Katedral di Tepi Sungai Moskow

Hazairin R Junep (Sering jalan jalan ke Rusia)

Salam,
Katedral ini dibangun dengan uang rakyat dan yang terbesar dizamannya. Ketika Lenin ingin membangun gedung besar dengan patungnya yang sangat besar agar dapat dilihat dari seluruh penjuru maka dihancurkanlah katedral itu. Tapi dia lupa letaknya ditepi sungai Moscow sehingga tidak boleh membuat bangunan besaaaaar sekali saat itu. Lalu dibuatlah kolam renang yang selama masa Uni Sovyet menjadi tempat renang khalayak ramai. Ketika USSR jatuh maka orang orang berkumpul dan bersepakat.

Bukankah rakyat telah bersusah payah membangun katedral dengan uang mereka sendiri?. Ayo kita kumpulkan uang lagi dan kita bangun kembali katedral seperti dahulu. Merekapun membangunnya semirip mungkin dan inilah foto katedral itu.

70 tahun ummat Kristiani, ummat Islam, ummat Yahudi serta ummat Buddha dibungkam tetapi iman masih diajarkan diam diam dan kini agama berkembang seperti halnya isme isme hedonis lain bersaing dalam dunia yang kapitalis. Tanpa agama tidak akan ada kebudayaan setinggi yang dapat kita saksikan sisanya saat ini. Iman adalah konsep tentang keyakinan dan percaya adalah pengejawantahan dari keyakinan atau iman itu. Ternyata orang Rusia yang komunis itu masih bergelora iman sehingga mereka sangat percaya bahwa mereka sanggup mengembalikan apa yang pernah mereka miliki.

Seharusnya para pemimpin, pejabat, angggota dewan yang sudah tidak dihormati lagi di negeri kita itu, belajar tentang iman dan menggelorakannya agar percaya bahwa KKN dapat dibasmi atau kalau memang beloon silahkan harakiri massal saja daripada terus menggerogoti negara dan menyengsarakan anak bangsa.

Dengan beribu maaf dan salam.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here