Gerakan Lombok Menulis Sebagai Langkah Awal IKML Dalam Membuat dan Menerbitkan Karya Tulis

Gerakan Lombok Menulis Sebagai Langkah Awal Ikatan Keluarga Mahasiswa Lombok (IKML) Dalam Membuat dan Menerbitkan Karya Tulis

Oleh : Muhammad Zulkarnaen

Muhammad Zulkarnaen

[Sasak.Org] Menjadi seorang mahasiswa, aktivitas tulis menulis bukanlah menjadi suatu yang asing dan kaku untuk di lakukan. Hal ini mengingat bahwa hampir di setiap mata kuliah, mahasiswa di tuntut untuk membuat suatu karya tulis baik berupa paper, artikel, esay, ataupun makalah. Jika semua hasil karya tulis itu di kumpulkan menjadi satu, maka akan tercipta menjadi buku yang utuh, sehingga bisa menjadi suatu karya tulis yang dapat dijadikan sebagai bahan rujukan oleh orang lain dan bisa memberikan salah satu bentuk fisik dari intlektual mahasiswa selaku orang yang berpendidikan.

Peningkatan Mutu IKML

Saat ini, jumlah mahasiswa Lombok yang ada di bogor, mencapai ratusan orang yang mayoritas tersebar di dua perguruan tinggi terkemuka yaitu Institut Pertanian Bogor dan STEI TAZKIA, baik mahasiswa yang berada pada jenjang S1 ataupun pasca sarjana. Apabila kita mengasumsikan bahwa, jika dalam satu tahun semua mahasiswa IKML ini menghasilkan satu karya tulis yang memiliki kualitas yang baik, maka dalam kurun waktu satu tahun tersebut akan muncul ratusan judul tulisan yang berkualitas.

Adapun jenis karya tulis yang di buat, berupa karya tulis populer seperti novel, cerpen dan lain-lain ataupun karya tulis yang non popular seperti hasil riset dan penelitian. Mungkin ini terkesan mimpi, namun mimpi yang menjadi kenyataan. Suatu prestasi yang besar berawal dari mimpi besar yang di wujudkan dalam dunia nyata.

Dalam upaya mewujudkan mimpi tersebut, penulis melakukan diskusi bersama anggota IKML untuk mencari dan membentuk langkah strategis yang bisa kami lakukan. Dari hasil diskusi itu, kami mencapai suatu kesepakatan untuk membentuk suatu wadah yang focus menangani masalah karya tulis. Wadah tersebut dinamakan dengan dengan “Gerakan Lombok Menulis”.

Gerakan Lombok Menulis (GLM) ini, nantinya akan dijadikan sebagai salah satu program unggulan IKML yang berada di bawah divisi pengembangan sumberdaya manusia (PSDM). Tujuan utamanya adalah sebagai wadah untuk menampung karya tulis dari mahasiswa yang tergabung dalam Ikatan Keluarga Mahasiswa Lombok yang selanjutnya akan di bedah dan di koreksi oleh orang-orang yang expert dan menguasai tema permasalahan yang di angkat sehingga pada akhirnya akan melahirkan karya tulis yang benar-benar memiliki kualitas yang baik dan layak untuk di publikasikan dan di sebarluaskan.

Sebagai langkah awal, kami mencoba untuk menulis sebuah buku dengan basis “kroyokan”. Basis kroyokan maksudnya, dalam satu judul buku akan di tulis oleh banyak orang yang dibagi berdasarkan sub bab atau sub pokok bahasan yang di kuasai oleh penulis. Dengan demukian, proses penyusunan buku akan lebih mudah dan cepat.

Strategi Pergerakan

Strategi pergerakan dalam pembuatan buku yang berbasis “keroyokan” ini, menggunakan system team. Hal ini supaya komunikasi, kordinasi, dan kolaborasi antar penulis bisa terlaksana dengan baik dan mampu meminimalisir noise sehingga tidak terjadi miss komunikasi antar anggota team. Dalam pembuatan team ini, kami membaginya menjadi dua team kecil yakni team IPB dan team STEI TAZKIA. Meskipun terbagi kedalam dua team, namun pada dasarnya kedua team ini akan bekerja secara co-acting yakni masing-masing team bisa melakukan kerja sendiri akan tetapi, antara satu team dengan team yang lain harus tetap memiliki tujuan yang sama.

