Profil TGH Zainuddin Abdul Madjid, Pahlawan Nasional (Tulisan 2)

Sebagai pemimpin umat, beliau bersikap tegas, sportif dan konsekwen terhadap apa yang diputuskan. Prinsip musyawarah dalam pengambilan keputusan tetap dijunjung tinggi. Tetapi terhadap hal-hal yang prinsipil, perlu dilakukan kajian mendalam dengan mencari dalil-dalil naqli dan ‘aqli setelah mempertimbangkan untung dan ruginya serta aspek maslahat dan mafsadatnya, barulah diambil keputusan yang meyakinkan.

Dalam melaksanakan misi dan tugas organisasi, selain memberikan bimbingan,TGKH Muhammad Zainuddin Abdul Majid juga menganjurkan agar murid-murid dan santri-santrinya bersifat ikhlas, istiqomah, anamah, syaja’ah(keberanian) dan rela berkorban untuk kepentingan umat. Sebaliknya, Beliau membenci santri dan muridnya yang bersifat pesimis, apatis, pengecut, cari muka, dan ingkar janji.

Guru yang Mengajarkan beliu Al-Qur’an dan Kitab Melayu di Lombok

1) T.G.H. Abdul Majid;

2) T.G.H. Syarafuddin Pancor Lombok Timur;

3) T.G.H. Abdullah bin Amak Dujali Kelayu Lombok Timur;

Guru di Madrasah al-Shaulatiyah Makkah:

Maulana Wa Murabbina Abu Barakat al-‘Allamah al-Ushuli al-Mudadditsbal-Shufi al-Syeikh Hasan Muhammad al-Mahsyat al-Maliki;

Al-‘Allamah al-Syaikh Umar Bajunaid al-Syafi’I;

Al-‘Allamah al-Syaikh Muhammad Syaid al-Yamani al-Syafi’I;

Al-‘Allamah al-Kabir Mutaffanin Sibawaihi Zanamihi al-Syaikh Ali al-Maliki;

Al-‘Allamah al-Syeikh Marzuqi al-Palimbani;

Al-‘Allamah al-Syaikh Abu Bakar al-Falimbani;

Al-‘Allamah al-Syeikh Hasan Jambi al-Syafi’i;

Al-‘Allamah al-Syeikh Abdul Qadir al-Mandili al-Syafi’i;

Al-‘Allamah al-Syeikh Muhtar Betawi al-Syafi’i;

Related:Biografi TGH. Muhammad Djuaini Muchtar
Al-‘Allamah al-Syeikh Abdullah al-Bukhari al-Syafi’i;

Al-‘Allamah al-Muhadditsin al-Kabir al-Syeikh Umar Hamdan al-Mihrasi al-Maliki;

Al-‘Allamah al-Muhadditsin al-Syaikh Abdus Sattar al-Syiddiqi Abdul Wahab al-Kutbi al-Maliki;

Al-‘Allamah al-Kabir al-Syeikh Abdul Qodir al-Syibli al-Hanafi;

Al-‘Allamah al-Adib al-Syeikh Muhammad Amin al-Kutbi al-Hanafi;

Al-‘Allamah al-Syaikh Muhsin al-Musahwa al-Syafi’i;

Al-‘Allamah al-Falaqi Maulana al-Syaikh Khalifah al-Maliki;

Al-‘Allamah al-Jalil al-Syaikh Jamal al-Maliki;

Al-‘Allamah al-Syeikh al-Shalih Muhammad Shalih al-Kalantani al-Syafi’i;

Al-‘Allim al-‘Allamah al-Syafi’i Maulana Syaikh Mukhtar al-Makhdum Al Hanafi;

Al-‘Allamah al-Syeikh Salim Cianjur al-Syafi’i;

Al-‘Allamah al-Syeikh Syaikh al-Syayid Ahmad Dahlan Shadaqi al-Syafi’i;

Al-‘Allamah Mu’arrikh al-Syeikh Salim Rahmatullah al-Maliki;

Al-‘Allamah al-Syeikh Abdul Gani al-Maliki;

