Home Muslifa Aseani Wahai Gerantang, adikku…

Wahai Gerantang, adikku…

“Wahai Gerantang, adikku…
sekian tahun kau mengalah untuk laparku yang menggila
kiranya ikhlas pula kau berikan Tuan Puteri
tentu Engkau tetap jadi adik terbaikku…”
Keluh Inaq semakin tak terhenti,
 
wahai Cupak kakakku
sampai kapankah hidupku mengalah demimu
hanya atas hendak Sang Kuasa, Puteri jujur pada fakta
dia keras pilih aku, yang nyata kalahkan raksasa
..dan kembali, Cupak kakakku yang rakus
lebih tunduk kalah pada isi perutnya
habiskan bergentong-gentong nasi, berkendi-kendi air
hanya saja, Inaq sudah tak perlu bersusah payah
lumbung istana telah gantikan belulangnya yang tua
 
Muslifa Aseani, Tinggal di Semarang

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Must Read

Inaq Amaq dalam bahasa Arab

Saat membahas salah satu kitab fiqh, sampailah pada bab tentang kadar air untuk bersuci. Saya tertegun ketika sampai pada kata إناء (inaaun). Yang berarti...

Mengunjungi Desa Marong dan Sade di Lombok

Lombok, sebuah pulau yang secara geografis terletak di kepulauan Sunda Kecil atauNusa Tenggara bisa dicapai dengan melintasi Selat Lombok selama 4,5 jam dari Bali. Dengan...

Wayang Sasak Amaq Darwilis Menembus Amerika Serikat

LOMBOK BARAT, KOMPAS.com - Wayang Sasak merupakan satu dari beragam kesenian tradisional yang ada di Lombok. Selain dinikmati sebagai seni pertunjukan, wayang kulit kini...

Belajar Wisata ke Pulau Lombok

Pekan lalu, saya mendapat kesempatan untuk mengunjungi Pulau Lombok. Kebetulan, 9 Februari lalu, Bontang Post mendapatkan penghargaan bergengsi Indonesia Print Media Award (IPMA). Koran...

Gili Nanggu, Pantai Paling Asyik di Lombok

LOMBOK.- Lombok tidak hanya Senggigi dan Gili Trawangan. Jika menginginkan pantai yang sepi dan asyik untuk berenang, Gili Nanggu wajib dikunjungi. Pulau yang terletak di...