Boekan Sekedar Guide (Tulisan 3, Habis)

Hazairin R Junep


Aku pulang ke Lombok pada Maret 1982 tapi sudah tidak bisa beraktifitas maka aku pergi ke Surabaya untuk belajar Jerman disana ada Goethe Institut. Sayang belum buka, hanya bisa test dan pulang. Untuk mengisi waktu aku mengajar di SMA I Selong, MAN I Selong dan SMA I Masbagik. Di SMA Masbagik aku bikin rekor mengajar 70 jam seminggu pagi dan sore 4 mata pelajaran Inggris, Jerman, Prancis dan Conversation. Satu muridku kelak jadi dosen Jerman di UNY.

Rasa haus untuk belajar akhirnya membuatku lari ke Yogyakarta pada Mei 1983. Terlambat mendaftar di kampus negeri aku isi waktu kuliah di ABA tapi aku sudah level atas jadi sekedar untuk refreshing saja. Tahun berikut aku masuk  ke UNY  bahasa Asing spesialisasi Prancis dengan minor Inggris, tadinya minta minor Jerman tapi tidak boleh akhirnya aku jadi mahasiswa pendengar di Jurusan bahasa Jerman.

Sesudah lulus pulang ke Lombok mau membangun pendidikan dan pariwisata!. Aku ditempatkan di desa terpencil di ujung Sumbawa. Sia sialah ilmuku. Maka akupun berhenti dengan hormat.

5 menit lagi tutup kata sekertaris LIA pada saat aku datang melamar untuk jadi instruktur. Kandidat terbaik dari UGM, UNY, Sanata Dharma dll berebut 10 kursi!.

Satu malam aku baca grammar merah pak Ferry Nuryanto. Besoknya dalam keadaan demam dan mengantuk aku test dan tak lama kemudian  lihat namaku bertengger paling bawah. Training 100 jam digembleng pakar lulusan Amerika dari pagi sampai malam. Sisa terakhir 9 orang yang menjadi instruktur.

1992 sedang asyik mengajar di LIA, ELTI dan TRIAD plus Akademi Akuntansi, datanglah utusan pak Ketua ASITA minta tolong ada  tamu Prancis menyerbu Yogyakarta. Saking banyaknya aku harus rekruit pengajar Prancis di LBAY yang aku  buka tahun itu.

Aku seorang relawan, terpanggil untuk membawa nama harum negeriku.
Gajiku 500 k sedang UMR 37 K. Honorku privat 50 K perjam untuk TOEFL sedang honor guide sehari sekitar 20 K. Jadi kalau ada yg mikir aku merebut pekerjaannya untuk  uang, sorry.

Disinilah aku temukan profesi yang berjodoh denganku. Aku bekerja sepenuh hati. Begitu order ku dapat maka hidup mati turis ada di tanganku oleh sebab itulah kita harus ditraining ketat untuk dapat lisesnsi. Naik turunnya harkat martabat bangsa dan negara ada di tanganku. Aku adalah wakil seluruh bangsa ini saat bertugas di depan turis.

Berturut aku bawa tamu berbagai bahasa dan bangsa, perlahan aku pindah tiap 2 tahun. Bahasa adalah peluru, kalau cuma punya satu bisa runyam. Kalau sudah terpakai habislah. Hasil buruanpun meleset pula. Maka banyaklah guide yang pusing 7 keliling. Apalagi turis yg ditunggu tak ada datang senjata dielus terus tanpa sempat ditembakkan.

Sesudah bahasa masih ada lagi senjata ampuh yaitu Sapta Pesona. Tiap tiap sila dari Sapta Pesona itu perlu ilmu supaya bisa dijalankan. Oleh itu guide harus faham garis besar tentang sejarah, geografi, budaya, tradisi, agama, politik, ekonomi dan sosial Indonesia dan negara asal turis yang dihandle.

Dengan luasnya pengatahuan maka guide bisa bicara dari sambutan kedatangan  hingga lambaian kepergiaan. Kesan yang prima lebih utama daripada pesan yang baik. Ingat pertemuan 30 menit di pasar malam itu.

Guide harus bekerja dengan SOP tetapi harus fleksibel. Guide bahkan bisa memutuskan pembatalan kunjungan dengan alasan darurat atau force majeur, sesudah berbicara dengan tamunya.

Aku pernah dua kali membatalkan  kunjungan ke Prambanan karena rombongan kampanye teriak teriak sepanjang jalan. Keduanya saat terjadi gempa Yogyakarta sampai luluh lantak.

Guide harus tegas kepada tamu dan tour leader. Salah kostum kalau tidak ganti langsung ditinggalkan. Guide dapat berinteraksi dengan tamu setelah ada penerimaan dari setiap member.

Guide adalah guru, leader, pelindung, sahabat dan saudara sesama manusia.
Guide harus sanggup menghidupkan setiap bagian dari objek wisata.

Satu serpihan kecil  yang terserak di padang yang luas harus hidup dengan informasi menarik, bermakna dan penting!.

Guide bekerja dengan Cinta, Cita dan Citra. Uang adalah materialisasi dari ketiga unsur energi tersebut.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here