By   December 13, 2009
Oleh: Zayyad Alhaq
[Sasak.Org] Suatu hari ada teman yang mengenalkan saya pada sosok Pak Lurah pemilik tembakau di Kabupaten Lombok Timur yang katanya memiliki tembakau istimewa dan tidak dijual untuk umum, tapi kalau saya berkenan datang ke tempatnya, maka baru akan merasakan bagaimana istimewanya rasa tembakau tersebut (kebetulan saya termasuk ahli hisap, jadi pucuk dicinta ulam tiba tentunya).

Menyebut tembakau, tentulah Lombok akan duduk di peringkat papan atas, baik soal kualitas maupun kuantitas. Di Lombok, terutama Lombok Timur, hampir merata tanaman tembakaunya. Daun-daun tembakau tampak subur dan menghijau serta diselingi ribuan masjid yang bertebaran di lombok dan kerap dijuluki kota seribu masjid.

Tembakau Virginia Lombok merupakan komoditas unggulan NTB yang menggeser beberapa unggulan lainnya seperti kedelai. Tembakau telah memenuhi standar kualitas yang sudah diakui Lembaga Tembakau Internasional yang berpusat di Jerman.

Tembakau Virginia Lombok termasuk salah satu yang terbaik di dunia, menyamakan posisinya dengan tembakau negara-negara lainnya. berkualitas terbaik III dunia setelah Zimbabwe dan China, ada di sana Selain diekspor ke negara-negara Eropa seperti Jerman dan Belanda, tembakau ini juga dikembangkan untuk memenuhi kebutuhan pabrik-pabrik rokok di Indonesia.

Tembakau Lombok terdiri atas dua jenis yang dikenal luas, yakni tembakau Virginia yang berasal dari varietas negeri Paman Sam, Virginia Amerika, dan tembakau rakyat yang biasa disebut tembakau rajangan seperti tembakau Senang, tembakau Kesturi, Eskort, tembakau Hitam, dan Makopan.

Tembako Ampenan/Lombok,merupakan sentra produsen tembakau berkwalitas ekspor. Ada dua tipe tembakau, Tipe kuning/virginia; yang berkualitas tinggi dipakai pada Pabrik Sampoerna ataupun pabrikan tembakau rokok halus / tanpa cengkeh,dengan kriteria ringan, sekelas Virginia Marlboro.

Tipe lokal, merah tua, untuk konsumsi heavy, umumnya konsumen lokal, yang menginginkan aroma khas, dan kadar tingkat super berat. Bahkan kalau diperoleh tembakau tipe kualitas tinggi, dapat untuk susur/kinang, maupun tingwe (mengelinting sendiri). Sedangkan kualitas sedang ataupun rendah hanya untuk di susur saja. Hal ini dikarenakan kadar pen-saos-annya banyak, basah dan berbau sangat menyengat.

Tidak direkomendasikan, untuk membatasi pemakaian kwalitas rendah, atau yang berkadar dosis saos berlebihan, karena kurang bersahabat dengan tenggorokan. Lebih baik mengkonsumsi yang tinggi kualitas tembakaunya, dengan seminimal penggunaan tambahan saos, yang tujuan semula hanya untuk melemaskan tembakau. Bahan tembakau Ampenan tipe kuning memang jarang direkayasa, umumnya asli dan hanya mungkin prosesnya saja dimasak/dipanggang dengan minyak tanah, sehingga menghasilkan warna kuning keemasan.

Pada umumnya, proses pembuatan tidak sembarangan, mengingat sebagian besar dipakai dari pabrik asing. Tembakau ampenan tipe merah tua,legendaris, mengingat yang asli tanpa rekayasa, makin lama disimpan,3-9th, untuk higrade, tembakau tersebut keluar minyaknya, wangi,tidak menyengat dan orisinil. Tetapi kalau kualitas rendah hanya dalam waktu 2-3 tahun tidak bertahan lama, bahkan tembakau menjadi remuk seperti tanah.

Sedangkan tembakau lokal yang banyak dibicarakan sosok Pak Lurah tersebut adalah tembakau Senang, yang berasa khas khusus ditanam di Kampung Senang, Lombok Timur. Jangan bilang nikmat merokok, jika belum mencoba tembakau Senang. Setidaknya inilah ungkapan para perokok yang pernah mencoba tembakau Senang yang asli (saya termasuk mengamini karena pernah mencobanya).

Jenis ini tidak banyak, bahkan tidak dipasarkan di pasar-pasar tradisional atau lainnya dan jumlahnya sangat terbatas. Rasa khas yang sangat digemari perokok lokal ini, membuat banyak orang memburunya.

Jangan mimpi dengan mudah bisa menemukan jenis ini, Selain langka, tembakau Senang juga berharga cukup mahal. Satu tumpi atau sekitar setengah kilogram harganya mencapai Rp 150 ribu hingga Rp 200 ribu. Yang banyak dijual di pasar-pasar tradisional di Lombok, adalah tembakau jenis Kesturi, tembakau Kuning, tembakau Hitam dan lainnya dengan harga Rp 10 ribu hingga Rp 60 ribu per tumpinya.

Jika kebetulan sobat-sobat (khususnya yang ahli hisap/perokok) berkunjung ke Pulau Lombok, tidak ada salahnya jika mencari informasi pada warga setempat bagaimana caranya untuk dapat mencicipi aroma khas dari tembakau lombok yang langka dan melegenda tersebut…..

Disadur dari artikel berjudul: Nikmatnya Tembakau Lombok Yang Mendunia

Leave a Reply