Satu team terdiri dari enam orang yang terbagi kedalam satu orang penanggung jawab dan lima orang lainnya sebagai anggota team sehingga total teamnya berjumlah 12 orang. Apabila dalam penulisan nanti, kedua team ini membutuhkan sumberdaya tambahan, maka semua team bisa mencari dan mengajak anggota IKML yang lain untuk menjadi anggota tambahan. Pembentukan anggota team ini tidak bersifat permanen, karena anggota team tergantung dari tema atau judul yang di angkat.

Apabila seluruh proses penulisan sudah selasai, langkah selanjutnya adalah membedah buku tersebut melalui kegiatan diskusi umum yang di fasilitasi oleh Ikatan keluarga Mahasiswa Lombok untuk mendapatkan kritik, masukan, dan saran yang bersifat membangun guna meningkatkan mutu dari karya tulis yang di hasilkan.

Semakin banyak karya tulis yang di terbitkan oleh gerakan ini, maka otomatis akan mampu ikut ambil bagian dalam mengangkat dan mengharumkan nama daerah.

26 COMMENTS

  1. menulis membutuhkan kreatifitas lebih dan ada luang untuk menuangkannya selalu. menulis termasuk ibadah yang bernilai besar, maka menulislah menuju perubahan yang lebih baik.

  2. menulis membutuhkan kreatifitas lebih dan ada luang untuk menuangkannya selalu. menulis termasuk ibadah yang bernilai besar, maka menulislah menuju perubahan yang lebih baik.

  3. Menulis bukan satu kerja yang mudah. Bagi ramai orang ia memang satu kerja yang payah. Kata mereka, menulis perlukan kemahiran, idea, kreativiti dan bermacam lagi. Akhirnya mereka menilai menulis sebagai sesuatu yang amat asing bagi diri mereka.tapi jika ada kemauan inyallah bisakarna ini sebagai awal pengembangan kreativitas dan perlu diasah mulai dari hal hal yang sederhana inyallah sukses selalu

  4. Menulis bukan satu kerja yang mudah. Bagi ramai orang ia memang satu kerja yang payah. Kata mereka, menulis perlukan kemahiran, idea, kreativiti dan bermacam lagi. Akhirnya mereka menilai menulis sebagai sesuatu yang amat asing bagi diri mereka.tapi jika ada kemauan inyallah bisakarna ini sebagai awal pengembangan kreativitas dan perlu diasah mulai dari hal hal yang sederhana inyallah sukses selalu

    • salah satu cara kami di gerakan lombok menulis (GLM) ini untuk meningkatkan dan mengembangkan semangat menulis adalah dengan memberikan deadline dari penggarapan tema yang di angkat. dengan begitu, akan terpicu semangat untuk menyelesaikan tulisannya. biasanya jika kita kasih deadline, disana akan berlaku jurus the power of kepepet.he

    • salah satu cara kami di gerakan lombok menulis (GLM) ini untuk meningkatkan dan mengembangkan semangat menulis adalah dengan memberikan deadline dari penggarapan tema yang di angkat. dengan begitu, akan terpicu semangat untuk menyelesaikan tulisannya. biasanya jika kita kasih deadline, disana akan berlaku jurus the power of kepepet.he

  5. kami sangat berharap masukan, tanggapan yang bersifat membangun dari seluruh yang membaca tulisan gerakan lombok menulis (GLM) ini, sehingga bisa menjadi gerakan yang benar-benar mampu menjadi kontribusi untuk menciftakan daerah lombok yang lebih baik

  6. kami sangat berharap masukan, tanggapan yang bersifat membangun dari seluruh yang membaca tulisan gerakan lombok menulis (GLM) ini, sehingga bisa menjadi gerakan yang benar-benar mampu menjadi kontribusi untuk menciftakan daerah lombok yang lebih baik

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here