Cerita Hazairin Junep

Terakhir saya di Moscow November 2019, saya tinggal di asrama mahasiswa. Satu blok terdiri dari 5 kamar untuk 10 mahasiswa Indonesia bersebelahan dengan Vietnam dan Burma perempuan. Kami 8 orang Muslim 2 orang Hindu Bali.

Malam pertama datanglah pimpinan mahasiwa Burma ke kamar saya sebab saya dituakan. Si Burma itu membawa kaleng2 minuman beralkohol dan mulai ceramah. “Teman2 saya datang untuk persahabatan. Kita lepaskan agama. Saya hormati kalian tapi ini urusan kita sesama manusia. Saya ingin bersulang dengan kalian sebagai tanda persahabatan”. Saya jawab: ” Trimakasih atas persahabatanmu tapi kami tidak minum alkohol, silahkan kamu minum alkoholmu dan kami minum teh”. Tidak katanya. Ini hanya minuman, saya mau minum dengan kalian. Ini bukan soal agama tapi persaudaraan kita.

Naik darahlah aku.
Saya bertanya : ” kamu merokok?” Dia jawab ya.
Saya tidak merokok apakah kamu mau paksa saya menghisap rokok?. Dia malu dan pergi dengan muka merah. Sampai akhir program dia tidak berani melihatku.

Seandainya dia masuk ke kamar anak2 muda Indonesia mabuklah semuanya. Sebab masih banyak yg cuma haha hihiā€¦

Cara merusak muslim adalah lewat makanan – minuman, hobby – hiburan, pakaian.

Di segala lini kehidupan mereka masuk. Ada kelompok pesepeda – dihajar dengan gaya hidup baru mulai dg sepeda mahal, seragam mahal, tapi cari.makan gratis atau murah ditempat kenalan yg tidak lama kemudian si kenalan bangkrut karena digilir!.

Bersambung….

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here