By   October 24, 2012

Hazairin R. Junep

[Sasak.Org] Bahasa Sasak itu hanya satu. Tidak ada bahasa Sasak kasar atau halus. Yang ada adalah bahasa Sasak dan bahasa Kawi yang difitnah sebagai bahasa Halus. Akibat adanya fitnah itu muncullah stigma yang memojokkan bahasa Sasak menjadi bahasa kasar. Hal itu timbul berdekade dekade silam sebagai buah dari pergaulan segelintir orang yang mengklaim diri adalah keturunan bangsawan atau ningrat yang kemudian memisahkan diri dari kelompok mayoritas rakyat jelata.

Bicara masalah bangsawan kita harus menelusuri kelompok kelompok masyarakat yang masih menjalankan sistem kerajaan. Tidak ada satupun kerajaan yang tidak memiliki riwayat kelam dalam perebutan kekuasaan. Ada yang mulai dari keluarag penjahat lalu berkuasa dan selanjutnya keturunannya juga menjadi penguasa yang bengis. Kerajaan Monaco itu berdiri diatas ketinggian yang sulit dijangkau. Nenek moyang mereka adalah orang orang yang bersembunyi disarang penyamun.

Ken Arok adalah penjahat yang membangun dinasti dan keturunanya adalah bangsawan. Di Jawa ada banyak gunjingan atas keluarga kerajaan zaman dahulu yang merebut sawah dan ladang rakyat. Ada yang dirampas dan diusir ada juga yang menjadi budak. Tentu saja kita tak dapat mendatangkan bukti tetapi kita sudah hafal contoh Ken Arok, Banjar Getas dan Robin Hood ada dimana mana sebagai lawan dari keluarga kerajaan. Dan jangan lupa siapa yang meguasai Lombok beratus tahun.

Bukti bukti sejarah dari para bangsawan bengis dan jahat itu adalah bahwa semua kerajaan bersifat menyerbu dan menguasai oleh sebab itu kerajaan Inggris telah menguasai bumi yang wilayahnya matahari tidak pernah tenggelam.Raja Belgia mengahabis Kongo dan membunuh separoh penduduk dan menjual hak pengelolaan Kongo kepada kompeni. Kerajaan Belanda menguras habis nusantara dll. Namun kita tetap menganggap mereka adalah bangsawan yang hebat. Jangan lupakan kerajaan Spanyol yang megirim kapten Hernan Cortes yang membunuh 8 juta penduduk Meksiko .

Bagaimana keturunan mereka sekarang?. Masih sama saja. Australia pernah menaghancurkan Kupang agar Jepang tidak menginvasi mereka. Amerika terus merampok dimana mana, dan kita terus menganggap mereka penguasa baru karena meraka adalah keturuna bangsawan penjajah itu.

Keturunan bangsawan itu ada juga di Lombok dan berbagai tempat di Nusantara ini. Tidak semuanya jahat dan buruk. Mereka itu dan para pendukungnya adalah orang orang yang memlihara keluaragnya dari pengaruh lingkungan agar terjaga harta bendanya sehingga dapat hidup tenang sebagaimana konglomerat saat ini. Para penerus bangsawan itu menggunakan bahasa masing amsing sesuai dengan warisannya. Ada kelompok yang menggunakan bahasa Belanda hinga tahun 1970an. Ada yang menggunakan bahasa Inggris di berbagai negara Asean sampai kini. Ada segelintir pemakai bahasa Spanyol di Filipina dan Portugis di Makau dan Timor Leste.

Apakah para pemakai bahasa Belanda, Inggris, Spanyol dan Portugis itu dapat dikatakan pemakai bahasa Halus?. Tentu saja tidak. Demikian pula halnya saudara saudara kita para pemakai bahasa Kawi, mereka tidak berbahasa halus tetapi berbahasa Kawi. Perilaku berbahasa bukanlah pada kosa kata yang digunakan tetapi sikap diri dalam pergaulan. Orang Inggris lebih sopan berbicara dibanding dengan orang Amerika padahal kosa katanya sama. Yang membedakan adalah orang Amerika adalah gaya Cowboy dan orang Inggris bergaya tradisonal.

