Mengelola Kampung di masa Covid-19

Oleh. Mashud Sasaki

Siapapun kita pasti punya kampung halaman, setidaknya kampung halaman orang tua kalo kita lahir dan besar di kota. Saat ini suasana kampung dimanapun berada, baik di Kota maupun di Desa nampak berbeda dibanding masa sebelum virus Corona hadir menguji manusia di berbagai belahan dunia.
Nampak pintu masuk/Gerbang kampung dipasang berbagai format tulisan atau pesan antisipasi Covid-19, tak terkecuali di kampung tempat penulis tinggal di daerah Rangkah VI/Pakel/Agung Tambaksari kota Surabaya Jatim.


Himbauan dan sosialisasi antisipasi penyebaran virus Corona telah disampaikan sejak bulan lalu oleh Presiden RI Bapak Jokowi, lalu diikuti pemerintahan level di bawahnya, Provinsi, Kabupaten, Kecàmatan, Kelurahan/Desa, hingga level terendah RT RW.


Namun demikian himbauan, sosialisasi dan pencegahan yang disampaikan pihak terkait hatta oleh level RT RW tidak semuanya langsung mendapat respon positif dari warga. Faktor wawasan dan pemahaman warga yang sangat heterogen dan lemah tentang Covid-19 membuat warga pro-kontra dalam menerima kebijakan yang dibuat garda terdepan kampung yaitu pengurus RT RW.
Uraian tersebut merupakan problema yang kita temukan di màsyarakat.

Problema mengelola kampung di masa Covid-19 tersebut sangat berhubungan dg kondisi pribadi warga dan pengurus kampung, kondisi spiritual, nilai kebaikan yang dianut, ketekunan beribadah, kepekaan lingkungan (amar ma’ruf), dan teman/sahabat bergaul warga bisa memberikan pengaruh dalam menyikapi antisipasi Covid-19 yang diberlakukan pengurus kampung.
Lalu bagaimana sebaiknya….?


Mengelola apapun, termasuk mengelola kampung dibutuhkan pribadi yang baik (warga dan pengurusnya), memiliki jiwa besar dan wawasan sosial-keagamaan yang cukup, bila tidak akan rawan terjadi hal2 yang tidak kita inginkan. Diantara parameter penting yang harus dimiliki seorang pribadi baik antara lain (seperti dijelaskan sblmnya), selalu menjaga kondisi spiritualnya, berpedoman pada nilai2 agama dan sosial dalam bertindak, menjaga ibadahnya, termasuk ibadah sosial, dan memiliki teman atau sahabat yang bisa mengingatkan kita saat lupa atau lalai.


Bila parameter tersebut bisa kita jaga dan pertahankan, insyaAllah dalam mengelola apapun termasuk mengelola kampung akan bisa berjalan dengan baik, sesuai yang kita harapkan. Mohon do’a sahabat FB dimanapun berada smoga kita semua diberikan kemudahan dan mendapat keberkahan dalam setiap langkah baik kita. Aamiin.
Wallahua a’lam Bish Showab.

Surabaya, 15 April 2020

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here