Kombes Pol Amin Litarso : Kusir Cidomo juga Dapat Program Keselamatan Polri

Mataram, Program Keselamatan Polri, Cara Pemerintah Bantu Sopir umum Terdampak Covid-19

Mataram, Direktur Lalulintas Polda NTB Kombes Pol Amin Litarso, SH memimpin pelaksanaan vicon Launching program keselamatan tahun 2020 wilayah hukum Polda NTB bersama Korps Lantas yg di pimpin langsung oleh Kepala Korps Lalulintas Polri pada Rabu (15/4).

Dalam kegiatan tersebut, Dirlantas Polda NTB didampingi Wadirlantas Polda NTB AKBP Dessy Ismail, S.IK dan PJU di jajaran Ditlantas. Kepala Cabang BRI Mataram, Ketua Organda NTB, serta perwakilan dari Damri, Taxi, dan lembaga terkait juga membersamai vicon tersebut.

Disela vicon peduli keselamatan ini Kakor lantas Polri bersama pimpinan pusat BRI juga menandatangani MOU kerjasa dalam rangka penyaluran bantuan Korlantas kepada masyarakat pengojek dan sopir angkot yg ada di seluruh indonesai, selesai pelaksanaan vicon bersama Korlantas Polri, Dit Lantas Polda NTB kembali melanjutkan vicon bersama seluruh Satlantas polres jajaran Polda NTB terkait teknis penyaluran bantuan kepada para tukang ojeg dan sopir angkot yg sudah di data untuk menerima bantuan.

Diakhir vicon ini Dir Lantas Polda NTB bersama Kepala Cabang BRI Mataram menyerahkan bantuan secara simbolis kepada perwakilan tukang ojeg yg sudah hadir mengikuti vicon.

Dirlantas Polda NTB Kombes Pol Amin Litarso, SH menambahkan bahwa penerima bantuan ini termasuk juga ojek pangkalan dan Kusir Cidomo. ” karena di NTB ini juga ada Cidomo, maka Kusir Cidomo juga kita masukkan dalam daftar penerima bantuan. Total 6.809 penerima manfaat dari Program ini” tambah Amin.

Vicon dalam rangka launching program peduli keselamatan tahun 2020 ini berjalan dengan lancar hingga selesai.

Sopir Dapat Bantuan Rp600 Ribu Perbulan dari Polri, Tapi Ada Syaratnya

Presiden Joko Widodo (Jokowi) sempat membeberkan Polri akan memberikan bantuan sosial kepada para sopir yang kondisi ekonominya terkena dampak wabah virus Corona atau Covid-19, lewat pelatihan yang diberi nama Program Keselamatan. Polri menjelaskan, pelatihan yang akan diberikan kepada para sopir hingga kernet meliputi seputar protokol virus Corona, berkendara yang aman, dan rambu-rambu lalu lintas.

“Yang mendapatkan bantuan sosial ada sopir travel, sopir bus, sopir truk ini harus melakukan pelatihan dulu. Artinya apa, nanti pelatihan di masing-masing Polda, secara teknis sampai tingkat Polres itu berapa jumlah yang sudah didata, mereka menggunakan IP melakukan pelatihan. Pelatihan apa? Berkaitan dengan protokol Covid-19, dilakukan pelatihan. Kemudian tentang apa lagi? tentang driving, tentang mengemudi seperti apa. Dan rambu-rambu. Dan semuanya ini kita latih,” kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri, Brigadir Jenderal Polisi Raden Prabowo Argo Yuwono di Divisi Humas Polri, Jakarta Selatan, Senin, 13 April 2020.

Argo menuturkan, ada tiga tahapan pencairan bantuan sosial. Setelah menjalani pelatihan, para peserta akan mendapatkan nomor rekening dari bank milik pemerintah. Bank tersebut nantinya akan mentransfer uang senilai Rp600 ribu ke tiap rekening peserta Program Keselamatan Polri.

“Proses mendapatkannya ada tiga tahap. Setelah latihan nanti akan mendapatkan rekening yang dari salah satu bank, bank pemerintah. Nanti akan menyalurkan daripada bantuan dari kepolisian,” ucap Argo.

Argo menyebut sumber dana bansos berasal realokasi anggaran. Salah satunya anggaran kerja sama luar negeri Polri, yang dinilai tak mungkin dilakukan dalam masa pandemi Covid-19 ini.

“Ini realokasi anggaran yang ada di kepolisian, yang kita sisihkan. Artinya, kita potong seperti kegiatan kerja sama luar negeri, yang tidak mungkin kita lakukan saat ini, nah itu kita alihkan,” jelas Argo.

Argo menuturkan, Polri mengedepankan Korlantas Polri dalam kegiatan Program Keselamatan ini. Argo juga menjelaskan bahwa para Direktur Lalu Lintas di tingkat Polda akan mendata para sopir hingga kernet yang mengikuti Program Keselamatan Polri ini.

“Bantuan polisi yang dikedepankan Korlantas, akan memberikan bantuan sosial Rp600 ribu per bulan selama 3 bulan untuk sopir taksi, travel, bus, truk. Sudah didata di masing-masing polda. tidak sama jumlahnya. Dirlantas sudah mendatakan yang berhak mendapatkan bantuan dari kepolisian,” ucap Argo.

Sebelumnya, Jokowi menyampaikan terlebih dulu soal Program Keselamatan Polri, dalam keterangan pers yang disiarkan melalui saluran YouTube Sekretariat Presiden, Kamis, 9 April kemarin. Jokowi menyebut program ini mirip Kartu Pra-Kerja.

“Polri juga akan juga akan melaksanakan program Keselamatan. Ini seperti program Kartu Pra-Kerja, namanya program Keselamatan oleh Polri,” ujar Jokowi.

Jokowi menjelaskan, program keselamatan mengkombinasikan bantuan sosial dengan pelatihan. Targetnya adalah sopir taksi, sopir bus, sopir truk, dan kernet.

“Yang mengombinasikan bantuan sosial dan pelatihan. Targetnya adalah 197 ribu pengemudi taksi, sopir bus atau truk, dan kenek,” sebut dia.

Jokowi menyampaikan Polri akan memberikan insentif per bulan kepada peserta program Keselamatan. Total anggaran yang digunakan Polri untuk program ini adalah Rp360 miliar.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here