Legalisasi pertambangan rakyat, legalisasi kematian lingkungan hidup untuk KSB?

Kerukan PTNNT
Kerukan PTNNT

[Sasak.Org] Saya adalah mahasiswa pasca sarjana kelahiran NTB yang tengah berupaya menyelesaikan studi saya di Eropa. Sebagai orang yang menyadari keberuntungannya karena telah diberkahi Alloh kesempatan untuk mengenyam pendidikan tinggi sampai merantau di negeri orang, saya sengaja memilih tema tesis master mengenai masalah pengelolaan ekologi dalam kegiatan pembangunan. Sebuah masalah yang terkait erat dengan kondisi tanah kelahiran saya di NTB maupun tanah air Indonesia.

Hal yang menjadi perhatian utama saya adalah masalah pertambangan rakyat. Sejumlah studi lapangan yang pernah saya lakukan secara independen pada areal pertambangan rakyat di kawasan Sekongkang dan sungai Taliwang, Kabupaten Sumbawa Barat (KSB), mengindikasikan bahwa kegiatan itu memang berdampak negatif pada manusia dan lingkungan.

Sumber utama dampak negatif itu adalah pemakaian bahan-bahan kimia seperti arsenik dan sianida dan logam berat seperti merkuri untuk memilah kandungan logam dari batu-batuan, Saat dibuang ke sungai atau lubang galian, limbah kimia itu mencemari air sungai dan tanah serta memicu gangguan kesehatan (khususnya penyakit kulit).

Hasil temuan tim dinas kesehatan KSB pun menunjukkan adanya sekitar 100 penderita penyakit kulit dan sejumlah lubang sumur di sembilan wilayah kecamatan yang diduga terkontaminasi zat kimia yang kerap digunakan dalam aktifitas penambangan rakyat (SumbawaNews.Com; 13/10/11). Hal ini juga menunjukkan tidak adanya pengawasan ataupun kontrol dari pemerintah.

Di luar masalah pencemaran, masih ada juga masalah keselamatan para pekerja tambang, dimana lubang-lubang galian yang mereka buat hampir selalu rawan longsor dan sudah menimbun ratusan penambang hingga tewas di NTB.

Belum lama berselang saya mendapat informasi bahwa Pemda KSB akan bertindak mengatasi pencemaran akibat pertambangan rakyat. Yang mengherankan saya adalah kebijakan yang direncanakan untuk mengatasi masalah ini, yaitu dengan melegalkan pertambangan rakyat dan merelokasi para penambang ke Wilayah Penambangan Rakyat (WPR) di hutan lindung produktif Lamunga Batu Putih dan Lamuntet Brang Rea (Gaung NTB; 17/11/11 dan SumbawaNews.Com; 11/11/11).

Saya tidak bisa membayangkan bagaimana masalah pencemaran yang ditimbulkan pertambangan rakyat bisa diatasi dengan memindahkannya ke satu lokasi, apalagi jika lokasi itu adalah kawasan hutan yang dilindungi. Apakah Pemda KSB sudah mempertimbangkan dampak kebijakan itu secara menyeluruh? Apakah sudah dipertimbangkan bagaimana legalisasi bisa menjamin adanya pengawasan ketat atas jumlah logam berat (merkuri) dan bahan kimia yang akan digunakan para penambang?

Apakah studi kelayakan terkait dampak dari legalisasi dan relokasi ini sudah dilakukan untuk menilai bagaimana pencemaran yang akan timbul mempengaruhi rantai makanan, kualitas tanah, serta flora dan fauna di kawasan hutan lindung hingga puluhan tahun mendatang?

Bagaimana pula dengan tekanan kondisi sosial-ekonomi? Dimanakah alternatif lapangan kerja yang akan mencegah warga untuk memutuskan menjadi penambang? Bagaimana dengan kemungkinan meningkatnya korban jiwa akibat longsornya lubang-lubang para penambang yang terbukti telah beberapa kali menelan korban jiwa?

Jika hal-hal ini memang sudah diteliti dan diperhitungkan, lalu dimanakah hasilnya? Kenapa data-data hasil penelitian itu tidak dibuka kepada publik?

Mungkin sudah waktunya semua pihak yang berkepentingan perlu belajar dari pengalaman Pemda kota Palu, yang berencana mencabut kebijakan legalisasi pertambangan rakyat, menyusul fakta bahwa peraturan tersebut tidak diindahkan oleh para pengelola tambang hingga memicu meningkatnya pencemaran lingkungan (RRI Palu; 21/07/11).

Mungkin sudah waktunya pula Bupati KSB Kyai Zul dan jajaran pemerintahannya untuk menyadari bahwa keselamatan dan kesehatan generasi mendatang di KSB akan menjadi tanggungjawab mereka jika kegiatan pertambangan illegal tidak dihentikan dan jika hal ini diijinkan untuk berlanjut tanpa pengawasan dan penanganan yang memadai hanya dengan menamainya sebagai pertambangan rakyat.