Lambat laun pemakai bahasa peninggalan itu akan punah karena pemamakinya makin menghilang sejalan dengan perubahan kebutuhan dan arah kepentingan. Bahasa Belanda sudah tidak berguna lagi kecuali untuk peminat sastera dan study tertentu sepertu hukum, sejarah dan budaya secara terbatas.

Bagiamana dengan bahasa Sasak?. Bahasa Sasak itu sesungguhnya tidak banyak beda satu dengan lainnya sebagimana diklaim bahwa kita tidak saling faham karena logat atau kosa kata berbeda. Itu tidak benar. Banyak orang Sasak yang tidak mengerti ketika orang bebicara bahasa Sasak bukan karena masalah logat atau kosa kata tetapi memang mereka tidak tahu. Mengapa mereka sampai tidak tahu bahasa ibunya?, Banyak hal penyebabnya, antara lain adalah jatuhnya martabat bahasa Sasak karena fitnah adanya bahasa halus dan kasar. Dan banyaklah yang termakan oleh fitnah itu. Sehinbgga mereka mengambil jalan tengah, tidak enak bicara dengan bahasa Kasar tetapi tidak menguasi bahasa Kawi akhirnya memilih bahasa Indonesia.

Bahasa Kawi dapat dikembangkan untuk kebutuhan sastera dan study khusus bidang sejarah, antroplogi dsb. Tetapi Bahasa Sasak harus dikembangakan sebagai bahasa aktif untuk membangun identitas bangsa Sasak dan transfer IPTEK. Tidak ada satupun bangsa yang kuat di zaman ini yang sudah saya kunjungi, menggunakan bahasa orang lain. Mereka menggunakan bahasa Ibu masing masing. Jepang, Korea, China, Rusia, semua negara Eropah yang kecil sekalipun dan juga Amerika dsb. Penguasaan bahasa Ibu adalah identitas pertama manusia. Jika bahasa Ibunya tidak dikuasai maka ia akan kesulitan berkomunikasi dan mengekspresikan diri. Sampai saat ini banyak kaum yang sudah menempuh pendidikan tinggi tetapi tak dapat bicara dengan baik dalam bahasa Ibu maupun bahasa Nasionalnya.

Bahasa Sasak modern tidak boleh dibiarkan mengekor bahasa Indonesia, sebab bahasa Sasak itu lebih kaya dan alamiah daripada bahasa Indonesia yang artifisial. Bahasa Sasak adalah selevel dengan bahasa modern seperti bahasa Inggris, Jerman, Perancis, Spanyol, Rusia, Arab dll. Kita harus menggunakan abjad latin dengan penulisan khusus pada huruf vokal dan glottal stop. Huruf vokal harus ditulis dengan aksen :
e – epe = apa é – épén balé = isteri è- èkèk = jorok ø- aøx = ya
o- okok = bohong x – dipakai untuk gloittal stop contonya aix = air.
Hanya kata serapan yang bisa diambil utuh atau disesuaikan.
Mengenai kesulitan pada kayboard dapat dipakai garis miring misalanya e/p/en bal/e. Kelak harus diusahakan keyboard berbahasa Sasak agar nyaman.

Tidak benar bahwa orang lain kampung tidak mengrti logat dari kampung sebelah atau per timux vs per laux. Sebagai bukti ambil contoh Lalu Nasib AR yang menggunakan bahasa Sasak, semua orang mengerti dengan baik. Jadi marilah kita hapuskan fitanh dans stigma bahwa bahasa Sasak adalah bahasa kasar dan kita mulai menggunakan bahsa Ibu kita dengan rasa hormat dan bangga.

Wallahualambissawab
Dengan beribu maaf dan salam.
Hazairin R. JUNEP

  • Azka Faridy

    Hemmm berarti apa yang kami terima dalam pelajaran muatan lokal dahulu adalah fitnah juga. Kami diajarkan penggunaan bahasa (halus) yang memang betul seperti yang HRJ kemukakan, “bahasa yang tidak kami mengerti”. Juga yang kami terima dahulu, untuk huruf stop adalah “Q” contohnya “aiq=air”, sedangkan Pak HRJ memaparkannya adalah huruf “X”.
    Sayapun sudah terbiasa jika mengetik dengan bahasa sasak ketika chatting menggunakan huruf stop (Q) bukan (X).
    Nah, yang benar ini yang mana?
    aoq/aox, ape, berarti inilah bahasa sasak, bukan nggih, tiyang.

    mohon pencerahannya

    • Hazairin R. JUNEP

      Jawaban untuk Azka Faridy ada pada tulisan berikutnya dalam serial bahasa Sasak.

