Di Rumah Saja, Corona Efek dan Problema Umat

Oleh. Mashud Sasaki

Rumahku adalah surgaku (بيتى جنتى) adalah slogan bagi semua orang yang ingin membangun rumahnya sebagai tempat tinggal terbaik, nyaman, menenangkan, dan tempat beristirahat yang terbaik.

Sesuai dengan makna bahasa arabnya rumah yaitu (مسكن) tempat yang membuat penghuninya tenang, nyaman dan sakinah. Bila sebuah rumah belum mampu membuat penghuninya nyaman, tenang, dan sakinah, maka hal itu menjadi PR khusus bagi penghuninya.

Sebuah rumah dengan keluarga pekerja profesional, yang di dalamnya ada Bapak, Ibu dan Anak (kadang ada kluarga dekat yg ikut tinggal di dalamnya), selama ini pertemuan mereka tidak lebih dari 12 jam sehari (kecuali hari libur bisa lebih). Kehadiran ujian Covid-19 yang dibarengi dgn aturan “Di Rumah Saja” bila kita ambil hikmahnya, di satu sisi menjadi moment utk banyak bersama keluarga. Di sisi lain akan muncul masalah baru, bagi keluarga yang kerjanya harian baru mendapat hasil.

Seorang pekerja lapangan profesional, secara umum hidupnya lebih dominan di luar rumah, karena tuntutan pekerjaan. Rumah kadang hanya menjadi tempat persinggahan beberapa jam saja, karena harus kembali menjalankan tugas.

Lalu bagaimana sebaiknya….?

Bila kita mengkaji berbagai pandangan yang berkembang di berbagai media, baik cetak maupun elektronik. Di rumah saja, merupakan kesempatan baik untuk dekat dg keluarga.

Moment bersama keluarga, bisa disertai skedul/jadwal yang rapi mulai bangun tidur hingga tidur kembali. Tinggal di rumah dengan anggota keluarga lengkap dalam waktu lama merupakan momentum utk belajar menerapkan perintah Allah “kuu anfusakum wa ahliikum naara”…dst. Jagalah dirimu dan keluargamu dari api neraka…dst.

Dalam kajian komunikasi dakwah, momentum komunikasi dan interaksi interpersonal bersama anggota keluarga dengan intensitas tinggi atau sering dilakukan dalam rumah, disertai isi pesan2 kebaikan/nasehat akan memberikan hasil maksimal dan efektif dibanding pola komunikasi lainnya. Namun demikian, tetap dibutuhkan juga trik2 khusus dalam komunikasi interpersonal agar tidak membosankan.

Saat di rumah bersama keluarga, juga menjadi moment penting utk bermuhasabah dengan anggota keluarga. Melakukan diagnosa diri masing2 anggota keluarga antara lain : saling mengontrol kondisi spiritual/iman, mengecek sikap dan prilaku selama ini apa sudah sesuai nilai2 agama dan norma sosial, mengecek kualitas ibadah selama ini, mengecek amar ma’ruf yang pernah dilakukan, dan mengecek ikhtiar masing2 anggota keluarga utk lebih baik pada masa2 berikutnya.

Sahabat FB dimanapun berada, smoga tulisan singkat ini membawa manfaat.
Wallahu a’lam bishowab.

Surabaya, 20 April 2020

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here