Al-‘Allamah al-Syeikh al-Syayid Muhammad Arabi al-Tubani al-Jazairi al-Maliki;

Al-‘Allamah al-Syeikh Umar al-Faruq al-Maliki;

Al-‘Allamah al-Syeikh al-Wa’id al-Syaikh Abdullah al-Faris;

Al-‘Allamah al-Syeikh Malla Musa

Jika di klasifikasikan guru-gurunya berdasarkan latar belakang mazhab yang berbeda, maka akan terlihat katagorisasi mazhab sebagai berikut: a.11 orang bermazhab Syafi’;b.6 orang bermazhab Hanafi; dan c.11 orang bermazhab Maliki.

Merdasarkan kategorisasi mazhab diatas terlihat jelas bahwa semua guru-guru beliau masih berada dalam satu landasan teologis yang sama, yakni faham Ahl al-Sunnah Wa al-Jama’ah.

Dengan kata lain, bahwa tidak ada seorang pun gurunya yang menganut faham teologis yang berbeda, seperti Mu’tazillah, Syi’ah ataupun Wahabi.

Pemikiran dan karya-karyanya Konsep pendidikan yang diajarkan adalah bahwa pendidikan tidak hanya memberikan ilmu pengetahuan (kognitif), tetapi juga pemupukan moral, melatih dan mempertinggi nilai-nilai kemanusiaan. Karena pendidikan adalah kewajiban manusia untuk mengabdi kepada Allah SWT. Dalam hal ini, usaha yang ia pikirkan dan praktikkan adalah pengembangan pendidikan Islam melalui pesantren. Yakni, berusaha mengembangkan pesantren dengan menerima beberapa pemikiran alternatif yang dapat dijadikan sebagai masukan/kontribusi bagi pengembangan pesantren sejalan dengan perubahan zaman. Karena itu, menurut TGKH Muhammad Zainuddin Abdul Majid, pesantren mesti merubah orientasinya dengan tidak sekadar berorientasi pada pencarian ilmu agama, tetapi juga ilmu-ilmu yang lain.Tuan Guru Kyai Haji Muhammad Zainuddin Abdul Majid, selain tergolong ulama yang berbobot dalam bidang keilmuan, beliau juga termasuk penulis dan pengarang yang produktif. Bakat dan kemampuannya tersebut tumbuh dan berkembang semenjak beliau belajar di Madrasah al-Shaulatiyah Makkah. Akan tetapi karena kepadatan dan banyaknya acara kegiatan keagamaan dalam masyarakat yang harus di isai oleh beliau, sehingga peluang dan kesempatan beliau untuk mengarang dan memperbanyak tulisannya hampir tidak pernah ada. Itulah sebabnya pada beberapa kesempatan beliau mengungkapkan keadaan seperti ini kepada muridnya, bila mana beliau teringat pada kawan seperjuangan di Madrasah al-Shaulatiyah Makkah yang juga telah tergolong ulama’ besar dan pengarang terkenal seperti Maulana Syeikh Zakaria Abdullah Bila, Maulana Syeikh Yasin Padang dan lain-lain. Mereka sekarang ini memiliki karya-karya besar dalam bidang tulis menulis dan karang-mengkarang.

Dalam hal ini TGKH Muhammad Zainuddin Abdul Majid tidak pernah berkecil hati, walaupun kawan seperguruannya menonjol dalam bidang tersebut. Beliau menyadari akan hal ini, karena situasi dan kondisi kehidupan ummat dan masyarakat yang dihadapi sangat jauh berbeda, yaitu masyarakat Makkah di satu pihak dan masyarakat Indonesia di lain pihak. Beliau pernah mengatakan:“Seandainya aku mempunyai waktu dan kesempatan yang cukup untuk menulis danmengarang, niscaya aku akan mampu menghasilkan karangan dan tulisan-tulisan yang lebih banyak, seperti yang dimiliki Syeikh Zakaria Abdullah Bila, Syeikh Yasin Padang, Syeikh Ismail dan ulama’-ulama lain tamatan Madrasah al-Shaulatiyah Makkah”.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here