Inspirasi Spiritku

Oleh Firman Pensil *)

Firman Pensil
Firman Pensil

Pensil…
Panggilan kesayangan dari teman-teman padaku yang bertubuh mungil..
Mungkin karena postur tubuhku yang kecil seperti sebatang pensil.
Atau mungkin si Pensil kepanjangan dari si Pendek tapi ‘Setiil’..
Tapi yang pasti aku telah ditakdirkan berbadan kerdil..
Kecil mungil bagai si Unyil.
Senasib dengan si Ucil.
***
Aku tinggal di sebuah desa tepencil.
Dasan Lekong nama desaku dipanggil..
Semenjak SD aku termasuk anak yang rajin dan terampil..
Setiap pengumuman ranking kelas aku selalu tampil..
Lugu tapi cerdik bagai si kancil.
***
Aku melanjutkan pendidikanku di Sekolah Menengah Pertama.
Di sebuah pesanteren yang ada di kota..
Kota Pancor namanya.
***
Pada awal aku mendaftar semua terasa biasa-biasa saja.
Hingga saat orientasi pengenalan siswapun tiba..
Ketika itu aku merasa terasing diantara siswa.
Terasa semua mata menatapku penuh tanya..
Seolah aku makhluk luar angkasa
Yang aneh di mata mereka
Membuat nyaliku sirna
Parcaya diriku hilang seketika.
***
Hari-hari di sekolah kulalui dengan penuh canggung..
Aku merasa minder dan bingung..
“Apa mungkin aku bergaul dan belajar dengan mereka yang sempurna”, pikirku linglung
***
Hingga suatu hari…
Saat itu pada mata pelajaran SKI (Sejarah Kebudayaan Islam)
Guru kami berkisah tentang ibroh dari para sahabat nabi.
Sahabat yang dikisahkan adalah Abdullah Ibnu Mas’ud bin Ghafil al-Hudzali
Beliau adalah sahabat rasul yang pemberani.
Di tangan beliau Abu Jahal mati
Meski fisik beliau kecil tetapi beliau bernyali
Beliau ahli hadits sekaligus pelayan setia nabi.
Demikian guru kami menjelaskan dengan rinci.
***
Sejak mendengar kisah Ibnu Mas’ud itu
Semangat dan percaya diriku kembali menggebu..
Ku ingin mencontoh beliau sebagai tauladanku
Menjadi insfirasi dan spiritku.
*)Tinggal di Dasan Lekong, Sukamulia, Lotim

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here