  • Azka Faridy

    Hemmm berarti apa yang kami terima dalam pelajaran muatan lokal dahulu adalah fitnah juga. Kami diajarkan penggunaan bahasa (halus) yang memang betul seperti yang HRJ kemukakan, “bahasa yang tidak kami mengerti”. Juga yang kami terima dahulu, untuk huruf stop adalah “Q” contohnya “aiq=air”, sedangkan Pak HRJ memaparkannya adalah huruf “X”.
    Sayapun sudah terbiasa jika mengetik dengan bahasa sasak ketika chatting menggunakan huruf stop (Q) bukan (X).
    Nah, yang benar ini yang mana?
    aoq/aox, ape, berarti inilah bahasa sasak, bukan nggih, tiyang.

    mohon pencerahannya

    • Hazairin R. JUNEP

      Jawaban untuk Azka Faridy ada pada tulisan berikutnya dalam serial bahasa Sasak.

  • Gupran Muhsan

    Mungkin kita selama ini memang sudah terbiasa dengan penggunaan Q….. Dan K terbukti penulisan ktp dengan inak atau juga inaq….

    Setelah saya sendiri mencoba menghilangkan huruf k dan q pada tulisan inak/inaq maka akan jadi ina…..
    Amak/amaq@ama….
    Papuk/papuq@papu….
    Balok/baloq@balo….

    Mungkin kita akan taruh tanda koma maka jadi …
    Ina’
    Ama’
    Papu’
    Balo’
    Sementara kita ketahui koma ini bukan huruf hanya tanda baca….
    Jadi mungkin menaruh huruf x yang sering di sebut glotal stopnya khas sasak…

    X di tengah kata seperti…
    Selapu’an@semuanya…SELAPUAN Akan di tulis SELAPUXAN

    Piya’an@buatka ditulis PIYAXAN….

    Semoga dan mudah mudahan bisa diseragamkan

    Jari jemax sulexne be te rubah penulisan Al-qur’an jari tulisan sasakne Al-qurxan…. Ngeno gene aran jax te nyobaxan beruni.

    Salam dait maaf

    • Ahsana Ahsani

      Kenax wah ini sixmmbe ampox te molah kence dengan lein becat ngerti epe si tetulis, saol budeye nulis bese sasak ine beu te paran kurang saol ne kluwexan ite pede mun te gsms ngeang bese inax terex te (Bahasa Indo)

  • http://www.facebook.com/bagik.papan Gupran Muhsan

    Mungkin kita selama ini memang sudah terbiasa dengan penggunaan Q….. Dan K terbukti penulisan ktp dengan inak atau juga inaq….

    Setelah saya sendiri mencoba menghilangkan huruf k dan q pada tulisan inak/inaq maka akan jadi ina…..
    Amak/amaq@ama….
    Papuk/papuq@papu….
    Balok/baloq@balo….

    Mungkin kita akan taruh tanda koma maka jadi …
    Ina’
    Ama’
    Papu’
    Balo’
    Sementara kita ketahui koma ini bukan huruf hanya tanda baca….
    Jadi mungkin menaruh huruf x yang sering di sebut glotal stopnya khas sasak…

    X di tengah kata seperti…
    Selapu’an@semuanya…SELAPUAN Akan di tulis SELAPUXAN

    Piya’an@buatka ditulis PIYAXAN….

    Semoga dan mudah mudahan bisa diseragamkan

    Jari jemax sulexne be te rubah penulisan Al-qur’an jari tulisan sasakne Al-qurxan…. Ngeno gene aran jax te nyobaxan beruni.

    Salam dait maaf

    • Ahsana Ahsani

      Kenax wah ini sixmmbe ampox te molah kence dengan lein becat ngerti epe si tetulis, saol budeye nulis bese sasak ine beu te paran kurang saol ne kluwexan ite pede mun te gsms ngeang bese inax terex te (Bahasa Indo)

  • guru jul

    Terima kasih pencerahan nya mik, ada muluk bahasa sasax di sd tapi tidak jelas output nya hanya formalitas kecintaan bahasa sasax, dan masih bisa di tingkatkan