Kesenian Langka Dari Daerah Lombok

Indonesia yang kaya akan suku bangsa, memiliki banyak sekali kesenian daerah. Akan tetapi lambat laun, kesenian daerah tersebut hilang secara perlahan-lahan. Bahkan sudah jarang terdengar lagi….

Berikut ini beberapa kesenian yang sudah langka di temui…

Cepung
Kesenian tradisi yang kini hanya hidup di Desa Jagaraga, Kecamatan Kediri, Lombok Barat. Tidak diketahui secara pasti bagaimana asal-muasal perkembangannya. Biasa dimainkan di arena terbuka tanpa dekorasi ruang tertentu. Pemain duduk bersama melingkar, kemudian masing-masing memainkan perannya sesuai kemampuan semalam suntuk.

Mulut sebagai alat musik. Diperkirakan merupakan kelanjutan dari seni pepaosan, yakni pembacaan cerita-cerita lontar dengan tembang. Para pemain mengambil cerita monyeh yang dikarang dalam bentuk seloka berbahasa Sasak.

Genggong
Orkestra tradisional Lombok, yang cenderung bersuara lemah. Acap kali dimainkan ketika terjadi gerhana bulan. Lagu yang dimainkan antara lain, gending kacang goreng, meong begarang, papar paoq, entun taek gunung, bebalu ngadang, kanak besiaq dan lain-lain.

Alat musik genggong yang mengiringi: tiga buah genggong yang berfungsi sebagai pembawa akord, sebuah suling genggong, sebuah petuk genggong, sebuah rincik dan sebuah gong genggong. Berukuran serba kecil terbuat dari seruas bambu panjang 315 mm dengan garis tengah 65 mm. Genggong semula hidup di Desa Barejulat, Jonggat, Lombok Tengah.

Cilokaq
Mengalami penipisan peminat

Pepaosan
Kini mulai digalakkan lewat beragam lomba

Gula Gending
Dibawakan sambil menjual kembang gula juga makin berkurang peminat.

sumber : balipost

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here