya kesaktian diri dalam berdebat dan mengajukan data data paling sahih, tentu menurutnya...

Miskinnya pengetahuan tentang demokrasi dalam dunia pepolitikan memang akan membawa dampak dan melahirkan sikap-sipak apatis dari masing golongan untuk membela kelompoknya masing-masing.

Kemudian bagaimana jika demokrasi masuk ke daerah sekup Pedesaan atau Perdusunan . Seorang professor IAIN mengatakan bahwa mempraktikan demokrasi di tengah masyarakat miskin akan mengundang bahaya besar. Hal ini juga senada dikatan oleh seorang professor ilmuan social politik UGM dimana secara terpisah mengatakan rakyat hanya membutuhkan sandang, pangan dan papan bukan sebuah Demokrasi. Bagaimana bisa menghidupkan demokrasi dengan rakyat kecil. Jika selama ini masyarakat sudah cukup banyak di bodohi dan kekecewaan oleh janji-janji demokrasi. Yang ujungnya masyarakat kecil menjadi korban.

Realitas kehidupan masyarakat khususnya belahan kawasan timur Indonesia,  Sangat erat di mediakan dengan sebuah sikap anarkis, apatis, baik itu masalah social politik, budaya dan agama. Hal itu memberikan image ketertinggalan daerah itu sendiri dalam pengetahuan wacana dalam dunia politik secara demokrasi. Dan perlunya menanamkan nilai lebih suatu pondasi pola pikir yang lebih baik, serta nilai demokrasi politik yang sehat.

Bagi masyarakat kecil pedesaan ataupun sebuah dusun sekalipun kini mulai sadar bahwa betapa mereka selama ini tertipu dengan tidak adanya demokrasi. Bagaimana para pemimpin mau mendemokrasikan desa dan mendesakan demokrasi sedangkan pemerintah sendiri tidak pernah ada demokrasinya.  Rakyat kecil selalu di janjikan keharmonisan dan kemakmuran tapi apa yang terjadi ketimpangan struktural justru yang tejadi, itulah jika bangsa ini dipemimpin oleh pemimpin yang feodal dan otoriter.

Dimana kenyamanan dan kemakmuran hanya di rasakan oleh kaum tertentu, pejabat dan kaum elit lainnya. Cukuplah bagi orang dusun sebuah sandang pangan dan papan terpenuhi, serta membutuhkan pemimpin yang adil dan bertangungjawab dan mampu membangun  pasilitas sarana pedesaan meski di lakukan oleh masyarakat desa sendiri.

Kalau kita mau berpikit lebih arif bagaimana membangun demokrasi dalam rakyat yang homogen. Tentu demokrasi harus dimaknai secara liberal sebagai bentuk kebebasan individu dan pengambilan keputusan secara kolektif atau komunitarian merupakan ciri khas tradisi demokrasi desa. serta melibatkan masyarakat dalam beragam arena dilibrasi (permusyaratan), serta partisipasi basis forum institusi lokal yang ada di desa dalam mengambil sebuah keputusan.

Trackback(0)
Comments (4)add comment
mansur: ...
Kalau demokrasi seperti yg ada sekarang, sekedar bagi-bagi kue kekuasaan sih orang dusun udah duluan.

bukannya sistem pemilihan kepala desa yang di pakai sekarang untuk sistem pemilihan presiden.

Berarti Demokrasi ke Dusun = "Demok Janggih come home".
1

report abuse
vote down
vote up
July 01, 2009
Votes: +0
Demokrasi di Indonesia sangat zalim karena menghamburkan uang. Demokrasi itu mahal dan harus dan wajib ada kelas menengah untuk mendukungnya. Nah, penopangnya tidak ada, kok membangun demokrasi ya pasti remuklah! Demokrasi hanya bisa dilakukan di negara kaya. Indonesia hanya cocok dengan perwakilan,sesuai konstitusi. Akan tetapi dalam keadaan hancur lebur seperti orang sakit keras ini, kita mau kembali ke cara lama susah, kita teruskan demokrasi berat. Inilah buah dari pergulatan manusia tanpa berpijak pada akar sendiri, inilah manusia palsu denga sistem aneh yang menguntungkan orang asing. Mari kita ubah semua kezaliman ini dengan mulai dari diri sendiri, menjadi diri sendiri, lepas dari belengu asing, mandiri dan membangun kelas menengah, inilah pilhan!
2

report abuse
vote down
vote up
July 01, 2009
Votes: +0
abdullah al muzammi: ... http://adchotspot.blogspot.com/
begitulah demokrasi bangsa saat ini...
sistem yang setengah-setengah mementingkan kepetingan dan memperjuangkan rakyat kecil. saat memenggang kekuasaan urusan golonganlah yang kadang menjadi garis besar mejalankan kepemerintahan.

terbukti musim piplres ini. pejabat, wakil pejabat balapan ambil cuti untuk kepentingan kampanyenya.. bukan sebaliknya, mejalankan tugas dan amanah.
Generasi muda di hadapkan dengan polemik sistem serpti ini yang sudah lama berjalan. dan banyak gerakan-gerakan pembaharu yang tentu mampu memberikan harapan bagi tegaknya demokrasi merakyat..
dan semoga KS salah satu jembatan perggerakan baru untuk mampu melahirkan harapan - harapan rakyat kecil yang sesungguhnya.
3

report abuse
vote down
vote up
July 01, 2009
Votes: +0
Nurge nunas maaf ... tiang tidak mengerti dengan tulisan pelungguh yang canggih sekali... pilihan kata - katanya. Adakah pilihan kata yang lain yang tidak trlalu teoritis .... image, ketimpangan struktural?.. pemimpin yang feodal dan otoriter?.....arena dilibrasi.....?...partisipasi basis forum institusi....??? ataukah tanpa menggunakan kata kata tersebut penulis merasa tidak intelek??... nurge.. pamit.....
4

report abuse
vote down
vote up
July 03, 2009
Votes: +0

Write comment
quote
bold
italicize
underline
strike
url
image
quote
quote
smile
wink
laugh
grin
angry
sad
shocked
cool
tongue
kiss
cry
smaller | bigger

security image
Write the displayed characters


busy


Akses Sasak.Org Melalui Perangkat Seluler Anda www.m.sasak.org

Ucapan Terimakasih

Unitiga Rekayasa System

Pengunjung

Kami memiliki 45 Tamu online

Revolver Map

Login Form

Kosakata Hari Ini

Sasak Lebung

Sasak Lebung adalah ungkapan yang diberikan kepada individu sasak yang fanatik dan rapuh disaat yang sama, sehingga mudah dieksploitasi untuk kepentingan tertentu. Lihat juga : sasak lebung pada kolom hjunep
 

Multimedia Sasak

This text will be replaced

Shout Box

AISC-Taiwan

Annual Indonesian Scholar Conference in Taiwan