Lalu Adiguna

3 COMMENTS

  1. Pemda sepertinya tidak terbebani dengan kondisi dan facta real yg ada,, dangkalnya pemahaman masyarakat tentang bahaya mercury dan zat kimia keras lainnya, ditambah lagi dengan alasan ekonomi memicu mereka utk tetap melakukan aktifitas tsb. cukup dibayangkan, jika penambangan illegal tsb tidak segera ditanggulangi Pemerintah, maka sdh bisa dipastikan akan berakibat fatal dan sngat membahayakan terhadap lingkungan dan manusia itu sendri. semoga ada solusi ke depan.

  2. Saya warga ksb dengan di tiadakan tambang rakyat kami sekelompok rakyat miskin akan kesulitan mencari kerja, kl soal mercury atau sejenisnya bisa di atasi bos, kan ada tehnik yg ramah lingkungan.tinggal pak bos bupati aja sakarang ? saya bs netralkan tanah yg tercemar dengan tehnologi baru< dan untuk ambil emas dr batu kan dah ada proses yg tdak berbahaya bg lingkungan alias ramah lingkungan. dr pada di curi sama orang luar ngeri bos ? kita jg ga kalah pinter kok. bisa kontak saya kl mau di buktikan

  3. Saya pribadi sangat mendukung legalisasi pertambangan untuk rakyat, dengan adanya legalisasi, para penambang rakyat mendapat kepastian hukum, tidak seperti sekarang ini di sebut PETI, dikejar, diusir dan ditangkap. Karena kondisi yang tidak pasti seperti sekarang ini, ada beberapa penambang rakyat mengambil resiko tertentu yang membahayakan diri sendiri, salah satu contoh pada saat penggalian lubang, untuk penahan longsoran digunakan papan/ kayu yg kurang kuat atau seminim mungkin, ini bertujuan meminimalkan kerugian apabila sewaktu-waktu di gusur / diusir.
    Dengan adanya legalisasi, banyak pihak yang akan membantu, baik dari segi penyuluhan dan bimbingan proses penambangan yang benar dan tidak membahayakan diri sendiri maupun lingkungan, banyak lembaga atau investor dapat menyediakan modal, alat detector dan alat proses yang lebih efisien dan lebih baik dengan biaya yang dapat disesuaikan dengan kantong rakyat, karena investor / pemodal juga mendapat ketenangan dalam berivestasi, tidak seperti sekarang ini, cenderung berusaha mengembalikan modal investasi secepatnya karena kuatir peralatan mesin di sita atau tidak beroprasi karena lokasi penambangan ditutup yang berakibat langsung dan dirasakan oleh penambang seperti bunga pinjaman penggalian, biaya proses dll menjadi lebih mahal.
    Kami sendiri dapat menyediakan alat proses dan dikhususkan untuk penambangan rakyat untuk itu bagi penambang yang ingin bekerja sama atau mempunyai batu tapi kewalahan memproses khususnya Lombok dan Sumbawa, kami bisa membantu memproseskan batuan anda langsung ditempat anda, setelah survey kelayakan tempat. Menerima kontak jangka panjang, pendek atau hanya sekali prosess.
    Teknik pengolahan 100% ramah lingkungan, tanpa bahan kimia berbahaya seperti mercury dan cyanida. Untuk saat ini kami baru menyediakan Mesin pengganti Gelondong (mercury), dan untuk pengganti Tong (cyanida) akan menyusul tergantung permintaan pasar.
    Kecepatan mesin 3 ton/jam setara dengan 500 gelondong, Batuan masuk sebesar kepalan tangan, hasil langsung menjadi bulion, Proses cepat dan ekonomis dibandingkan gelondong. Untuk menjaga saling percaya, proses dapat ditunggu sampai serah terima bulion. Perolehan hasil 2-3x lebih besar dibandingkan gelondong (mercury). Estimasi sementara untuk biaya operasional 50% lebih murah dibandingkan proses gelondong (merkuri)
    Sudah saatnya Tambang Emas Rakyat di Indonesia menggunakan Teknologi Ramah Lingkungan yang mempunyai kecepatan proses dan hasil jauh lebih baik dibandingkan cara tradisional yang menggunakan Bahan Kimia Berbahaya seperti Mercury dan Cyanida. Cintailah Anak Cucu dan Bumi kita berpijak. Kita tidak mau Tragedi Minamata (Jepang) dan Buyat (Sulawesi Utara) terjadi di lingkungan kita, jangan lagi ada Buyat yang lain di Indonesia.
    Pulau Lombok dan Sumbawa mempunyai sumber daya alam yang sangat baik, terutama di sektor Wisata, Pertambangan Pertanian dan Peternakan dll, mari kelola semua potensi yang ada tersebut secara bersamaan tanpa merugikan sektor lain.
    Go Green. Tambang Emas Rakyat
    gogreen.tambangemasrakyat@gmail.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here