Home Gerakan Lombok Menulis Perjalanan Secercah Cahaya

Perjalanan Secercah Cahaya

Oleh Firman Pensil *)

Firman Pensil
Firman Pensil

Kata orang aku berparas cukup cantik..
Otakkupun tergolong cukup cerdik..
Prestasi kelasku juga berpredikat terbaik..
Dengan penampilanku yang nyentrik, membikin setiap mata melirik..
Dari teman kelas sampai kepala sekolahkupun tertarik..
(Hohoo.. Lebayyy)
***
Kala itu aku masih remaja..
SMP, usia yang masih belia..
Usia yang rentan dengan gaya hura-hura..
Sejuta cinta telah antri di meja beranda..
***
Aku berasal dan besar dari keluarga yang tak utuh,
Ayah dan Ibuku berpisah sejak masa remajaku baru tumbuh..
Entah karena alasan apa mereka berpisah..
Yang ku tahu saat itulah awal musibah..
***
Ayahku kini tinggal bersama istri yang pertama..
Ibukupun tak jauh berbeda..
Ibuku menikah untuk kedua kalinya..
Kini hidupku sebatang kara..
***
Aku yang terlalu dini mengecap getirnya buah perceraian,
Mencoba berdiri, berlari dalam pelarian..
Bagai perahu kehilangan pedoman..
Berjalan tanpa arah dan tujuan..
***
Di sekolah yang dulu aku menjadi teladan,
Kini bagai kantor kehakiman kurasakan,
Tiada hari tanpa hukuman,
Mulai dari kasus membolos sampai tawuran..
***
Jangankan untuk berprestasi,
Hiduppun terasa tak berarti..
Jauh dan semakin jauh aku berlari..
Asa dan cita-citapun terkubur bersama mimpi..
***
Hingga suatu hari
Sekolah memutuskan bahwa aku harus pindah atau berhenti..
***
Hari itu dunia kian sempit kurasa,
Ketika Ayahku memasukkan aku di pesantren yang cukup ternama..
Bukan bangga atau bahagia yang kurasa,
Tetapi tertekan dan rasa terpaksa yang kian menghimpit dada..
***
Aku di asramakan sekamar dengan seorang jilbaber..
Wajahnya lugu dan kuper..
Dia tak kenal Roger ataupun Harry Potter..
Dasar memang kuper..
***
Sekilas kutatap raut wajahnya,
Bersahaja tapi terlihat bercahaya..
Dia menyapaku penuh wibawa..
“Assamu’alaikum wr wb, saudariku tercinta…”
Dari sanalah aku mulai mengenalnya..
***
Hari berganti tanpa terasa..
Baru kusadar sebulan sudah aku di asrama,
Berbaur dengan wajah-wajah berkerudung, berbusana tertutup semua..
“Persis ninja”, gumamku seketika
***
Sungguh berbeda dengan sekolahku yang lama..
Saat semua berlomba pamer pisik saja,
Saat aku menjadi primadona,
Menjadi idola para pemuda karna paras semata..
***
Erika… Ya Erika namanya..
Teman sekamarku di asrama yang dengan telaten membimbingku menuju cahaya..
Erika, gadis sederhana yang senyumnya menghujam jiwa..
Dia menyulam kembali serpihan-serpiahan ketegaranku yang sempat sirna..
***
Alhamdulillah Ya Allah..
Masih Kau anugrahiku jalan-Mu Yg Penuh Maghfirah..
Kau pertemukanku dengan Erika sebagai jalan hidayah..
Untukku songsong hari yang lebih cerah..
Kini.. Bangku studiku di Pesanteren telah kulewati..
Ijazah SMU sebagai saksi, tentang perjalanan ini..
Walau cita-citaku untuk melanjutkan ke perguruan tinggi belum terpenuhi,
Meski kini ku telah bersuami dan mempunyai seorang putri
Namun azzam tetap terpatri di lubuk hati
Untuk tetap menuntut ilmu dan berdakwah sampai ku mati..
***
(inspirasi dari diary istri)
*)Tinggal di Dasan Lekong, Sukamulia, Lotim

Previous articleAl- Qariah
Next articleInspirasi Spiritku

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Must Read

Inaq Amaq dalam bahasa Arab

Saat membahas salah satu kitab fiqh, sampailah pada bab tentang kadar air untuk bersuci. Saya tertegun ketika sampai pada kata إناء (inaaun). Yang berarti...

Mengunjungi Desa Marong dan Sade di Lombok

Lombok, sebuah pulau yang secara geografis terletak di kepulauan Sunda Kecil atauNusa Tenggara bisa dicapai dengan melintasi Selat Lombok selama 4,5 jam dari Bali. Dengan...

Wayang Sasak Amaq Darwilis Menembus Amerika Serikat

LOMBOK BARAT, KOMPAS.com - Wayang Sasak merupakan satu dari beragam kesenian tradisional yang ada di Lombok. Selain dinikmati sebagai seni pertunjukan, wayang kulit kini...

Belajar Wisata ke Pulau Lombok

Pekan lalu, saya mendapat kesempatan untuk mengunjungi Pulau Lombok. Kebetulan, 9 Februari lalu, Bontang Post mendapatkan penghargaan bergengsi Indonesia Print Media Award (IPMA). Koran...

Gili Nanggu, Pantai Paling Asyik di Lombok

LOMBOK.- Lombok tidak hanya Senggigi dan Gili Trawangan. Jika menginginkan pantai yang sepi dan asyik untuk berenang, Gili Nanggu wajib dikunjungi. Pulau yang terletak di...