Pantaskah Ode Ini Untukmu? Mite Sasak–Cupak-Gerantang

Dari Mite Sasak–Cupak-Gerantang
Inaq bagai tak bosan berkeluh tentangmu
Sama tak bosannya denganku yang setia mendengarnya

Belulang Inaq terasa hancur setiap hari
mencari dan sediakan bergentong-gentong nasi, pun lauk
sampai besar dan dewasa begini
masih tak cukup jua semua makanan itu diperutnya

entah berkah Tuhan yang Serba Kuasa
sandingkan aku sebagai adikmu, si sabar penahan segala

cukup beberapa suap nasi untukku
ganjal punggung tetap tegak
sekian teguk air untuk lega tenggorokanku
syukur pada Yang Kuasa, aku tumbuh sama besar denganmu

keluh Inaq, sabar aku, akhirnya dihadiahi Sang Kuasa
Tuan Puteri di Istana Raja, dikurung raksasa disebuah gua

siapapun pemuda negeri ini
sanggup selamatkan puteri dari raksasa
akan dijadikan suami Sang Puteri
dan warisi singgasana Raja

Cupak, kakakku..Dengan tenaga ekstranya
sombong berucap, hanya dia yang pantas selamatkan puteri

bergentong-gentong nasi berikan aku tenaga ekstra
berkendi-kendi air segarkan darah mudaku
berjuta vitamin buah dan sayur, jadikan ku kuasa
taklukkan raksasa, yang kan sembah didepanku

namun, sombong hanya bisa terucap
sabar dan ikhlas bertahunlah yang meresap dijiwa

hanya Tuhan Snag Kuasa penolongku
dengan bekal ikhlas dan sabar bertahun
tubuh dan jiwa yang biasa ini
hanya ingin menolong Tuanku Puteri

saat tiba dimulut gua, Cupak paksaku masuk
namun, Tuhan Serba Kuasa, buat raksasa tunduk kalah olehku

“Wahai Gerantang, adikku…
sekian tahun kau mengalah untuk laparku yang menggila
kiranya ikhlas pula kau berikan Tuan Puteri
tentu Engkau tetap jadi adik terbaikku…”

keluh Inaq semakin tak terhenti, wahai Cupak kakakku
sampai kapankah hidupku mengalah demimu
hanya atas hendak Sang Kuasa, Puteri jujur pada fakta
dia keras pilih aku, yang nyata kalahkan raksasa

..dan kembali, Cupak kakakku yang rakus
lebih tunduk kalah pada isi perutnya
habiskan bergentong-gentong nasi, berkendi-kendi air
hanya saja, Inaq sudah tak perlu bersusah payah
lumbung istana telah gantikan belulangnya yang tua..
 

Ditulis oleh Muslifa Aseani, Sasak Diaspora yang tinggal di Semarang
Note:

  1. Inaq : Ibu, pengucapan dalam bahasa Sasak, suku diPulau Lombok, NTB.
  2. Dongeng Cupak-Gerantang cukup akrab dimasa kecilku. Bahkan, gua tempat sang puteri dikurung, pernah aku kunjungi saat praktek Divisi Penelusuran Gua. Satu divisi dari kelompok Pecinta Alam yang aku ikuti dikampus dulu.
  3. Mite adalah puisi yang terisnpirasi dari dongeng2 tradisional.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here