Pelajar Lombok dan Sistem Kebut Semalam

Oleh Yudha Ardhana

Lombok – Seiring dengan perkembangan zaman ini semakin membuat ilmu pengetahuan sangat dibutuhkan dalam membangun suatau generasi penerus bangsa yang akan menjadi agen perubahan yang akan membawa bangsa menjadi berubah dan tidak terbelakang dari negara-neragara lain. Hal ini tak lepas dari peran para Pemuda yang khususnya menjadi pelajar yang terdidik bukan pelajar hanya hanya menjadi pelajar. Pelajar yang menjadi pelajar maksudnya adalah pelajar yang hanya pergi ke sekolah untuk bermain dan sebagainya.

Peran pemuda dewasa ini sangatlah dibutuhkan guna menggapai cita-cita bangsa yang diinginkan. Mengenai hal ini masih ingatkah kita tentang perkataan Soekarno pada saat itu yang mengatakan. Berikan aku 10 pemuda, maka aku akan menggoncangkan dunia ini. Perkataan presiden pertama ini menyimpulkan betapa pentingnya peran Pemuda sebagi Generasi Agen of Change atau yang lebih kita kenal Agen Perubahan.

Kata Sistem Kebut Semalam mungkin sudah tidak asing lagi ditelinga para pelajar saat ini. Para pelajar dewasa ini menggunakan berbagai macam sistem belajar dan termasuk yang sring kita dengar saat ini di kalangan pelajar Lombok menggunakan Sistem Kebut Semalam. Sistem ini sungguh sangat berkembang pesat di kalangan pelajar. Hari-hari yang seharusnya digunakan untuk belajar tapi dipergunakan untuk bermain dan sebagainya. Para pelajar yang mengikuti SKS ini identik menggunakan waktunya hanya untuk bermain karena mereka mengandalkan sistem kebut semalam yang menurut mereka itu hal yang sangat gampang dilakukan. Sistem ini biasanya di gunakan pada saat ujian semester dan lain sebagainya. Seperti yang kita ketahui bila datang namanya bau semester pelajar menghabiskan waktunya untuk membaca buku pada saat malam saja.

Terbukti menurut survei yang dilakukan pada salah satu sekolah di Lombok dimana 90% dari 100% pelajar terbukti menggunakan Sistem Kebut Semalam ini. Dan anehnya 5% dari 10% yang tersisa ternyata tidak menggunakan sistem ini dan juga tidak membuka buku pada saat Ujian. Jadi susvei ini membuktikan hanya 5% pelajar yang menggunakan waktu-waktunya untuk efektif dalam belajar. Generasi muda yang dicita-citakan bangsa seakan-akan lenyap dan hanya mengharapkan pelajar yang sangat sedikit sekali.

Sistem ini memang sangat merugikan bagi kelansungan dalam belajar. Hal yang didapatkan dalam sistem ini hanya akan bertahan dalam waktu sedikit dan mungkin hanya bisa digunakan dalam menjawab soal saja dan setelah itu belum tentu akan bisa menjawab lagi pertanyaan yang demikian. Belajar memang sangat penting demi menambah wawasan kita, belajar bukan hanya untuk pelajar namun untuk semua umat. Yang terutama sekali lebih utama ialah membaca. Betapa penting membaca namun belum sedikitpun disadari oleh para pelajar saat ini. Hal ini mungkin akan terasa penting sewaktu menginjak bangku perkuliahan. Sebagian mahasiswa berkata demikian menyesal tidak mempergunakan waktu yang ada pada saat Smp naupun Sma.

Para pelajar dewasa ini juga lebih bersar mengharapkan nilai yang tinggi dari pada ilmu yang tinggi. Apalah guna nilai tinggi dari hasil yang tidak pasti. Hasil yang tidak pasti ini maksudnya adalah nilai yang didapat dari mencotek dan sebagainya. Untuk menghilangkan sistem ini memang adalah hal yang sulit dilakuakan terkecuali para pelajar yang melakukannya dari sekarang. Hanya para pelajarlah yang bisa melakukannya bila kesadaran mereka sudah mulai timbul.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here