Ditulis oleh M. Roil Bilad Rabu, 22 April 2009 00:00
Bagian 5:Antisipasi Mendesak dan Langkah-langkah Strategis yang Harus Segera Dilakukan
Oleh: M Roil Bilad
(Sasak.org) Mengingat keterbatasan waktu 4 bulan lagi petani tembakau sudah mulai melakukan panen pertama. Pada bulan juni 2009 kebutuhan bahan bakar untuk pengovenan tembakau sudah harus tersedia, baik itu Elpiji, Minyak tanah, atau batu bara, menurut konversi yang telah dilakukan. Namun demikian mengingat pemerintah pusat telah memutuskan untuk menghentikan subsidi minyak tanah untuk petani tembakau mulai Januauari 2009, maka untuk mengantisipasi hal tersebut berikut penulis paparkan beberapa langkah mendesak dan strategis yang perlu dilakukan.
Perencanaan pembiayaan sesuai dengan arahan wapres harus segera direalisasikan. Dengan demikian kegiatan konversi oven tembakau mulai dilaksanakan dan sebagian kebutuhan minyak tanah dapat dikurangi. Selain itu komitmen perbankan untuk memberikan kredit modifikasi oven tembakau melalui skema kredit usaha rakyat (KUR) harus ditindak lanjuti secepatnya. Untuk diketahui bahwa alokasi KUR pada tahun 2009 untuk pemerintah lombok timur adalah Rp. 19 Milyar dan lombok tengah Rp. 14 Milyar.
Selain itu perlu diperhitungkan sejak dini mengenai pasokan bahan bakar yang diperlukan petani tembakau sehingga kelangkaan bahan bakar tidak perlu terjadi lagi. Untuk oven yang telah dimodifikasi, kebutuhan pasokan batu bara harus diperhitungkan dan dipenuhi, demikian juga untuk yang belum dimodifikasi. Untuk menghindari perambaan hutan sebagai kayu bakar pengovenan, pemprov harus segera melobi dan memastikan ketersediaan BBMT bersubsidi sesuai dengan kebutuhan.
Isu lain yang sangat strategis dan mendesak untuk dilakukan adalah memperjuangkan dana bagi hasil cukai tembakau. Sebagai penyedia mayoritas kebutuhan tembakau nasional, sudah selayaknya petani tembakau mendapatkan dana bagi hasil cukai tembakau. Selama ini bagi hasil cuka tembakau hanya diberikan pada daerah domisili pabrik rokok. Sampai saat ini, masyarakat Lombok tidak pernah sama sekali mendapatkan bagi hasil cukai rokok. Padahal, untuk pengembangan tembakau nasional sampai tahun 2020, pemerintah menempatkan provinsi NTB khusus sebagai penyokong tembakau Virginia. Pengembangan pertanian tembakau berpotensi menyerap tenaga kerja. NTB memiliki potensi besar karena dari 60 ribu hektar lahan, baru bisa dimanfaatkan 20 ribu hektar. Dukungan cukai akan mampu menstimulasi peningkatan minat budidaya tembakau dan mampu turut membuka lapangan kerja.
Saat ini kebutuhan tembakau Virginia nasional sebagai bahan baku pabrik rokok mencapai 100 ribu ton per tahun. Tujuh puluh persen diantaranya dipenuhi oleh petani tembakau nasional dan sisanya di import dari China dan Zimbabue. NTB menyuplai 40 ribu ton dari kebutuhan nasional. Jika diperhitungkan dari bagi hasil cukai rokok 2% dari pendapatan cukai pemerintah, maka potensi bagi hasil cukai rokok untuk masyarakat NTB mencapai 50-60 milyar rupiah per tahun. Dana tersebut dapat dipergunakan untuk meningkatkan kesejahteraan petani dan buruh tani tembakau minimal sebagai kompensasi atas dampak konversi bahan bakar untuk pengovenan tembakau.
Selain langkah-langkah taktis yang sifatnya jangka pendek diatas, langkah strategis yang menyangkut solusi jangka panjang perlu dipersiapkan. Salah satunya adalah dengan mengembangkan teknik pengovenan tembakau hemat energi dengan kualitas/grade krosok yang tinggi. Berdasarkan evaluasi teknologi yang di buat pada bagian 4 bisa didapatkan rekomendasi untuk mengembangkan teknologi pengovenan yang hemat energy dengan kualitas output yang tinggi.

tapi bagaimana info2 seperti ini sampai ke petani tembakau lombok. Seperti juga info2 lain yang sangat berharga di sasak.org
Kataknya Sasak.org sudah waktunya punya: Media Center yang mudah dijangkau masyarakat, atau mungkin Hotline Number yang mudah di akses real time via telpon (internet masih barang langka di kalangan petani tembakau, tapi kalo HP mereka yang tercanggih)
Votes: +0
Votes: +0
Mau kasih info untuk bahan bakar pengganti mitan kenapa tidak pakai etanol saja.
Kami produsen bioetanol dengan kapasitas 2 ton./day
harga etanol cukup kompetitif, dengan nilai kalor yang lebih baik dari Mitan.
keterangan lebih lanjut bisa hub:
SATRYA (081-805030-36
Alamat e-mail ini diproteksi dari spabot, silahkan aktifkan Javascript untuk melihatnya
Terima Kasih
Votes: +0
Jadi saya minta spesifikasi produk bio-ethanol bapak Satrya dan harganya.
terima kasih.
Votes: +0
Votes: +0
Saya sdh mengkonfirmasi permintaan harga methanol pada tulisan anda yg terdahulu, maaf agak terlambat balas, lagi banyak kegiatan, harga methanol yg berkisar US$ 0.2 /liter saya rasa cukup feasible untuk coba disosialisasikan pada teman-teman petani tembakau di NTB. Bahkan bbrp teman saya mengajak saya untuk mendemokan pemakaian methanol pada oven omprongan di NTB, apakah anda bisa bantu memfasilitasi? saya sangat interest dgn penelitian konversi bahan bakar mitan, mungkin untuk berdiskusi anda bisa kontak saya via Email ke: Alamat e-mail ini diproteksi dari spabot, silahkan aktifkan Javascript untuk melihatnya '> Alamat e-mail ini diproteksi dari spabot, silahkan aktifkan Javascript untuk melihatnya
Votes: +0
Btw, Pak Sutjahjo terema kasih atas informasinya---
Semakin banyak yg perduli, semakin cepat solusinya--
Votes: +0

Votes: +0

Akses Sasak.Org Melalui Perangkat Seluler Anda www.m.sasak.org

