Pentingnya Balik Nama Kendaraan

Mataram – Pada Rabu, 23 Desember 2020, bertempat di Studio Riper FM berlangsung dialog interaktif yang menghadirkan Ditlantas Polda NTB yang diwakili oleh Kasubdit Regident Kompol Bagus Nyoman Gede Junaedi, Muhammad Husni dari Bappenda NTB, dan Wahyu Pria Wibowo dari PT Jasa Raharja NTB.

Dalam dialog tersebut, Kabid Pajak Bappenda NTB M Husni menjelaskan pentingnya melakukan balik nama pemilik kendaraan ketika membeli kendaraan bekas.

Mengurus balik nama kendaraan ketika berpindah tangan atau berpindah kepemilikan, sebetulnya merupakan hal yang dianjurkan oleh peraturan perundangan yang berlaku

Seperti tertuang dalam UU No 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, Pasal 64 ayat (1) diterangkan jika setiap kendaraam bermotor wajib diregistrasikan. Kemudian, pada pasal 64 ayat (2) huruf b disebutkan jika registrasi sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) meliputi registrasi perubahan identitas kendaraan bermotor dan pemilik.

Pada pasal 64 ayat (3) disebutkan jika Registrasi kendaraan bermotor sebagaimana dimaksud pada ayat (1) bertujuan untuk; Pertama, tertib administrasi. Kedua, pengendalian dan pengawasan kendaraan bermotor yang dioperasikan di Indonesia. Ketiga, mempermudah penyidikan pelanggaran dan/atau kejahatan. Keempat, perencanaan, operasional manajemen dan rekayasa lalu lintas dan angkutan jalan. Kelima, perencanaan pembangunan nasional.

Yang terjadi di masyarakat seringkali mereka kurang antusias dalam mengurus balik nama kendaraan dari pemilik lama menjadi sesuai dengan identitas pemilik yang baru. Hal yang sering dihadapi banyak orang saat membeli kendaraan bekas.

Untuk mengurus perpanjangan pajak STNK tahunan, pemilk kendaraan perlu menyertakan KTP sesuai nama yang tertera di STNK. Jika STNK lama belum tercetak atas nama si pemilik baru, ia harus meminjam KTP pemilik lama.

Kompol Bagus Nyoman Gede Junaedi menyampaikan kesiapan Ditlantas Polda NTB dalam mengamankan perayaan Natal dan tahun baru 2021. ” Kepolisian saat ini melaksanakan Operasi Lilin Rinjani 2020 yang berlangsung sejak tanggal 21 Desember 2020 hingga 4 Januari 2021. Sebagai upaya untuk mengamankan perayaan Natal dan tahun baru 2021 serta memastikan penegakan protokol kesehatan Covid-19 khususnya di jalan dan tempat keramaian lainnya ” jelas Kasubdit Regident ini.

Sedangkan PT Jasa Raharja NTB melalui Kanit Opsnal Bapak Wahyu Pria Wibowo menjelaskan prosedur pengurusan santunan bagi masyarakat yang mengalami kecelakaan lalu lintas.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here