KBP Arman Achdiat, 5.300 Kendaraan Masuk Jateng Setelah Penyekatan



Semarang –  Polda Jateng selamaa kurun waktu satu bulan mulai 25 April hingga 25 Mei 2020 melakukan penyekatan kendaraan dari arah Jakarta menuju Jateng.

Dalam operasi itu total ada 5.300 kendaraan yang diputar balik.

“Selama 31 hari kami putar balik 5.300 kendaraan dari arah Jakarta yang hendak masuk di seluruh jajaran Polda Jateng,” jelas Direktur Lalu Lintas (Dirlantas) Polda Jateng Kombes Pol Arman Achdiat, kepada Tribunjateng.com, Selasa (26/5/2020).

Dari total kendaraan yang telah diputar balik tersebut merupakan hasil penyekatan di wilayah barat (Jateng-Jabar), wilayah tengah (Jateng-DIY) dan wilayah timur (Jateng-Jatim).

Rinciannya, Polres Brebes 1.231, Cilacap 713, Klaten 492, Magelang 437, Wonogiri 342, Purworejo 376, Karanganyar 328,Rembang 382, Sragen 637, dan Blora 335.

Kendaraan yang diputar balik terdiri dari kendaraan pribadi, angkutan umum dan sepeda motor.

Sedangkan H+1 lebaran kemarin total ada 33 kendaraan diputar balik.

“H+2 lebaran ini baru mulai penyekatan kendaraaan dari arah Timur ke Jakarta jadi masih tahap pengumpulan data. hasil data berapa jumlah kendaraan yang diputar balik diketahui pasti besok pagi,” kata Kombes Arman.

Polda Jateng secara resmi memberlakukan penyekatan kendaraan menuju ke arah Jakarta, Selasa (26/5/2020) mulai pukul 00.00 WIB.

Namun sebelum pemberlakuan tersebut, Polda Jateng telah memutar balik kendaraan sejumlah 5.300 kendaraan baik melintas di tol maupun di jalur dalam kota dari Jakarta menuju Jateng.

Menurut Dirlantas, kendaraan yang diputar balik lantaran tidak mampu menunjukan dokumen kesehatan atau surat izin lain seperti surat izin keluar masuk Jakarta (SKIM) yang dikeluarkan dari Pemrov DKI Jakarta.

“Jika pengendara mampu menunjukan surat itu maka akan diberi kelonggaran untuk melintas dengan catatan kondisi fisik sehat,” katanya.

Dijelaskan Arman, pihaknya melakukan penyekatan tidak hanya fokus di jalur tol maupun jalur dalam Kota.

Melainkan juga memantau arus kendaraan di titik-titik jalur alternatif dan jalur tikus.

Menurutnya, tidak ada perbedaan perlakuan antara jalur tol dengan jalur alternatif semua terdapat petugas yang melakukan penyekatan.

“Kami siagakan petugas di jalur alternatif dan jalur tikus sebagai upaya mencegah penyebaran virus Corona,” jelasnya.

Arman menegaskan, penyekatan arus lalu lintas tidak hanya dilakukan di Polda Jateng.

Jadi semisal terdapat kendaraan bisa melewati pos penyekatan maka mereka akan melewati pos penyekatan lainnya di daerah Jawa barat.

“Pos penyekatan ini berlapis-lapis, semisal kalau di Kalilangkung lewat nanti ada pos penyekatan di Cikampek, Karawang, Cikarang dan lainnya,” tegasnya. 

Sumber : Tribun 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here